Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Qin Shi Huang, Kaisar Pertama yang Menyatukan Tiongkok

5 Fakta Qin Shi Huang, Kaisar Pertama yang Menyatukan Tiongkok
Qin Shi Huang (commons.wikimedia.org/National Geographic)
Intinya Sih
  • Qin Shi Huang, lahir sebagai Ying Zheng, menaklukkan enam kerajaan dan menyatukan Tiongkok pada 221 SM, lalu menciptakan gelar Kaisar Pertama Qin.
  • Ia menyeragamkan mata uang, ukuran, timbangan, aksara, serta infrastruktur jalan dan kanal; namun juga membakar buku dan menghukum mati ratusan cendekiawan demi kekuasaan.
  • Karena terobsesi kehidupan abadi, ia mengonsumsi ramuan bermerkuri hingga wafat pada 210 SM; warisannya mencakup Pasukan Terakota ribuan patung untuk alam baka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Qin Shi Huang dikenal sebagai kaisar pertama yang menyatukan Tiongkok sekaligus menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah dunia. Kepemimpinannya membawa perubahan besar, meski sejumlah kebijakan yang diterapkannya kerap dianggap kontroversial.

Di balik perannya sebagai penguasa, Qin Shi Huang juga menyimpan berbagai fakta unik yang menarik untuk diulas. Mulai dari pencapaian yang mengubah jalannya sejarah hingga obsesi pribadi di akhir hayatnya, semua itu membuat namanya tetap dikenal selama lebih dari dua ribu tahun. Yuk, simak lima fakta menarik tentang Qin Shi Huang berikut ini!

1. Kaisar pertama yang menyatukan Tiongkok

wilayah yang berhasil disatukan Qin Shi Huang
wilayah yang berhasil disatukan Qin Shi Huang (commons.wikimedia.org/SY)

Sebelum menjadi pemimpin tunggal, wilayah Tiongkok terpecah menjadi tujuh kerajaan besar yang saling berperang memperebutkan kekuasaan. Qin Shi Huang, yang lahir dengan nama Ying Zheng, naik takhta sebagai Raja Qin pada usia 13 tahun. Setelah mengambil alih pemerintahan secara penuh pada usia 22 tahun, ia memimpin pasukan Qin untuk menaklukkan enam kerajaan lainnya secara bertahap hingga berhasil menyatukan Tiongkok pada 221 SM.

Setelah kemenangan tersebut, Ying Zheng menganggap gelar "Raja" tidak lagi mencerminkan besarnya kekuasaan yang ia miliki. Oleh karena itu, ia menciptakan gelar baru, yaitu Qin Shi Huangdi, yang berarti "Kaisar Pertama Qin". Gelar ini menjadi penanda lahirnya sistem kekaisaran pertama di Tiongkok sekaligus menegaskan posisinya sebagai penguasa tertinggi atas wilayah yang dipersatukannya.

2. Menyeragamkan sistem di seluruh kekaisaran

Qin Shi Huang
Qin Shi Huang (commons.wikimedia.org/画中的日记)

Setelah menyatukan wilayah yang sebelumnya terpecah-pecah, Qin Shi Huang menyadari bahwa aturan di setiap daerah juga perlu diseragamkan. Ia melakukan reformasi besar-besaran dengan menetapkan satu standar resmi untuk mata uang, timbangan, ukuran, hingga aksara tulisan. Kebijakan ini mempermudah komunikasi, perdagangan, serta pengelolaan pemerintahan di seluruh wilayah kekaisaran.

Selain reformasi administrasi, Qin Shi Huang juga menerapkan standardisasi pada infrastruktur umum. Salah satunya adalah menetapkan lebar standar poros roda kereta agar kendaraan dapat melintasi jalur tanah yang sama di seluruh negeri secara efisien. Ia juga membangun jaringan jalan raya dan kanal air yang menghubungkan berbagai wilayah sehingga mobilitas masyarakat dan perdagangan menjadi lebih lancar.

