Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Alasan Ilmiah Mengapa Kucing Tetap Suka Berburu Meski Sudah Kenyang

4 Alasan Ilmiah Mengapa Kucing Tetap Suka Berburu Meski Sudah Kenyang
ilustrasi kucing dan tikus (pexels.com/Melih Akkus)
  • Naluri predator kucing bekerja terpisah dari rasa lapar, sehingga perilaku mengamati, mengendap, mengejar, menerkam, dan menggigit tetap muncul meski makanan tersedia rutin.
  • Gerakan cepat dari serangga, burung, atau tali memicu sistem sensoris kucing untuk spontan menatap dan mengejar sasaran, tanpa harus didorong kebutuhan makan.
  • Berburu memberi stimulasi mental dan fisik serta memenuhi rasa ingin tahu; permainan interaktif dapat menyalurkan aktivitas mengamati, mengejar, dan menerkam secara aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kucing sering terlihat mengejar serangga, mengintai burung, atau menerkam benda bergerak, walau baru saja makan dan tidak sedang kelaparan. Pelaku tersebut sebetulnya membuat pemilik bertanya-tanya mengapa kucing masih menunjukkan naluri berburu pada saat kebutuhan makanannya sudah terpenuhi dengan baik.

Secara biologis, berburu tidak hanya berkaitan dengan rasa lapar karena perilaku tersebut juga merupakan bagian dari naluri alami kucing sebagai predator. Bahkan, kucing yang hidup di dalam rumah juga dan mendapatkan makanan secara rutin juga tetap bisa mempertahankan berbagai perilaku berburu yang telah diwariskan dari nenek moyang sebelumnya.

  1. 1. Berburu merupakan bagian dari naluri predator

    ilustrasi kucing sedang berburu
    ilustrasi kucing sedang berburu (unsplash.com/Mateusz Suski)

    Kucing memiliki rangkaian perilaku predator yang kerap muncul secara alami, seperti mengamati, mengendap-endap, mengejar, menerkam, dan menggigit sasaran. Rangkaian tersebut sebetulnya tidak selalu dipicu oleh rasa lapar karena sistem perilaku predator bekerja secara terpisah dari kebutuhan untuk makan.

    Naluri tersebut sebetulnya sangat berguna bagi kucing liar karena kemampuan berburu dapat membantu mereka untuk memperoleh makanan pada saat sumber daya tidak tersedia secara teratur. Pada kucing rumahan kebutuhan untuk berburu sebetulnya sudah jauh berkurang karena makanan telah disediakan oleh pemilik, namun pola perilakunya tidak secara otomatis akan menghilang

  2. 2. Gerakan benda bisa memicu respons berburu

    ilustrasi kucing dan tikus (pexels.com/Katherine Mihailova)
    ilustrasi kucing dan tikus (pexels.com/Katherine Mihailova)

    Kucing memiliki penglihatan dan sistem sensoris yang sangat peka terhadap segala gerakan tertentu, sehingga benda yang bergerak cepat bisa menarik perhatiannya. Gerakan kecil dari serangga, burung, atau bahkan tali yang digerakkan pemilik juga turut memicu perhatian sebelum kucing sempat menunjukkan tanda-tanda lapar.

    Pasangan visual ternyata bisa membantu kucing untuk melakukan tahapan berburu secara spontan, mulai dari menatap sasaran hingga mengejar dalam waktu singkat. Dikarenakan pemicunya adalah karakteristik gerakan dan bukan semata-mata karena kebutuhan makanan, maka wajar apabila kucing bisa tetap mengejar sasaran walaupun sudah terisi.

  3. 3. Berburu memberikan stimulasi mental dan fisik

    ilustrasi kucing dan tikus (unsplash.com/Lodewijk Hertog)
    ilustrasi kucing dan tikus (unsplash.com/Lodewijk Hertog)

    Aktivitas berburu ternyata membuat kucing kerap menggunakan berbagai kemampuan tubuh dalam waktu sekaligus, termasuk penglihatan, pendengaran, koordinasi gerak, dan kemampuan dalam memperkirakan jarak. Rangkaian aktivitas yang ada sebetulnya memberikan stimulasi yang bisa membantu kucing untuk tetap bergerak aktif dan menggunakan kemampuan alaminya secara penuh.

    Bagi kucing rumahan, aktivitas semacam ini sebetulnya bisa menjadi bentuk pengayaan lingkungan yang turut membantu dalam mencegah risiko kebosanan. Permainan interaktif yang meniru pola pergerakan mangsa juga turut memberikan kesempatan bagi kucing untuk mengamati, mengejar, dan menerkam mangsanya secara aman.

  4. 4. Rasa penasaran ikut mempertahankan perilaku berburu

    ilustrasi kucing
    ilustrasi kucing (pexels.com/Halil İbrahim ÇETİN)

    Kucing merupakan hewan yang memiliki rasa ingin tahu tinggi terhadap sesuatu yang baru, terutama jika objek tersebut bergerak, mengeluarkan suara, atau memiliki aroma yang menarik. Pada saat menemukan sesuatu yang tidak biasa, maka kucing bisa mendekat, mengamati, kemudian mengejar atau menyentuhnya sebagai bagian dari proses eksplorasi.

    Pengalaman berburu atau bermain juga turut memberikan rangsangan yang dapat membuat kucing jadi terus mengulangi perilaku tersebut. Pada saat kucing berhasil menangkap mainan atau objek yang dikejar, maka keberhasilan tersebut nantinya akan membuat aktivitas mengejar terasa lebih menarik dan memuaskan.

    Kucing tetap suka berburu walau sudah kenyang karena memang perilaku tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan untuk memperoleh makanan. Naluri predator, kepekaan terhadap gerakan, kebutuhan stimulasi, dan rasa ingin tahu seolah mendorong kucing untuk mengejar atau menerkam sesuatu. Memahami alasan tersebut bisa membantu pemilik untuk menyediakan permainan yang paling sesuai agar naluri alami kucing tetap tersalurkan dengan cara yang lebih aman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More