Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Metasequoia, Tanaman Peluruh Bergelar sebagai Fosil Hidup
Spesies Metasequoia yang ada di kebun (commons.wikimedia.org/James Steakley)
  • Metasequoia dikenal sebagai fosil hidup yang sempat dianggap punah hingga ditemukan kembali di Tiongkok pada 1940-an, kini hanya tersisa satu spesies hidup yaitu Metasequoia glyptostroboides.
  • Pohon ini tergolong konifer peluruh yang menggugurkan daun setiap musim dingin, menampilkan perubahan warna indah dari hijau cerah hingga tembaga saat musim gugur.
  • Berhabitat asli di lembah-lembah lembap Tiongkok seperti Lichuan dan Hubei, Metasequoia tumbuh cepat mencapai 30 meter dan kini banyak dibudidayakan sebagai tanaman hias global.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bagaimana tampilan tanaman yang disebut pernah hidup pada zaman dinosaurus? Pastinya terdapat spesies tanaman pohon yang bisa tumbuh mencapai puluhan meter. Seperti halnya Metasequoia, genus tanaman pohon peluruh (gugur) yang biasa dikenal dengan sebutan redwood. Saat ini, genus Metasequoia berada dalam keluarga Cupressaceae hanya memiliki satu spesies hidup yaitu Metasequoia glyptostroboides.

Metasequoia terkenal sebagai pohon prasejarah yang dapat hidup hingga saat ini, meskipun hanya ada satu spesies yang tersisa. Meskipun disebut sebagai tanaman peluruh, mereka sebenernya tergolong dalam tanaman runjung atau konifer seperti pohon cemara. Setelah dikenal luas, tanaman ini dikembangkan sebagai tanaman hias di luar habitat aslinya. Lalu, bagaimana hal-hal menarik lain mengenai tanaman Metasequoia ini? Untuk lebih mengenalnya, simak ulasan sebagai berikut.

1. Tanaman pohon yang pernah dianggap punah

Metasequoia yang pernah dianggap punah (commons.wikimedia.org/Meneerke bloem)

Dikenal sebagai fosil hidup, Metasequoia pernah dianggap telah punah. Hal ini berkaitan dengan ditemukan kembali satu-satunya spesies yang masih hidup. Dilansir Britannica, spesies tersebut adalah Metasequoia glyptostroboides. Tanaman purba dari genus Metasequoia yang ditemukan di Tiongkok Tengah. Spesies ini menarik dalam sejarah paleobotani sebagai tanaman hidup pertama yang dikenal dengan fosil hidup sejati.

Pada era mezosoikum, oleh Shigeru Miki tahun 1941, Metasequoia telah dideskripsikan. Tapi pada tahun 1944, terdapat sekelompok kecil spesies tanaman pohon ditemukan di Tiongkok, di Lichuan, Hubei oleh Zhan wang. Hingga tahun 1946, pohon ini tidak berlanjut dipelajari dan akhirnya diberi nama Metasequoia pada tahun 1948 oleh Wan Chu Cheng dan Hu Hsen Hsu. Namun sebagai pohon liar, tanaman ini keberadaannya terancam oleh hilangnya habitat.

2. Hanya ada satu spesies yang masih hidup

Spesies Metasequoia glyptostroboides (commons.wikimedia.org/Jebulon)

Metasequoia glyptostroboides merupakan satu-satunya spesies dari genus Metasequoia yang masih ada hingga sekarang. Namun, sebelumnya terdapat tiga spesies yang telah diakui dan teridentifikasi secara ilmiah. Dan ketiganya telah disebut spesies fosil karena mengalami kepunahan. Yaitu Metasequoia occidentalis, Metasequoia milleri dan Metasequoia foxii. Spesies ini telah dibudidayakan sebagai tanaman hias karena bentuk yang megah dan tampak ikonik.

Selain itu, ukuran dan bentuk yang menarik menjadikannya titik fokus pada taman, kebun atau halaman rumput yang luas. Tanaman pohon ini juga dapat tumbuh subur di sepanjang jalan, sehingga mampu melengkapi lanskap kota. Sekaligus berfungsi sebagai penyerap polusi di perkotaan. Bahkan tanaman pohon yang tahan banjir karena mampu menahan kelembapan. Pohon ini juga menjadi tempat berlindung bagi satwa liar seperti burung, tupai atau mamalia kecil.

