Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Rumah Tradisional Berbentuk Bundar, Tersebar di Berbagai Negara

4 min read
5 Rumah Tradisional Berbentuk Bundar, Tersebar di Berbagai Negara
palloza, salah satu rumah tradisional berbentuk bundar (commons.wikimedia.org/Vicente Maza Gómez)
  • Honai di Pegunungan Tengah Papua memakai kayu dan jerami, dengan denah bundar serta bukaan terbatas untuk menjaga kehangatan dan mendukung kegiatan adat masyarakat.
  • Palloza di Spanyol, trulli di Italia, dan rondavel Afrika selatan memanfaatkan batu, jerami, kayu, atau tanah lokal untuk menyesuaikan hunian dengan kondisi lingkungan.
  • Tulou di Fujian, Tiongkok, merupakan hunian komunal bertingkat yang mengelilingi halaman tengah; satu bangunan dapat menampung hingga sekitar 800 orang dan melindungi satu klan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Setiap daerah punya cara tersendiri dalam membangun rumah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungannya. Karena itu, rumah tradisional di berbagai negara memiliki bentuk yang beragam, mulai dari yang sederhana hingga arsitektur yang cukup unik. Beberapa di antaranya bahkan memiliki bentuk bundar sehingga mudah dikenali.

Meski sama-sama memiliki ciri melingkar, rumah-rumah tersebut tetap memiliki karakter yang berbeda. Ada yang menggunakan jerami, batu, hingga bahan-bahan alami yang tersedia di sekitarnya. Penasaran dengan keunikan rumah-rumah tersebut? Yuk, simak lima rumah tradisional berbentuk bundar dari berbagai negara berikut ini!

  1. 1. Honai, rumah tradisional khas pegunungan Papua

    honai
    honai (commons.wikimedia.org/Irfantraveller)

    Honai merupakan rumah tradisional masyarakat suku Dani dan sejumlah komunitas lain di Pegunungan Tengah Papua. Rumah ini banyak ditemukan di Lembah Baliem, termasuk sekitar Wamena, pada ketinggian sekitar 1.600–1.700 meter di atas permukaan laut. Bentuknya menyesuaikan kondisi pegunungan yang dingin, dengan bahan alami seperti kayu dan jerami.

    Honai memiliki denah bundar, dinding kayu rendah, dan atap tebal berbentuk kerucut dari jerami. Bukaan yang terbatas membantu menjaga kehangatan di dalam rumah. Selain sebagai tempat tinggal dan beristirahat, Honai juga digunakan untuk berkumpul, bermusyawarah, serta mewariskan pengetahuan dan adat kepada generasi muda.

  2. 2. Palloza, rumah beratap jerami dari Spanyol

    palloza
    palloza (commons.wikimedia.org/Vicente Maza Gómez)

    Palloza merupakan rumah tradisional yang dapat ditemukan di kawasan Pegunungan Ancares, Spanyol, terutama di wilayah Galicia dan Castile-León. Rumah ini memiliki bentuk melingkar dengan dinding tebal dari batu, serta atap jerami gandum hitam yang tebal dan menjulang. Perpaduan batu, kayu, dan jerami membuat palloza terlihat khas sekaligus sesuai dengan kondisi pegunungan yang dingin dan berangin.

    Bentuknya yang membulat dengan sedikit bukaan membantu mengurangi terpaan angin kencang, sedangkan dinding batu yang tebal membantu menjaga suhu di dalam rumah. Menariknya, palloza secara tradisional tidak hanya digunakan sebagai tempat tinggal, tetapi juga memiliki area untuk ternak. Perapian di bagian tengah turut membantu menghangatkan ruangan selama musim dingin.

  3. 3. Trulli, rumah batu dengan atap kerucut khas Italia

    trulli
    trulli (commons.wikimedia.org/MPhernambucq)

    Di wilayah Alberobello, Puglia, Italia, terdapat trulli, rumah tradisional yang dikenal dengan dinding batu kapur dan atap berbentuk kerucut. Bangunan ini dibuat menggunakan teknik batu kering tanpa semen atau mortar, dengan batu kapur yang dikumpulkan dari wilayah sekitarnya. Alberobello menjadi salah satu kawasan dengan kumpulan trulli yang paling banyak dan terawat, dengan lebih dari 1.500 bangunan di Rione Monti dan Aia Piccola.

    Selain bentuknya yang unik, atap trulli juga memiliki daya tarik tersendiri. Beberapa atap dihiasi simbol mitologis atau keagamaan menggunakan warna putih, sementara bagian puncaknya dilengkapi ornamen dekoratif yang dipercaya untuk menangkal pengaruh buruk atau kesialan. Menariknya, trulli hingga kini masih dihuni dan menjadi bagian dari lanskap bersejarah Alberobello.

  4. 4. Rondavel, rumah bundar khas Afrika bagian selatan

    rondavel
    rondavel (commons.wikimedia.org/Rob Oo)

    Rondavel merupakan rumah tradisional yang banyak ditemukan di Afrika bagian selatan, seperti Afrika Selatan, Lesotho, Eswatini, dan Botswana. Rumah ini berbentuk bulat dengan dinding yang umumnya dibuat dari batu dan campuran tanah atau pasir. Bagian atasnya memiliki atap jerami tinggi berbentuk kerucut yang ditopang oleh rangka kayu. Bahan-bahan yang digunakan biasanya mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

    Bentuk rondavel bisa sedikit berbeda di setiap daerah, misalnya pada tinggi dinding, kemiringan atap, dan hiasan di bagian luar. Ada yang dihiasi ukiran atau lukisan, tetapi ada juga yang dibiarkan sederhana. Seiring berkembangnya waktu, sebagian rondavel sudah menggunakan bahan modern seperti semen, batu bata, beton, atau atap seng.

  5. 5. Tulou, hunian komunal berbentuk lingkaran dari Tiongkok

    tulou
    tulou (commons.wikimedia.org/Gisling)

    Tulou merupakan hunian tradisional yang banyak ditemukan di wilayah pegunungan Provinsi Fujian, Tiongkok. Bangunan ini dibuat dari tanah dan memiliki beberapa lantai yang mengelilingi halaman terbuka di tengah. Bentuknya tidak selalu melingkar karena ada pula tulou yang berbentuk persegi. Namun, tulou berbentuk lingkaran menjadi salah satu bentuk yang paling khas. Ukurannya cukup besar, bahkan satu bangunan dapat menjadi tempat tinggal hingga sekitar 800 orang. Dinding luarnya yang tinggi dan tebal hanya memiliki satu pintu masuk, sedangkan jendela umumnya terdapat mulai lantai dua.

    Tulou tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi satu klan. Setiap keluarga memiliki beberapa ruangan di dalam bangunan yang sama, sehingga tulou dapat diibaratkan seperti sebuah desa dalam satu bangunan. Bentuk dan dindingnya yang kokoh juga dahulu digunakan untuk melindungi penghuni dari ancaman luar.

    Itulah lima rumah tradisional berbentuk bundar yang tersebar di berbagai belahan dunia. Meski memiliki bentuk yang serupa, masing-masing punya fungsi dan cerita yang berbeda sesuai dengan lingkungan serta budaya setempat. Dari kelimanya, mana yang ingin kamu lihat secara langsung?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More