burung hantu elang berbintik (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT)
Burung hantu elang berbintik merupakan spesies monogamous yang setia karena hanya akan kawin dengan satu pasangan. Namun, laman Avibase menjelaskan bahwa burung ini akan mencari pasangan baru jika pasangan lamanya meregang nyawa. Burung ini bisa bereproduksi saat usianya menginjak 1 tahun. Musim kawinnya sendiri dimulai pada Juli hingga Februari.
Burung hantu elang berbintik kerap membuat sarang di atas tanah. Namun, terkadang ia juga akan bersarang di konstruksi buatan manusia seperti rumah atau gedung. Setelah kawin individu betina bisa memproduksi dua hingga empat butir telur. Masa inkubasi berlangsung selama 32 hari. Setelah menetas, anakan burung ini mulai bisa terbang dalam waktu sekitar dua bulan.
Burung hantu elang berbintik menambah daftar hewan eksotis yang hidup di Afrika. Ia tak kalah hebat dari burung lain seperti elang, burung unta, atau burung puyuh yang hidup di satu daerah yang sama. Burung hantu elang berbintik bisa bersinar dengan caranya sendiri. Ia merupakan predator ganas, spesies burung hantu berukuran besar, dan bisa hidup berdampingan dengan manusia.
Berapa lama harapan hidup (lifespan) burung hantu elang berbintik di alam liar? | Di alam liar, mereka rata-rata dapat hidup sekitar 10 tahun. Namun, jika berada di bawah perawatan manusia atau penangkaran (konservasi), mereka dapat hidup jauh lebih lama, bahkan mencapai usia 20 tahun atau lebih. |
Bagaimana suara khas atau cara berkomunikasi burung hantu ini? | Burung hantu elang berbintik berkomunikasi dengan suara lengkingan ganda yang khas, berbunyi "Hoo-hoo". Menariknya, burung jantan menghasilkan suara dengan nada yang lebih dalam/berat, sementara burung betina memiliki nada yang lebih tinggi. |
Apakah burung hantu elang berbintik memuntahkan pelet (pellet) seperti spesies burung hantu lainnya? | Ya. Karena mereka sering menelan bulat-bulat mangsa kecil (termasuk tulang dan bulunya), sistem pencernaan mereka akan memisahkan bagian yang tidak bisa dicerna tersebut. Sisa-sisa ini kemudian akan dimuntahkan kembali dalam bentuk gumpalan padat yang disebut pelet. |
Apa saja predator alami yang mengancam burung hantu elang berbintik? | Meskipun merupakan predator, mereka tetap memiliki musuh alami. Spesies burung hantu yang lebih besar, seperti Burung Hantu Elang Verreaux (Verreaux's Eagle-Owl), elang besar, serta mamalia pemanjat seperti kucing liar (karakal) dan ular sering kali menjadi ancaman bagi mereka maupun telur-telur di sarangnya. |