3. Tanaman peluruh yang akan meranggas di musim gugur

Metasequoia akan meranggas di musim gugur (commons.wikimedia.org/Laitche)

Metasequoia tergolong dalam tanaman konifer, namun tidak seperti pohon konifer pada umumnya yang selalu hijau. Setiap musim dingin, mereka akan menggugurkan daunnya. Dilansir Gardenia, pada musim semi akan muncul gugusan daun tipis warna hijau cerah yang rata dan halus. Kemudian akan mengalami perubahan ke warna hijau zamrud yang rimbun pada musim panas. Ketika musim gugur tiba, jarum-jarum daun berenda akan berubah warna kaya kuning cokelat, merah muda, aprikot dan tembaga. Sehingga, akan tampak pemandangan yang menakjubkan. Maka akan menonjolkan lanskap yang menarik pada warna.

4. Tanaman endemik di Tiongkok

Metasequoia tanaman endemik Tiongkok (commons.wikimedia.org/Philippe Semanaz)

Awalnya Metasequoia disebut hanya ditemukan di Tiongkok, yaitu pada wilayah lembah Lichuan, Provinsi Hubei dan Sichuan. Lalu, tanaman ini mulai menyebar luas di seluruh dunia. Hal ini berkaitan dengan dibudidayakannya sebagai tanaman hias yang ada di taman maupun arboretum global.

Dilansir American Conifer Society, pada tahun 1948 Arnold Arboretum Universitas Harvard mengirimkan ekspedisi. Tujuannya untuk mengumpulkan biji sebagai bibit pohon didistribusikan di universitas sebagai uji coba pertumbuhan. Populasi Metasequoia alami saat ini di perbukitan dan lahan basah Lichuan, Hubei. Ukurannya kecil pada sebagian pohon, jumlahnya kurang dari 30 pohon per populasi. Dan populasi terbesar ada di Lembah Xiaohe sejumlah 5.400 tanaman pohon, beberapa juga terdapat di Provinsi Hunan.

Tanaman ini hidup pada habitat dasar lembah atau area lain dengan kelembapan konstan. Pada tanah pegunungan dengan ketinggian sekitar 750-1.500 m di atas permukaan laut. Namun, habitat alami tersebut telah termodifikasi sekitar 70 tahun terakhir. Intinya, mereka tumbuh pada lingkungan yang kaya akan rembesan air dan curah hujan tinggi. Sejuk pada musim panas dan bersalju lebat saat musim dingin tiba. Meskipun demikian, mereka juga dapat mentolerir kondisi tanah yang kering. Lokasi ideal perkembangbiakan seperti di dataran tinggi Tiongkok bagian tengah, timur dan barat daya sekitar 1.000 m.

5. Pertumbuhan yang cepat

Kerucut yang dihasilkan Metasequoia (commons.wikimedia.org/James St. John)

Pertumbuhan dari tanaman peluruh Metasequoia disebut sangat cepat. Hal ini disebut dalam Gardenia, pertumbuhan optimal pohon mampu mencapai 1-1,8 per tahun. Dengan kisaran ketinggian sekitar 20-30 m dan lebar tajuk 4,5-7,5 m. Daun yang dihasilkan berpasangan berukuran 1-3 cm dengan warna hijau segar yang berubah ketika musim gugur.

Selain itu, tanaman pohon Metasequoia juga menghasilkan bunga dan kerucut. Terdapat kerucut jantan dan betina pada satu pohon namun terpisah (monoecious). Ukuran kerucut jantan lebih kecil, bentuk bulat dan menggantung dalam kelompok. Kerucut betina ukurannya lebih besar bisa mencapai 4 cm dan akan berubah warna menjadi cokelat ketika matang. Kerucut tersebut berkembang di musim panas dan akan bertahan di musim dingin. Sedangkan batang pohon bisa mencapai diameter 2 m dalam tanaman yang dibudidayakan. Dengan potensi pertumbuhan lebih besar lagi. Kulit batang warnanya cokelat kemerahan, retak dalam dan mengelupas dalam bentuk strip panjang. Batang yang telah tua lebih menarik, terutama pada bagian pangkal, yang lebih menampilkan kualitas artistik.

Keunikan tanaman fosil hidup pada genus Metasequoia menarik menjadi perhatian. Selain bentuk yang indah, kehidupan tanaman pohon peluruh ini juga harus dijaga. Terutama kondisi lingkungan habitatnya yang terus mengalami perubahan, sehingga dapat berpengaruh langsung pada pohon. Semoga bermanfaat!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article