Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Tyre, Kota Pesisir Tua Bersejarah di Lebanon Selatan

5 min read
5 Fakta Tyre, Kota Pesisir Tua Bersejarah di Lebanon Selatan
potret situs bersejarah Al Mina Archaeological Site di Kota Tyre, Lebanon selatan (commons.wikimedia.org/Heret)
  • Tyre di Lebanon Selatan merupakan kota pesisir kuno yang dihuni terus-menerus sejak sekitar 2750 SM, berkembang dari pulau menjadi semenanjung setelah pengepungan Alexander Agung pada 332 SM.
  • Sebagai kekuatan perdagangan Mediterania, Tyre mengandalkan perikanan, perdagangan laut, dan pembuatan kapal cedar; kota ini memiliki pelabuhan Sidonian yang masih sebagian aktif serta Egyptian Port yang kini terkubur.
  • Warisan Tyre mencakup hippodrome Romawi abad ke-2 berkapasitas hingga 40.000 penonton, Cagar Alam Tyre Coast bagi spesies terancam dan burung migran, serta kuliner seafood dan sandwich fatayel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tyre (atau yang juga disebut Tirus) adalah salah satu kota pesisir tua ikonik yang terletak di wilayah Lebanon Selatan. Tyre merupakan kota terbesar kelima di Lebanon setelah Kota; Beirut, Tripoli, Sidon dan Baalbek. Menurut sejumlah sumber informasi sejarah, nama Kota Tyre dalam bahasa Fenisia, yang merupakan salah satu rumpun bahasa Semit dan digunakan oleh penduduk kota tersebut di masa lalu memiliki arti harfiah "batu". Nama tersebut mencerminkan posisi kota Tyre yang menonjol di tanjung berbatu yang menjorok ke Laut Mediterania.

Di masa lalu, Kota Tyre merupakan salah satu kota pelabuhan yang mendominasi perdagangan di Laut Mediterania dan menghubungkan wilayah Levant dengan wilayah Mediterania yang lebih luas. Kota Tyre juga dikenal dengan pesona kekayaan sejarahnya sebagai salah satu kota tertua di dunia. Beberapa waktu yang lalu Kota Tyre menjadi salah satu kota yang paling terdampak akibat konflik peperangan antara militer Israel dengan kelompok Hizbullah di Lebanon.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai kota yang dikenal sebagai salah satu kota paling tua di dunia ini? Simak lima fakta menariknya berikut ini, yuk!

  1. 1. Salah satu kota pesisir bersejarah tertua di dunia

    Kota Tyre adalah salah satu kota tertua di dunia yang terus menerus dihuni sejak masa silam
    Kota Tyre adalah salah satu kota tertua di dunia yang terus menerus dihuni sejak masa silam (commons.wikimedia.org/Hussein Kefel)

    Kota Tyre yang terletak sekitar 80-an km dari Ibu kota Beirut adalah salah satu kota tertua di dunia yang terus menerus dihuni sejak masa silam hingga hari ini. Menurut laman Ancient Origins Tours, Kota Tyre adalah kota kuno yang didirikan pada sekitar tahun 2750 SM, Kota Tyre masih berbentuk pulau ketika Alexander Agung melakukan kampanye militer untuk menaklukkan kota tersebut dengan cara pengepungan terhadap kota tersebut di tahun 332 SM. Ia membangun jalan lintas di atas laut dangkal dengan cara menimbunnya dengan bebatuan dan reruntuhan kota untuk menghubungkan Pulau Tyre dengan daratan utama kala itu.

    Selama berabad-abad kemudian arus laut dan penumpukan pasir memperluas jalan lintas tersebut dan mengubah pulau tersebut menjadi semenanjung permanen. Pada tahun 68 SM, Kota Tyre menjadi bagian dari Republik Romawi dan kemudian Kekaisaran Romawi kuno. Setelahnya terjadi pergantian berbagai dominasi kekuasaan di wilayah tersebut, seperti penaklukkan Arab di tahun 636 M hingga penaklukkan oleh tentara Perang Salib pada abad ke-12 M.

  2. 2. Memiliki tradisi maritim yang kuat

    potret reruntuhan pilar-pilar kuno di lepas pantai yang merupakan bagian dari pelabuhan kuno bernama Egyptian Harbour di masa lalu dengan latar belakang lanskap Kota Tyre modern
    potret reruntuhan pilar-pilar kuno di lepas pantai yang merupakan bagian dari pelabuhan kuno bernama Egyptian Harbour di masa lalu dengan latar belakang lanskap Kota Tyre modern (commons.wikimedia.org/Roman Deckert)

    Kota Tyre merupakan pusat kekuatan Mediterania kuno selama berabad-abad. Posisi geografisnya di pesisir Laut Mediterania telah menjadikan aktivitas maritim sebagai sumber pendapatan utama bagi penduduknya. Penangkapan ikan, perdagangan laut dan kegiatan pembuatan kapal kayu menjadi salah satu kegiatan ekonomi utama penduduknya. Kapal kayu dibuat dengan keahlian yang tinggi dengan bahan kayu dari pohon cedar yang berasal dari wilayah Pegunungan Lebanon.

