Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Museum of Broken Relationships, Museum Paling Aneh di Dunia

5 Fakta Museum of Broken Relationships, Museum Paling Aneh di Dunia
Museum of Broken Relationships (commons.wikimedia.org/Kris*M/CC BY 2.0)
  • Museum of Broken Relationships di Zagreb menyimpan benda-benda dari kisah cinta kandas, berlokasi di kawasan Istana Kulmer abad ke-18 dengan koleksi modern yang kontras.
  • Pada 2010, museum ini menjadi museum swasta pertama yang resmi dan permanen di Zagreb, setelah koleksi kelilingnya sejak 2006 mendapat perhatian internasional.
  • Setiap benda dipamerkan bersama pesan anonim; donasi menjadi milik museum secara permanen. Pameran kelilingnya pernah hadir di berbagai negara, sementara cabang Chiang Mai dibuka pada 2024.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Zagreb merupakan kota besar terbesar sekaligus ibu kota yang berada di Kroasia. Kota ini juga sangat melekat dengan cerita sejarah yang dibuktikan oleh banyak bangunan fisik yang masih bertahan, salah satunya adalah Museum of Broken Relationships yang unik. Museum swasta ini adalah situs yang dipersembahkan untuk menyimpan barang-barang dari hubungan cinta yang kandas. Museum of Broken Relationships sendiri terletak di Jalan Ćirilometodska 2, kawasan Gornji Grad, Zagreb, Kroasia.

Nah, keunikan dari museum ini membuat kamu penasaran ada apa saja cerita di balik museum ini, kan? Oleh karena itu, kali ini akan dibahas lima fakta unik yang dimiliki oleh Museum of Broken Relationships. Berikut adalah penjelasan selengkapnya.


  1. 1. Berlokasi di sebuah istana bersejarah

    Museum of Broken Relationships
    Museum of Broken Relationships (commons.wikimedia.org/Estsiiri/CC BY-SA 4.0)

    Selain situsnya sendiri yang bersejarah, letak bangunan dari museum ini juga unik, lho. Museum of Broken Relationships nyatanya berdiri di satu kawasan yang sama dengan sebuah istana bersejarah abad ke-18, yaitu Istana Kulmer seperti yang dikatakan pada laman Visit Zagreb. Berbeda dengan kebanyakan istana atau museum yang identik dengan nuansa arsitektur klasik dan memiliki peninggalan sejarah yang menarik perhatian, justru di kawasan Istana Kulmer dan Museum of Broken Relationships membawakan koleksi barang-barang patah hati era modern yang sangat kontras dengan bangunannya yang juga klasik.

    Secara tidak langsung, ada pesan di balik ini semua. Keputusan ini dibuat untuk mengisyaratkan bahwa sebuah cinta yang berakhir tidak bahagia pun masih layak untuk diberikan penghormatan karena sebuah cinta pastinya akan abadi. Ruangan yang dulunya ditempati oleh para bangsawan, kini dikunjungi oleh banyak orang untuk menitipkan perasaan mereka setiap harinya.

  2. 2. Museum swasta pertama di Zagreb

    Museum of Broken Relationships
    Museum of Broken Relationships (commons.wikimedia.org/Szeder László/CC BY-SA 4.0)

    Sejak abad ke-19, Zagreb menjadi kota yang dipenuhi oleh banyak museum publik yang didanai secara penuh oleh pemerintah. Bagaimana dengan museum swasta? Mereka dilarang menyandang "museum" jika belum benar-benar diakui oleh negara. Melansir laman National Geographic, pada tahun 2010, Museum of Broken Relationships mendobrak sejarah dengan mencatatkan sebagai museum swasta pertama yang resmi dibuka secara permanen di kota Zagreb.

    Bagaimana hal yang tampak sulit itu bisa dipecahkan oleh museum ini? Sejak 2006, sebenarnya Olinka dan Dražen yang merupakan sang pendiri Museum of Broken Relationships sudah memamerkan koleksi museum keliling dunia dan berbagai media besar. Ketika mereka kembali ke Zagreb pada tahun 2009, mereka memanfaatkan popularitas Museum of Broken Relationships kepada kementerian kebudayaan untuk mengakui museum ini.

