5 Fakta Heermann's Gull, Camar yang Kerap Mencuri Makanan dari Pelikan

- Heermann's gull berciri tubuh abu-abu gelap, kepala putih saat berkembang biak, serta paruh merah berujung hitam yang berubah mengikuti musim.
- Usai berkembang biak di Meksiko, camar ini bermigrasi ke utara hingga California dan Kanada saat pakan melimpah, lalu kembali selatan sekitar Februari.
- Spesies ini mencuri ikan dari pelikan cokelat, sementara sekitar 90 persen populasi bertelur di Isla Rasa dan sebagian mulai bersarang di kawasan Seaside, California.
Sebagian besar burung camar mencari ikan sendiri di permukaan air atau mengincar sisa pakan di sepanjang pantai. Namun, Heermann's gull (Larus heermanni) memilih cara berbeda dengan merebut hasil tangkapan burung lain. Cara memperoleh makanan tersebut menjadi salah satu perilaku yang paling dikenal dari spesies ini.
Selain cara memperoleh makanan, spesies ini juga memiliki pola migrasi yang berbeda dari kebanyakan burung di belahan bumi utara, serta lokasi berkembang biak yang sangat terpusat. Penasaran? Berikut lima fakta menarik tentang Heermann's gull.
1. Warna bulu abu-abu gelap dengan paruh merah

Spesies ini memiliki warna tubuh yang berbeda dari sebagian besar burung camar lain di pesisir Pasifik. Dilansir laman All About Birds, individu dewasa memiliki tubuh berwarna abu-abu gelap dengan kepala putih bersih saat masa pembiakan. Warna bulu tersebut dipadukan dengan paruh merah cerah yang memiliki ujung berwarna hitam.
Kombinasi warna bulu dan paruh merah menjadi ciri khas spesies ini. Ketika musim pembiakan berakhir, warna putih di bagian kepala akan berubah menjadi abu-abu bercorak kecokelatan. Perubahan warna tersebut mengikuti siklus musim setiap tahun.
2. Arah migrasi musiman menuju kawasan utara

Setelah masa bertelur selesai, spesies ini dapat dijumpai di sepanjang pantai utara. Dilansir laman Audubon, Heermann's gull melakukan migrasi ke arah utara menuju pantai California hingga Kanada setelah selesai berkembang biak di Meksiko. Pola pergerakan ke utara ini terbilang tidak biasa karena mayoritas burung di belahan bumi utara bergerak ke selatan saat musim dingin.
Migrasi ini dilakukan saat sumber pakan di perairan pantai utara sedang melimpah. Selama beberapa bulan, burung camar tersebut mencari makan dan menjalani masa pergantian bulu di pesisir utara. Memasuki bulan Februari, sebagian besar populasinya kembali terbang ke arah selatan menuju area pembiakan.
3. Kebiasaan kleptoparasit terhadap burung pelikan

Selama mencari makan, burung camar ini sering memanfaatkan keberadaan spesies burung laut lain. Merujuk kembali pada laman All About Birds, spesies ini kerap mencuri pakan dari burung pelikan cokelat (Pelecanus occidentalis) dalam perilaku yang dikenal sebagai kleptoparasitisme. Mereka terbang mengintai dan menunggu burung pelikan muncul ke permukaan air setelah menyelam menangkap ikan.
Ketika burung pelikan membuang air dari kantung paruh, camar ini akan langsung mendarat di atas kepala atau paruh pelikan tersebut. Saat itulah burung tersebut merebut ikan yang masih tersisa di dalam kantung paruh pelikan sebelum ditelan. Karena perilaku tersebut, kelompok camar ini sering terlihat mengikuti pelikan yang sedang mencari makan.
4. Konsentrasi lokasi bertelur di kawasan pulau tunggal

Saat memasuki musim berkembang biak, spesies ini membentuk koloni dalam jumlah besar di lokasi tertentu. Dilansir laman Animalia, sekitar 90 persen dari total populasinya berkumpul untuk membuat sarang di Pulau Isla Rasa yang berada di Teluk California. Burung ini membuat sarang di atas tanah datar atau batuan karang dengan kepadatan mencapai 110 sarang per 100 meter persegi.
Sebagian besar populasi yang bertelur di satu pulau membuat spesies ini lebih rentan terhadap perubahan lingkungan. Jika terjadi perubahan suhu perairan akibat fenomena alam, ketersediaan pakan di sekitar pulau akan berkurang drastis. Faktor risiko ini membuat status konservasi spesies tersebut dikategorikan sebagai hampir terancam oleh badan dunia.
5. Penggunaan wilayah pemukiman sebagai tempat bertelur baru

Selain di pulau utama, sebagian populasinya mulai membentuk koloni di kawasan permukiman manusia. Merujuk kembali pada laman All About Birds, burung camar ini mulai membuat sarang di kawasan Seaside, California. Koloni di area tersebut memanfaatkan atap gedung dan pulau buatan di danau perkotaan sebagai alternatif lokasi bertelur sejak tahun 1999.
Perubahan lokasi bertelur ini tergolong tidak biasa karena spesies tersebut umumnya berkembang biak di pulau-pulau kecil. Upaya seperti pembuatan platform mengapung di danau lokal dilakukan oleh organisasi lingkungan untuk menjaga kelangsungan koloni Seaside. Fenomena ini menunjukkan adanya perubahan lokasi berkembang biak pada sebagian populasi spesies tersebut.
Itulah lima fakta Heermann's gull, camar unik yang dikenal karena kebiasaannya mencuri makanan dari burung pelikan. Selain memiliki cara mencari makan yang tidak biasa, spesies ini juga memiliki pola migrasi dan kebiasaan berkembang biak yang berbeda dari kebanyakan burung laut. Beragam karakteristik tersebut membuatnya berbeda dari sebagian besar spesies camar lainnya.




















