Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Unik Lucca, Kota Tembok yang Bikin Nostalgia Abad Pertengahan

5 Fakta Unik Lucca, Kota Tembok yang Bikin Nostalgia Abad Pertengahan
potret Kota Lucca, Italia (unsplash.com/Kateryna Senkevych)
  • Lucca di Tuscany mempertahankan tembok abad ke-16 sepanjang sekitar 4 kilometer yang kini menjadi taman publik dan jalur jalan kaki maupun sepeda.
  • Kota ini merupakan tempat kelahiran komposer Giacomo Puccini; rumah masa kecilnya menjadi museum, sementara festival musik tahunan menghidupkan warisannya.
  • Pesona Lucca juga terlihat dari gereja bersejarah, Menara Guinigi berpohon ek di puncak, serta kuliner tradisional seperti tordelli lucchese dan buccellato.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ada sesuatu yang magis saat berjalan di kota Lucca, Italia. Begitu kaki melangkah di antara jalan-jalan batunya, atmosfer masa lalu terasa begitu kental, seolah waktu berhenti di era ksatria dan bangsawan. Kota kecil di wilayah Tuscany ini dikenal karena pesonanya yang klasik, tembok kotanya yang megah, dan suasananya yang tenang namun memikat. Banyak wisatawan yang merasa seolah terseret ke dalam dongeng saat menjelajahinya, terutama karena arsitektur dan budaya yang masih terjaga dengan sangat baik.

Lucca bukan sekadar kota tua biasa; ia adalah saksi sejarah panjang Italia yang berhasil bertahan di tengah modernisasi. Setiap sudutnya menyimpan kisah, dari tembok raksasa yang melingkarinya hingga bangunan bergaya Romawi yang masih berdiri kokoh. Kota ini punya karakter unik yang gak dimiliki kota lain di Italia, sebuah kombinasi antara keindahan, ketenangan, dan sejarah yang hidup di setiap jengkalnya. Nah, berikut lima fakta unik tentang Lucca yang akan membuat siapa pun jatuh cinta dengan pesonanya yang abadi.

  1. 1. Tembok kota yang masih utuh sejak abad ke-16

    potret tembok Kota Lucca, Italia
    potret tembok Kota Lucca, Italia (commons.wikimedia.org/Alex2015Genova)

    Salah satu ciri paling khas dari Lucca adalah tembok kotanya yang masih utuh mengelilingi pusat kota. Dibangun pada abad ke-16, tembok ini awalnya berfungsi sebagai benteng pertahanan, tapi kini justru menjadi jalur favorit warga untuk berjalan santai atau bersepeda. Dengan panjang sekitar 4 kilometer, jalur di atas tembok menawarkan pemandangan kota yang menenangkan, lengkap dengan pepohonan rindang di kedua sisinya.

    Keunikan lainnya, tembok ini gak pernah digunakan untuk perang, sehingga kondisinya tetap terawat hingga sekarang. Pemerintah kota bahkan mengubahnya menjadi taman publik yang hijau dan bersih, tempat warga lokal menikmati sore hari atau sekadar berbincang santai. Keberadaan tembok ini membuat Lucca terasa berbeda, seolah seluruh kota dilindungi oleh pelukan sejarah yang hangat dan damai.

  2. 2. Kota kelahiran komposer legendaris Giacomo Puccini

    potret Giacomo Puccini
    potret Giacomo Puccini (commons.wikimedia.org)

    Lucca punya kebanggaan tersendiri karena menjadi tanah kelahiran salah satu komposer opera paling terkenal di dunia, Giacomo Puccini. Lahir pada tahun 1858, Puccini dikenal lewat karya monumental seperti La Bohème, Tosca, dan Madama Butterfly. Jejaknya masih sangat terasa di kota ini, terutama di rumah masa kecilnya yang kini dijadikan museum dengan koleksi pribadi, partitur, hingga piano yang pernah digunakan sang maestro.

    Setiap tahun, Lucca menyelenggarakan festival musik Puccini yang menarik pengunjung dari seluruh dunia. Konser-konsernya sering diadakan di alun-alun atau gereja tua, menciptakan suasana yang khidmat sekaligus romantis. Bagi pencinta musik klasik, berkunjung ke Lucca serasa menapaktilas perjalanan seorang jenius yang karyanya terus hidup di hati penikmat seni hingga kini.

