Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Menarik Burung Cekakak Suci, Dianggap Keramat oleh Suku Kuno

Burung Cekakak Suci
Burung Cekakak Suci (commons.wikimedia.org/JJ Harrison)
Intinya sih...
  • Cekakak Suci dianggap keramat oleh suku kuno karena kedudukan sakral dalam mitologi budaya, seperti penguasa lautan dan pembawa roh orang mati.
  • Burung ini mudah dikenali dari karakteristik fisiknya yang unik, termasuk warna bulu yang mencolok dan kemampuan terbang yang efisien.
  • Cekakak Suci memiliki teknik berburu presisi dengan pola makan yang luas, serta merupakan arsitek sarang tangguh di tebing dan pohon.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Cekakak Suci atau Sacred Kingfisher (Todiramphus sanctus) dikenal sebagai burung dengan warna biru hijau yang mencolok dan mudah dikenali. Spesies ini banyak ditemukan di kawasan selatan Pasifik dan Australia, serta sering muncul dalam catatan budaya masyarakat setempat sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Corak bulunya yang mengilap dan kebiasaannya bertengger diam sambil mengamati sekitar membuat burung ini mudah dikenali di habitat alaminya. Sejumlah komunitas kuno memberi makna khusus pada Todiramphus sanctus dan mengaitkannya dengan simbol serta kepercayaan tertentu. Berikut lima fakta menarik tentang Cekakak Suci yang kerap dianggap keramat oleh berbagai suku kuno.

1. Memiliki kedudukan sakral dalam mitologi budaya kuno

Burung Cekakak Suci
Burung Cekakak Suci (commons.wikimedia.org/Ariefrahman)

Penyematan kata "Suci" pada nama burung ini berakar dari penghormatan mendalam yang diberikan oleh berbagai budaya tradisional di wilayah Pasifik. Dilansir laman No Award, masyarakat Polinesia menganggap burung ini sebagai penguasa lautan, sementara bagi suku Wurundjeri di Australia, Cekakak Suci dipercaya sebagai pembawa roh orang mati yang beranjak pergi di penghujung musim panas.

Makna simbolis burung ini berkembang seiring waktu dan berkaitan dengan mitos kuno, budaya, serta perhatian terhadap lingkungan. Kembalinya spesies ini ke habitat alaminya sering dikaitkan dengan proses pemulihan ekosistem dan upaya pelestarian yang sedang berlangsung.

2. Punya karakteristik fisik dan kemampuan terbang yang khas

Burung Cekakak Suci
Burung Cekakak Suci (commons.wikimedia.org/Rosa Stewart)

Penampilan burung Cekakak Suci sangat mudah dikenali melalui kombinasi warna punggung hijau-biru yang kontras dengan bagian bawah tubuh berwarna kuning kecokelatan. Dilansir laman New Zealand Birds Online, burung ini memiliki ciri khas berupa garis mata hitam yang lebar serta paruh hitam besar yang sangat kokoh untuk mendukung aktivitas berburunya.

Gaya terbangnya sangat efisien dengan gerakan sayap yang cepat dan dangkal, sesekali diselingi dengan luncuran tajam yang sangat lurus. Saat sedang beristirahat, burung ini sering terlihat dengan siluet membungkuk yang khas di atas kabel listrik atau dahan pohon tinggi sembari mengeluarkan suara staccato "kek-kek-kek" yang sangat nyaring.

3. Teknik berburu presisi dengan pola makan yang luas

Burung Cekakak Suci
Burung Cekakak Suci (commons.wikimedia.org/I Am birdsaspoetry.com)

Kemampuan berburu burung ini sangat bergantung pada pengamatan dari tempat tinggi untuk mencari berbagai jenis mangsa, baik di darat maupun perairan dangkal. Masih dari laman New Zealand Birds Online, Cekakak Suci sanggup menyelam ke dalam air hingga kedalaman satu meter untuk menangkap ikan, namun mereka juga sangat mahir menangkap cicak, tikus, hingga serangga besar di daratan terbuka.

Setelah menangkap mangsa, burung ini biasanya kembali ke dahan untuk melumpuhkannya dengan memukulkan tubuh mangsa ke batang kayu sebelum menelannya utuh. Pola berburu seperti ini membantu mengendalikan populasi hewan kecil di wilayah tempatnya hidup.

4. Arsitek sarang yang tangguh di tebing dan pohon

Burung Cekakak Suci
Burung Cekakak Suci (commons.wikimedia.org/JJ Harrison)

Dalam membangun sarang, burung ini memanfaatkan paruhnya untuk membuat lubang sendiri. Masih dari laman New Zealand Birds Online, pasangan Cekakak Suci akan berulang kali menabrakkan tubuh ke tebing tanah atau batang pohon yang sudah lapuk hingga terbentuk lubang masuk, lalu menggali ruang sarang di bagian dalamnya.

Proses pembuatan sarang ini merupakan kerja keras kolektif di mana burung tersebut menggunakan paruhnya seperti pahat untuk mencongkel tanah atau kayu yang keras. Dedikasi mereka terhadap tempat tinggal sangat tinggi, bahkan beberapa pasangan tercatat sering kembali menggunakan lubang sarang yang sama selama bertahun-tahun secara berturut-turut.

5. Warna bulu yang bergantung pada pantulan cahaya

Burung Cekakak Suci
Burung Cekakak Suci (commons.wikimedia.org/John Robert McPherson)

Keindahan visual burung Cekakak Suci berasal dari struktur fisik bulunya yang mampu memantulkan cahaya matahari. Efek optik tersebut membuat warna bulunya tampak bergeser antara biru cerah dan hijau zamrud, tergantung posisi matahari serta sudut pandang pengamat.

Kilauan warna yang berubah-ubah ini sejak lama dikaitkan dengan berbagai cerita dan kepercayaan masyarakat kuno. Saat terkena cahaya matahari, bulu Cekakak Suci tampak berkilau jelas, membuatnya mudah dikenali di wilayah pesisir maupun hutan pedalaman.

Itulah deretan fakta mengenai Cekakak Suci yang berkaitan dengan sejarah budaya dan karakter biologisnya. Burung ini telah lama muncul dalam cerita, simbol, dan pengamatan alam di berbagai wilayah, seiring keberadaannya yang terus mengikuti perubahan lingkungan dari masa ke masa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

Apakah Anjing Boleh Makan Es Krim? Ini Penjelasannya!

10 Jan 2026, 07:14 WIBScience