5 Fakta Unik dan Menarik Ular Tangga, Kebiasaannya Berubah Sesuai Musim

- Ular tangga (Zamenis scalaris) adalah spesies tidak berbisa endemik Eropa, ditemukan di Spanyol, Portugal, Gibraltar, dan Prancis, serta hidup di semak, rumput, bebatuan, dataran rendah hingga pegunungan.
- Panjangnya umumnya hingga 1,2 meter, meski dapat mencapai 1,7 meter. Tubuh cokelat berpola hitam membantunya berkamuflase; sekitar 75 persen makanannya berupa mamalia kecil.
- Ular tangga biasanya aktif siang hari, tetapi menjadi nokturnal saat musim panas. Spesies ovipar ini matang seksual pada usia lima tahun dan dapat bertelur hingga 15 butir.
Jika mendengar kata ular tangga mungkin kamu akan membayangkan permainan masa kecil. Uniknya, ternyata ada spesies ular asli yang bernama ular tangga, lho. Nah, spesies tersebut memiliki nama ilmiah Zamenis scalaris dan bisa ditemukan di wilayah Eropa. Tentunya, ukurannya tidak sebesar tangga. Walau begitu, ular tidak berbisa tersebut menyimpan segudang keunikan.
Contohnya, kebiasaan ular tangga bisa berubah sesuai iklim dan cuaca. Soal reproduksi, ia baru bisa bereproduksi saat sudah mencapai usia lima tahun. Ular ini memang kecil, namun ia merupakan predator yang sangat ditakuti oleh mamalia kecil seperti tikus dan celurut. Sayangnya, pamor ular ini tak terlalu tinggi. Maka dari itu, mari kita bahas berbagai fakta unik dan menarik tentang ular tangga.
1. Hidup di wilayah Eropa

ular tangga (commons.wikimedia.org/Benny Trapp) Dilansir The Reptile Database, ular tangga merupakan satwa endemik benua Eropa. Tercatat, ia bisa ditemukan di beberapa daerah, seperti Spanyol, Portugal, Gibraltar, dan Prancis. Soal habitat, ular tangga kerap dijumpai, bersembunyi, dan berkamuflase di semak-semak, rerumputan, dan bebatuan. Sebenarnya, ia lebih suka tinggal di dataran rendah yang ketinggian tak lebih dari 700 meter di atas permukaan laut. Namun, di beberapa kesempatan ular tangga juga bisa hidup di dataran tinggi yang ketinggiannya mencapai 2,000 meter di atas permukaan laut.
2. Ular kecil berwarna cokelat

ular tangga (commons.wikimedia.org/Bouke ten Cate) Laman Wildlife in France menjelaskan kalau ular tangga mampu tumbuh hingga sepanjang 1.7 meter. Namun, di banyak kesempatan panjang ular ini tak lebih dari 1.2 meter. Ular ini punya perawakan yang mirip dengan ular lain, yaitu badan ramping, ekor runcing, dan kepala yang agak meruncing. Soal warna, ular ini punya dua warna dasar yang dominan, yaitu cokelat muda dan cokelat tua. Kemudian, corak garis, loreng, dan tutul hitam juga hadir di tubuhnya. Nah, perpaduan warna dan corak tersebut digunakan reptil ini untuk berkamuflase dan bersembunyi dari predator.
3. Sekitar 75 persen makanannya adalah mamalia kecil

ular tangga (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT) Seperti spesies ular tikus lain, makanan utama ular ini adalah mamalia kecil seperti tikus, kelinci, dan celurut. Dilansir JungleDragon, sekitar 75 persen makanannya terdiri atas tiga hewan tersebut. Walau begitu, terkadang ular tangga juga akan memakan hewan lain, seperti burung, serangga, kadal, dan laba-laba. Karena tidak berbisa, ular ini mengandalkan lilitan kuat dan giginya yang tajam untuk berburu. Lebih lanjut, saat berburu ular tangga akan memanjat pohon, naik ke dinding, bahkan masuk ke lubang persembunyian mangsanya.
4. Menjadi hewan nokturnal pada musim panas

ular tangga (commons.wikimedia.org/FOTO-ARDEIDAS) Secara umum, ular tangga merupakan hewan diurnal yang aktif pada siang hari. Namun, laman Animalia menjelaskan kalau reptil ini bisa berubah menjadi nokturnal saat musim panas dan saat suhu lingkungan menjadi sangat panas. Kemungkinan, pergantian kebiasaan tersebut terjadi dalam rangka menghindari suhu panas yang menyengat dan berbahaya. Ular tangga juga merupakan hewan soliter yang penyendiri. Ia juga agresif dan defensif, jadi ular ini tak segan untuk menyerang dan menggigit manusia jika merasa terganggu atau terancam. Jadi, kamu harus waspada ketika bertemu dengannya.
5. Mencapai kematangan seksual pada usia lima tahun

ular tangga (commons.wikimedia.org/CREAC Calafell) Laman iNaturalist menjelaskan kalau ular tangga merupakan spesies ovipar yang bereproduksi dengan cara bertelur. Dalam satu masa reproduksi, ular ini mampu menghasilkan hingga 15 butir telur yang nantinya menetas dalam waktu 5 hingga 12 minggu. Uniknya, setelah menetas anakan ular tangga akan dijaga dan dirawat oleh induknya selama beberapa hari. Hal tersebut sangat berbeda dari ular lain yang sama sekali tidak peduli dengan anak-anaknya yang baru menetas. Terakhir, ular tangga baru mencapai kematangan seksual saat mencapai usia lima tahun.
Gak cuma namanya yang unik, ternyata ular tangga juga memiliki kehidupan yang tak biasa. Maka dari itu, ular tangga bisa dikategorikan sebagai hewan yang eksotis. Sebagai hewan eksotis, sudah sewajarnya jika kehidupan dan eksistensi ular tangga harus selalu dijaga. Dalam hal ini, kamu gak boleh mengganggu, mengusik, membunuh, membasmi, atau merusak habitat reptil tersebut.





















![[QUIZ] Seberapa Tahu Kamu tentang Planet Venus? Cek di Sini](https://image.idntimes.com/post/20250130/quiz-seberapa-tahu-kamu-tentang-planet-venus-2-69abf027475f4cd55635c381de909543.jpg)