  3. 3. Penuh gereja tua dengan arsitektur menawan

     potret San Michele in Foro, Lucca, Italia
    potret San Michele in Foro, Lucca, Italia (unsplash.com/Siegfried Poepperl)

    Lucca sering dijuluki “Kota Seratus Gereja,” meskipun jumlah pastinya gak sampai seratus. Julukan ini muncul karena banyaknya bangunan gereja bersejarah dengan arsitektur megah yang tersebar di penjuru kota. Salah satu yang paling terkenal adalah San Michele in Foro, gereja bergaya Romanesque dengan fasad yang dihiasi patung-patung detail luar biasa.

    Selain itu, ada pula Duomo di San Martino, katedral utama Lucca yang menampilkan campuran gaya Gothic dan Romanesque. Interiornya menakjubkan dengan karya seni berusia ratusan tahun yang masih terjaga keindahannya. Berjalan dari satu gereja ke gereja lain terasa seperti perjalanan melintasi waktu, menyaksikan bagaimana iman dan seni berpadu menciptakan keabadian.

  4. 4. Menara Guinigi yang dihiasi pohon di puncaknya

    potret Torre Guinigi, Lucca, Italia
    potret Torre Guinigi, Lucca, Italia (commons.wikimedia.org/Zairon)

    Bayangkan menara batu abad pertengahan yang di puncaknya tumbuh pepohonan rindang, itulah Torre Guinigi, ikon khas Lucca yang gak bisa dilewatkan. Dibangun oleh keluarga bangsawan Guinigi pada abad ke-14, menara ini menjadi simbol status sekaligus perlindungan. Namun, yang membuatnya unik adalah taman kecil dengan pohon ek yang tumbuh di bagian atasnya, memberi nuansa hijau yang kontras dengan warna bata tua bangunan.

    Dari puncak menara, pengunjung bisa menikmati panorama 360 derajat kota Lucca dan wilayah Tuscany yang memesona. Pohon-pohon di atas menara melambangkan kebangkitan dan kekuatan keluarga Guinigi di masa lalu. Keunikan arsitektur ini menjadikan menara tersebut sebagai salah satu spot paling ikonik sekaligus romantis di seluruh Italia.

  5. 5. Kota dengan tradisi kuliner yang autentik

    ilustrasi buccellato
    ilustrasi buccellato (freepik.com/chandlervid85)

    Selain sejarah dan arsitekturnya, Lucca juga dikenal dengan kuliner khas yang menggoda. Hidangan tradisional seperti tordelli lucchese pasta isi daging dengan saus tomat kental menjadi favorit banyak pengunjung. Lalu ada buccellato, roti manis dengan aroma adas yang khas, sering dijadikan oleh-oleh wajib dari kota ini.

    Setiap restoran di Lucca punya caranya sendiri untuk menjaga resep tradisional tetap hidup tanpa kehilangan cita rasa aslinya. Makan malam di trattoria lokal sambil menikmati segelas anggur merah dari kebun sekitar terasa begitu autentik dan berkesan. Lewat cita rasa kulinernya, Lucca seakan berbicara lembut kepada siapa pun yang datang: bahwa keindahan masa lalu bisa tetap hidup lewat rasa yang tak lekang oleh waktu.

    Lucca bukan hanya sekadar kota tua di peta Italia, ia adalah potret nyata bagaimana sejarah, budaya, dan kehidupan modern bisa berjalan berdampingan tanpa kehilangan jati diri. Dari tembok megahnya yang abadi hingga aroma kuliner yang menggoda, setiap elemen Lucca mengajarkan arti keindahan yang sederhana namun mendalam.

    Kota ini menyimpan pesona yang gak bisa dijelaskan dengan kata-kata, hanya bisa dirasakan lewat langkah perlahan dan pandangan penuh kekaguman. Mengunjungi Lucca berarti menyelami masa lalu sambil menikmati ketenangan masa kini, sebuah pengalaman yang tak terlupakan bagi siapa pun yang mencintai keaslian dan harmoni.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More