3. Memerintahkan pembakaran buku demi memperkuat kekuasaan

patung Qin Shi Huang
patung Qin Shi Huang (commons.wikimedia.org/源義信)

Demi memperkuat kekuasaan di negara yang baru bersatu, Qin Shi Huang menerapkan paham Legalisme yang menekankan aturan dan hukum ketat. Atas saran penasihat utamanya, Li Si, ia memerintahkan pembakaran berbagai buku sejarah dan filsafat yang dianggap dapat mengancam kekuasaan atau menghidupkan kembali sistem feodal lama. Hanya buku-buku praktis seperti pertanian, kedokteran, astrologi, dan ramalan yang diizinkan untuk disimpan.

Kebijakan tersebut memicu penolakan keras dari para cendekiawan, terutama penganut ajaran Konfusianisme. Sebagai tanggapan atas kritik tersebut, ratusan cendekiawan ditangkap dan dihukum mati dengan cara dikubur hidup-hidup. Peristiwa ini menjadi salah satu tindakan paling kontroversial dalam sejarah Tiongkok karena dianggap sebagai bentuk pembatasan kebebasan berpikir demi mempertahankan kekuasaan.

4. Terobsesi mencari kehidupan abadi

Qin Shi Huang
Qin Shi Huang (commons.wikimedia.org/Unknown artist)

Meskipun berhasil menaklukkan seluruh Tiongkok, Qin Shi Huang memiliki satu ketakutan terbesar, yaitu kematian. Seiring bertambahnya usia, rasa cemas tersebut berubah menjadi obsesi untuk memperoleh kehidupan abadi. Ia mengutus ribuan orang dalam berbagai ekspedisi ke laut lepas untuk mencari ramuan keabadian, sekaligus mengumpulkan para alkemis ke istana untuk meracik ramuan khusus baginya.

Sayangnya, obsesi tersebut justru berakhir tragis. Pada masa itu, para alkemis percaya bahwa zat merkuri memiliki sifat yang dapat memperpanjang umur sehingga dicampurkan ke dalam ramuan yang rutin dikonsumsi kaisar. Alih-alih memperoleh kehidupan abadi, zat beracun tersebut justru merusak kesehatannya. Qin Shi Huang akhirnya wafat pada tahun 210 SM saat melakukan perjalanan inspeksi kekaisaran.

5. Memiliki Pasukan Terakota yang berjumlah ribuan

Pasukan Terakota
Pasukan Terakota (commons.wikimedia.org/Ideophagous)

Salah satu peninggalan paling ikonik dari Qin Shi Huang adalah Pasukan Terakota (Terracotta Army), yaitu ribuan patung prajurit, kuda, dan kereta perang dari tanah liat yang dibuat sesuai ukuran asli manusia. Pasukan ini ditemukan secara tidak sengaja oleh para petani yang sedang menggali sumur di dekat kota Xi'an, Provinsi Shaanxi, pada tahun 1974. Peristiwa bersejarah ini menjadi salah satu penemuan arkeologi paling penting pada abad ke-20.

Pasukan Terakota diyakini dibuat untuk menemani sekaligus melindungi Qin Shi Huang di alam baka sesuai dengan kepercayaan pada masa itu. Yang membuatnya semakin mengagumkan, setiap patung memiliki detail wajah, gaya rambut, hingga ekspresi yang berbeda. Para arkeolog juga menemukan bahwa patung-patung ini awalnya dicat dengan warna-warna cerah, meskipun sebagian besar warnanya telah memudar setelah terkubur lebih dari dua ribu tahun.

Itulah lima fakta menarik tentang Qin Shi Huang, kaisar pertama yang menyatukan Tiongkok. Meski dikenal dengan berbagai kebijakan yang keras dan kontroversial, ia tetap menjadi salah satu tokoh paling penting dalam sejarah. Berbagai reformasi dan warisan yang ditinggalkannya telah membawa perubahan besar yang pengaruhnya masih terasa hingga era modern.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More