Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Seru Gelada, Benarkah Satu-satunya Primata yang Makan Rumput?

5 Fakta Seru Gelada, Benarkah Satu-satunya Primata yang Makan Rumput?
Gelada (commons.wikimedia/Charlie)
Intinya Sih
  • Gelada adalah primata unik asal dataran tinggi Ethiopia yang hidup berkelompok di tebing curam dan aktif pada siang hari.
  • Hewan ini dikenal sebagai satu-satunya primata pemakan rumput sejati, dengan lebih dari 90% makanannya berasal dari rumput.
  • Populasi gelada terancam akibat perburuan, penangkapan, serta hilangnya habitat karena aktivitas pertanian manusia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pernahkah kamu mendengar hewan gelada? Jika belum, mari berkenalan dengan primata yang satu ini. Gelada termasuk monyet dengan badan yang cenderung lebih kekar dari monyet yang biasa kita lihat, hewan ini biasanya ditemukan di dataran tinggi.

Gelada hidup dengan pola adaptasi yang unik, bisa dibilang mereka adalah satu-satunya primata yang makan rumput. Tidak hanya itu, visualnya pun terlihat menarik dengan ciri khas dada yang berwarna merah. Melalui artikel ini, yuk, kita kenalan lebih lanjut dengan gelada!

1. Gelada hidup di dataran tinggi Ethiopia

Gelada
Gelada (commons.wikimedia/Charles)

Gelada hidup di pegunungan Ethiopia dan hidup berkelompok di antara tebing curam dan dataran tinggi. Gelada menghabiskan waktunya di darat dan aktif di siang hari.

Gelada ditemukan di dataran tinggi terbuka, tepatnya di sepanjang ngadai dan tebing yang membelah, dari ketinggian sekitar 5.000 kaki hingga lebih dari 14.700 kaki.

Gelada tetap berada di dekat tebing untuk menggunakannya sebagai tempat tidur dan mendaki ke dataran tinggi untuk mencari makan dan melakukan aktivitas sosial sehari-hari. Diketahui terdapat populasi gelada yang besar di Pegunungan Seimen. Monyet-monyet ini membentuk kelompok besar di malam hari, tidur di dekat tebing dan tepian batu demi mendapat kehangatan dan keamanan.

2. Pemakan rumput sejati

Gelada
Gelada (commons.wikimedia/Bernard)

Rumput adalah makanan favorit gelada, dengan lebih dari 90% makanannya terdiri dari rumput. Namun, mereka juga dapat beradaptasi dengan mudah jika keberadaan rumput tidak terlalu banyak.

Jika keberadaan rumput berkurang, gelada biasanya dengan mudah makan bunga, menggali rimpang dan akar, serta mencari tumbuhan herbal.

Sesekali mereka juga makan buah-buahan, invertebrata, dan tanaman serealia di dekat lahan pertanian. Hewan pemakan rumput ini adalah spesies terakhir yang masih hidup dari primata darat pemakan rumput yang dulunya berjumlah banyak.

3. Hidup dalam kelompok besar

Gelada
Gelada (commons.wikimedia/Dave)

Gelada hidup dalam kelompok keluarga besar yang disebut harem, di mana dalam kelompok terdiri dari satu jantan, 3-6 betina yang berkerabat, dan anak-anak mereka. Betina memiliki peran penting dalam kelompok dan bisa memutuskan untuk mengganti jantan jika mereka ingin.

Banyak harem yang bergabung membentuk kelompok atau kawanan, yang dapat berkisar 30 hingga 600 individu. Gelada juga identik dengan suaranya yang beragam, sehingga kelompok-kelompok ini bisa sangat berisik di alam liar.

4. Memiliki dada yang berbentuk seperti jam pasir

Gelada
Gelada (commons.wikimedia/Thomas)

Gelada merupakan monyet berbadan besar dan kekar, diperkirakan gelada betina memiliki berat 28 pon dan jantan mencapai 40 pon. Keduanya memiliki bulu tebal yang didominasi warna cokelat hingga krem di punggung dan kepala, dengan bulu yang lebih terang di bagian dada dan perut, serta wajah dan anggota tubuh berwarna gelap.

Jika diperhatikan gelada jantan memiliki jubah rambut panjang di punggung. Ciri yang paling menonjol adalah area kulit tanpa bulu yang berbentuk seperti jam pasir berwarna merah muda yang terletak di bagian dada. Pada bagian betina terdapat benjolan kulit seperti mutiara yang mengelilingi area kulit ini.

5. Keberadaan manusia menjadi ancaman nyata bagi gelada

Gelada
Gelada (commons.wikimedia/Charles)

Manusia adalah bentuk ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup gelada. Tanpa rasa bersalah, manusia biasanya melakukan penembakan terhadap monyet-monyet ini ketika dianggap sebagai hama tanaman, atau terkadang menangkapnya untuk digunakan sebagai hewan percobaan.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa bulu mereka dulunya dibuat menjadi topi bulu untuk wisatawan bahkan masyarakat adat menggunakan surai mereka dalam upacara kedewasaan tradisional.

Gelada juga terancam kehilangan habitat aslinya akibat aktivitas manusia. Mereka mengambil alih habitat gelada untuk pertanian, bahkan di lereng curam yang sulit dijangkau.

Demikian 5 fakta seru seputar gelada. Monyet berbadan kekar ini adalah satu-satunya primata pemakan rumput yang masih hidup. Sayangnya, kehidupan gelada mulai terancam akibat aktivitas manusia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More