5 Fakta Sikkim Rhubarb, Tanaman Unik Himalaya yang Tahan Cuaca Ekstrem

- Sikkim Rhubarb memiliki braktea semi-transparan yang berfungsi sebagai rumah kaca alami, melindungi organ reproduksi dari suhu dingin dan angin pegunungan.
- Tumbuh di ketinggian 4.000-4.800 meter di atas permukaan laut, Sikkim Rhubarb mampu bertahan dalam kondisi rendahnya kadar oksigen dan tingginya radiasi UV.
- Sikkim Rhubarb berbunga sekali dalam siklus hidupnya, dapat mencapai tinggi lebih dari satu meter saat berbunga, dan sering dianggap sebagai simbol adaptasi ekstrem Himalaya.
Di tengah lanskap keras Pegunungan Himalaya, tumbuh sebuah tanaman yang terlihat seperti menara kristal berwarna pucat. Tanaman ini adalah Sikkim Rhubarb (Rheum nobile), spesies unik yang beradaptasi dengan lingkungan ekstrem di dataran tinggi. Keberadaannya sering menarik perhatian pendaki karena bentuknya yang mencolok di antara bebatuan alpine.
Sikkim Rhubarb tumbuh di wilayah Himalaya seperti Sikkim, Nepal, dan Tibet pada ketinggian lebih dari 4.000 meter. Di habitat ini, suhu rendah, angin kencang, serta radiasi ultraviolet yang tinggi menjadi tantangan utama bagi kehidupan tumbuhan. Yuk, kita simak 5 fakta menarik tanaman unik Himalaya yang tahan cuaca ekstrem ini!
1. Memiliki rumah kaca alami

Salah satu ciri paling unik dari Sikkim Rhubarb adalah brakteanya yang besar dan semi-transparan. Braktea ini menyelubungi bunga dan membentuk struktur menyerupai rumah kaca alami. Dilansir Alpine Garden Society, fungsi utamanya adalah melindungi organ reproduksi dari suhu dingin dan angin pegunungan.
Struktur transparan tersebut memungkinkan cahaya matahari masuk dan meningkatkan suhu di dalamnya. Dengan begitu, proses pembungaan dan penyerbukan dapat berlangsung lebih optimal meskipun lingkungan sekitar sangat dingin. Adaptasi ini menjadikan Sikkim Rhubarb sebagai contoh menarik evolusi tumbuhan alpine.
2. Tumbuh di ketinggian ekstrem

Sikkim Rhubarb umumnya ditemukan pada ketinggian antara 4.000 hingga 4.800 meter di atas permukaan laut. Dilansir Flora of China, di zona ini, kadar oksigen lebih rendah dan musim tanam sangat singkat. Tidak banyak tanaman yang mampu bertahan dalam kondisi seperti itu.
Lingkungan dataran tinggi Himalaya juga memiliki tingkat radiasi UV yang tinggi. Daun dan struktur pelindung tanaman ini membantu meminimalkan dampak paparan tersebut. Kemampuannya bertahan menjadikannya salah satu spesies khas zona alpine Himalaya.
3. Berbunga sekali dalam siklus hidupnya

Seperti beberapa spesies alpine lainnya, Sikkim Rhubarb dikenal memiliki siklus hidup yang unik. Mengutip Plants of the World Online, tanaman ini dapat tumbuh selama beberapa tahun sebelum akhirnya berbunga secara spektakuler. Setelah fase reproduksi selesai, tanaman biasanya akan mati.
Strategi ini memungkinkan tanaman mengumpulkan cadangan energi selama bertahun-tahun. Energi tersebut kemudian untuk menghasilkan bunga dan biji dalam jumlah besar. Pola ini dikenal sebagai strategi monokarpik dalam dunia botani.
4. Tingginya bisa mencapai lebih dari 1 meter

Di antara lanskap alpine yang rendah dan berbatu, Sikkim Rhubarb tampak menjulang tinggi. Tropicos menyebutkan bahwa tanaman ini dapat mencapai tinggi lebih dari satu meter saat berbunga. Penampilannya yang mencolok membuatnya mudah dikenali dari kejauhan.
Tinggi tanaman ini memberi keuntungan tambahan dalam menarik penyerbuk. Di lingkungan pegunungan yang minim vegetasi tinggi, posisi yang lebih menonjol meningkatkan peluang reproduksi. Hal ini menunjukkan bahwa bentuknya bukan sekadar estetika, melainkan strategi bertahan hidup.
5. Simbol adaptasi ekstrem himalaya

Sikkim Rhubarb sering dianggap sebagai simbol daya tahan tumbuhan di lingkungan keras Himalaya. Adaptasinya terhadap suhu rendah, radiasi UV tinggi, dan musim tanam singkat menjadikannya studi penting dalam ekologi alpine. Spesies ini menunjukkan bagaimana evolusi membentuk solusi inovatif terhadap tantangan alam.
Dilansir Royal Horticultural Society, keunikan bentuk dan fungsinya juga menarik perhatian ilmuwan dan pecinta botani dari seluruh dunia. Tanaman ini tidak hanya indah secara visual, tetapi juga kaya nilai ilmiah. Sikkim Rhubarb menjadi bukti bahwa kehidupan mampu berkembang bahkan di kondisi paling ekstrem sekalipun.
Sikkim Rhubarb adalah contoh luar biasa bagaimana tumbuhan beradaptasi dengan lingkungan ekstrem di Pegunungan Himalaya. Dengan rumah kaca alaminya, kemampuan tumbuh di ketinggian tinggi, dan strategi reproduksi unik, tanaman ini menjadi salah satu keajaiban botani alpine. Di tengah dinginnya angin pegunungan, Sikkim Rhubarb tetap berdiri sebagai simbol ketahanan dan keindahan alam.


















