Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Menarik Ular Leher Cincin, si Kecil Pemakan Cacing
ular leher cincin (commons.wikimedia.org/Peter Paplanus)
  • Ular leher cincin adalah spesies kecil tak berbisa dari Amerika Utara yang memakan hewan mungil seperti cacing, salamander, dan kadal, bahkan terkadang ular lain berukuran lebih kecil.
  • Reptil ini tersebar luas dari Kanada hingga Meksiko, hidup di berbagai habitat termasuk hutan, pesisir, dataran tinggi 2.200 mdpl, serta dikenal pemalu dan sering bersembunyi di bawah batu atau kayu.
  • Meskipun populasinya stabil dan berisiko rendah punah, perubahan iklim menjadi ancaman utama karena menyebabkan hilangnya habitat dan sumber makanan alami ular leher cincin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi kebanyakan orang ular dianggap sebagai hewan berbahaya yang menyeramkan dan harus dihindari. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar, lho. Ada banyak ular berukuran kecil yang tidak berbisa, tidak berbahaya, bahkan mereka justru takut dengan manusia. Salah satu di antaranya adalah ular leher cincin (Diadophis punctatus).

Ia merupakan ular fosorial yang berasal dari Amerika Serikat. Tak hanya kecil, ular leher cincin juga tak ganas dan hanya bisa memakan invertebrata berukuran kecil. Giginya sama sekali tidak tajam, bahkan ia akan berpura-pura mati ketika bertemu manusia. Mau tahu seluk beluk dan berbagai fakta menarik ular leher cincin? Simak artikel berikut, yuk.

1. Ular leher cincin hanya memakan hewan berukuran kecil

ular leher cincin (commons.wikimedia.org/Bill Bouton)

Dilansir Animal Diversity Web, makanan ular leher cincin adalah hewan berukuran kecil seperti salamander, kadal, katak, dan cacing. Reptil tersebut terkadang juga akan memakan ular lain yang ukurannya lebih kecil, menjadikannya sebagai spesies ophiophagy (pemakan ular). Pilihan makanan tiap populasi juga berbeda dan hal tersebut dipengaruhi oleh ketersediaan makanan di lingkungan sekitar. Contohnya, populasi di Michigan secara ekslusif hanya memakan salamander punggung merah.

2. Ular leher cincin bisa hidup di dataran rendah dan tinggi

ular leher cincin (commons.wikimedia.org/Peter Paplanus)

Laman JungleDragon menjelaskan bahwa penyebaran ular leher cincin mencakup wilayah Amerika Serikat, Kanada, hingga Meksiko. Karena penyebarannya yang sangat luas, reptil ini bisa bertahan hidup di berbagai tipe habitat, mulai dari semak-semak, area pesisir, hutan, daerah kering, bebatuan, rerumputan, area urban, hingga dataran tinggi. Tercatat, daerah tertinggi yang dihuni oleh ular ini punya elevasi sekitar 2.200 mdpl. Ular leher cincin juga merupakan spesies pemalu yang sering bersembunyi di bebatuan, di dalam lubang, atau di bawah kayu besar.

3. Menarik perhatian lawan jenis dengan feromon

ular leher cincin (commons.wikimedia.org/Greg Schechter)

Ular leher cincin merupakan spesies monogamous yang setia dan hanya bereproduksi dengan satu pasangan di tiap musim kawin. Dilansir Animalia, ular betina akan menarik perhatian individu jantan menggunakan feromon yang dikeluarkan dari kulit. Setelah jantan tertarik ular ini akan kawin dan bertelur. Lebih lanjut, telur hewan ini biasanya akan ditaruh di tanah yang gembur, bebatuan, atau di bawah kayu yang hendak membusuk. Setelah ditaruh biasanya telur ular ini akan mulai menetas pada Agustus hingga September.

4. Perubahan iklim merupakan ancaman terbesarnya

ular leher cincin (commons.wikimedia.org/Greg Schechter)

Jika melihat data IUCN Red List, ular leher cincin masuk ke kategori least concern (risiko rendah). Populasinya juga stabil dan reptil tersebut tidak terancam punah. Namun, menurut laman Climate Adaptation Explorer, ada satu hal yang sangat mengancam ular leher cincin, yaitu perubahan iklim. Beberapa habitatnya mulai tenggelam, mangsanya hilang, dan daun kering yang menjadi tempat persembunyiannya perlahan tersapu oleh hujan dan air laut. Hujan tanpa henti juga bikin tanah makin basah dan akhirnya menenggelamkan hewan sepanjang 20-52 centimeter tersebut.

5. Ular leher cincin sangat aktif di malam dan petang

ular leher cincin (commons.wikimedia.org/Peter Paplanus)

Dilansir iNaturalist, ular leher cincin secara umum adalah hewan nokturnal atau krepuskular. Jadi, ia sangat aktif pada malam hari, fajar, atau petang. Meski begitu, terkadang juga ditemukan individu yang aktif di siang hari. Saat aktif pada siang hari artinya reptil ini sedang mencari suhu panas untuk menyeimbangkan metabolisme tubuhnya. Aktivitasnya pada siang hari juga bukan di keadaan yang terik, melainkan ia lebih aktif ketika cuaca berawan. Ular ini umumnya juga penyendiri, tapi ia bisa membentuk koloni yang berisikan hingga 100 individu.

Semoga berbagai fakta menarik ular leher cincin tersebut bisa menambah wawasanmu terkait kehidupan ular dan bagaimana mereka bertahan di dunia yang terus berubah. Setelah mengenal ular leher cincin lebih dalam tentunya kamu harus peduli dengan kehidupan spesies ular lain. Jangan pernah mengganggu ular atau merusak habitat mereka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article