  3. 3. Banyak sekali pesan dari seluruh orang di berbagai penjuru dunia

    kapal ikonik milik wanita asal Berlin di Museum of Broken Relationships
    kapal ikonik milik wanita asal Berlin di Museum of Broken Relationships (commons.wikimedia.org/Robert Nyman/CC BY 2.0)

    Jika kamu berniat berkunjung ke Museum of Broken Relationships ini, kamu akan diperlihatkan objek museum yang selalu didampingi oleh selembar surat berisi pesan singkat dari penulis tanpa identitas asli mereka. Ternyata soal privasi kepemilikan pesan ini merupakan sebuah kebijakan yang sengaja dibuat oleh pihak museum, lho. Dengan adanya kebijakan ini, semua orang bisa mengekspresikan emosionalnya selepas-lepasnya tanpa harus takut identitas mereka ketahuan oleh orang lain.

    Salah satu objek pameran paling ikonik yang ada di museum ini adalah sebuah kapak nyata. Kapak ini merupakan barang seorang wanita asal Berlin yang disumbangkan ke Museum of Broken Relationships yang ternyata memiliki hubungan cinta yang menyedihkan. Sang wanita ditinggal berselingkuh oleh pasangannya sendiri ketika liburan tanpa wanita tersebut. Ia menggunakan kapaknya sebagai bentuk pelampiasan untuk menghancurkan perabotan milik mantannya satu per satu setiap harinya. Kisah wanita asal Berlin yang merupakan pemilik dari kapak yang dilabeli nama "An Ex-Axe" ini juga ditulis jelas ceritanya pada laman resmi Museum of Broken Relationships itu sendiri.

  4. 4. Museum keliling yang sangat aktif berkunjung ke berbagai negara di dunia

    Museum of Broken Relationships
    Museum of Broken Relationships (commons.wikimedia.org/Kris*M/CC BY 2.0)

    Tak bisa dimungkiri kegiatan keliling dunia yang terus dijalankan oleh Museum of Broken Relationships membawanya lebih terkenal di kancah dunia. Kegiatannya ini biasa disebut dengan museum keliling (touring exhibition). Negara mana saja yang pernah dikunjungi untuk dipamerkan koleksi dari museum ini? Mulai dari Berlin, Tokyo, London, hingga Jakarta sekalipun sudah mereka kunjungi bahkan memberikan warga setempat untuk dipersilakan menyumbangkan barang kenangan mereka. Bahkan laman Visit Zagreb dan Numéro Magazine mengatakan bahwa museum ini pernah mendapat Penghargaan Kenneth Hudson pada sebuah kompetisi Museum Terbaik Eropa.

    Kegiatan tur global ini membawa banyak sekali kesuksesan di hati jutaan orang, salah satunya adalah seorang pengacara asal Los Angeles. Ia merasa terharu dan tersentuh ketika berkunjung melihat pameran dari museum ini. Lalu tahu apa yang dilakukan? Pengacara ini akhirnya membeli lisensi resmi museum untuk dibuka cabang kedua di Hollywood 2016. Dan pada tahun itu juga, bisa dikatakan itu adalah puncak sejarah inovasi awal dari Museum of Broken Relationships. Namun, sayangnya cabang museum di Amerika ini telah ditutup secara permanen pada tahun 2017, tapi mereka baru membuka cabang baru di Chiang Mai, Thailand, pada tahun 2024 kemarin.

  5. 5. Melarang secara ketat perkara mengambil barang yang sudah disumbangkan

    barang-barang patah hati yang ada di Museum of Broken Relationships
    barang-barang patah hati yang ada di Museum of Broken Relationships (commons.wikimedia.org/Prosopee/CC BY-SA 3.0)

    Perihal cinta, kita tidak pernah tahu apakah bisa kembali atau tidak. Begitu pula soal barang kenang-kenangan yang melekat di hati. Kepemilikan barang yang telah pengunjung sumbangkan untuk Museum of Broken Relationships sepenuhnya menjadi milik pihak museum dan dilarang keras untuk diambil lagi meskipun hubungan si pengunjung tersebut tiba-tiba kembali membaik.

    Sebelum seseorang menyumbangkan barang kenang-kenangannya, mereka akan diminta untuk melakukan penandatanganan dokumen tentang pelepasan hak kepemilikan. Aturan ini dibuat untuk menjadi bukti fisik yang memastikan proses penyumbangan tersebut menjadi simbol dari akhir sebuah hubungan cinta.

    Itu dia lima fakta unik yang dimiliki oleh Museum of Broken Relationships, museum swasta pertama yang diakui di Zagreb. Gimana, jadi sudah tahu, kan? Mulai dari terletak di kawasan Istana Kulmer hingga memiliki aturan ketat terkait barang yang sudah diserahkan. Semoga ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan baru untuk banyak orang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More