    Menurut laman Ancient Ports Antiques, meskipun saat ini pelabuhan di Kota Tyre lebih banyak melayani kapal nelayan, kapal layar dan kapal pesiar untuk kepentingan turisme namun di masa lalu Kota Tyre ini memiliki 2 pelabuhan terkenal yakni: The Sidonian Port, yang merupakan pelabuhan di sebelah utara yang telah digunakan selama ribuan tahun dan sebagiannya masih aktif hingga saat ini. Kemudian terdapat pelabuhan bernama The Egyptian Port di selatan, yang tak digunakan lagi dan reruntuhannya terkubur di Laut Mediterania. Terdapat sejumlah dokumentasi sejarah mengenai Egyptian Port dari abad ke-1 dan ke-2 Masehi.

  3. 3. Memiliki situs hippodrome besar

    potret situs hippodrome dari era Kekaisaran Romawi di Kota Tyre
    potret situs Hippodrome dari era Kekaisaran Romawi di Kota Tyre (commons.wikimedia.org/Ibrahimamirnaeem)

    Di Kota Tyre terdapat sejumlah peninggalan bersejarah dari dunia kuno yang menjadi bukti panjangnya perjalanan kota tersebut dalam melintasi waktu. Salah satunya yang terkenal adalah sisa-sisa bangunan Hippodrome dari era Kekaisaran Romawi kuno yang telah ditetapkan menjadi situs warisan dunia. Menurut UNESCO, Hippodrome ini dibangun pada sekitar abad ke-2 M dan merupakan salah satu Hippodrome terbesar dari dunia kuno.

    Pada era Kekaisaran Romawi kuno, Hippodrome di Kota Tyre ini memiliki fungsi utama sebagai tempat perlombaan pacuan kereta kuda. Hippodrome ini memiliki struktur masif yang mampu mengakomodasi sekitar 20.000 hingga 40.000 orang penonton. Berbeda dengan kebanyakan bangunan untuk sirkus Romawi lainnya yang konstruksinya banyak menggunakan batu bata (brick), konstruksi Hippodrome di Kota Tyre ini dibangun seluruhnya dengan batu alam, yakni batu kapur (limestone) dan batu pasir (sandstone).

  4. 4. Keanekaragaman hayati Tyre

    potret penyu hijau yang sedang berenang di sisa-sisa Egyptian Harbour yang berada di bawah laut
    potret penyu hijau yang sedang berenang di sisa-sisa Egyptian Harbour yang berada di bawah laut (commons.wikimedia.org/Roman Decker)

    Kota Tyre juga memiliki sejumlah keanekaragaman hayati utamanya di cagar alamnya yang bernama Tyre Coast Nature Reserve (TCNR). Cagar Alam TNCR yang membentang seluas kurang lebih 3,8 km persegi ini menjadi tempat perlindungan bagi sejumlah satwa eksotis dan sejumlah spesies tumbuhan. Satwa yang dapat dijumpai di cagar alam ini antara lain: penyu tempayan (Caretta caretta) dan penyu hijau (Chelonia mydas) yang terancam punah.

    Untuk mamalianya, di Cagar Alam TCNR ini merupakan rumah bagi: tikus arab (Acomys dimidiatus), luak eurasia, kelelawar, rubah, berang-berang eurasia dan serigala. Terdapat pula sekitar 200-an spesies tumbuhan yang dapat ditemukan di tempat ini. Taman nasional ini juga merupakan koridor penting yang berfungsi sebagai tempat perlindungan sejumlah spesies burung yang bermigrasi dan singgah di tempat ini.

  5. 5. Kuliner ikonik

    ilustrasi sandwich
    ilustrasi sandwich (commons.wikimedia.org/Jami430)

    Salah satu hal yang mengingatkan akan vibes sebuah kota yang pernah dikunjungi adalah kuliner khasnya. Di Kota Tyre ini tradisi kulinernya merupakan perpaduan legendaris antara seafood laut Mediterania yang segar dan kuliner jalanan (street food) yang ikonik. Di Kota Tyre ini ada sebuah tempat makan yang telah dikenal secara luas oleh para pecinta kuliner yakni Sandwich Mahfouz.

    Sandwich Mahfouz adalah tempat makan makanan tradisional Lebanon yang terkenal dengan menu andalannya yang bernama sandwich fatayel yang berupa filet daging goreng yang dipotong kecil-kecil dan dibungkus dengan roti tipis seperti kebab yang berisi tomat dan saus tarator yang banyak disukai oleh para pecinta kuliner.

    Bagaimana, apakah kamu tertarik untuk mengunjungi kota Tyre yang bersejarah ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More