Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Unik Golden Crowned Sifaka, Punya Gigi Mirip Sisir!

5 Fakta Unik Golden Crowned Sifaka, Punya Gigi Mirip Sisir!
Golden crowned sifaka (commons.wikimedia.org/Jeff Gibbs)

Golden crowned sifaka termasuk primata yang memiliki penampilan memukau. Ini lantaran tubuhnya ditumbuhi oleh bulu berwarna emas sehingga dapat mencuri perhatian siapa saja yang melihatnya. Mereka sangat suka bersosialisasi di alam liar.

Di sisi lain, golden crowned sifaka berstatus sebagai hewan langka yang sulit ditemukan keberadaannya. Memiliki sistem reproduksi yang tergolong lambat, berikut beberapa fakta menarik seputar golden crowned sifaka. Simak nih ulasannya!

1. Habitat asli golden crowned sifaka

Golden crowned sifaka (uk.inaturalist.org/Martin Mandak)
Golden crowned sifaka (uk.inaturalist.org/Martin Mandak)

Golden crowned sifaka merupakan hewan endemik asal benua Afrika. Namun, populasi mereka hanya dapat ditemukan di Madagaskar. Dilansir dari laman Animalia, sebagian besar dari populasi mamalia ini terdapat di wilayah Daraina yang berada di Madagaskar bagian timur.

Mereka mendiami berbagai jenis hutan mulai dari hutan kering hingga hutan gugur. Golden crowned sifaka termasuk hewan herbivora. Untuk bertahan hidup, golden crowned sifaka memakan berbagai jenis buah-buahan, biji-bijian, daun, dan bunga.

2. Kebiasaan hidup di alam liar

Golden crowned sifaka (uk.inaturalist.org/ Kevin Schafer )
Golden crowned sifaka (uk.inaturalist.org/ Kevin Schafer )

Golden crowned sifaka merupakan hewan sosial. Mereka hidup dengan membentuk grup yang jumlahnya berkisar antara 5 - 6 individu. Mamalia ini aktif beraktifitas pada siang hari seperti bersosialisasi dan berkembang biak.

Sedangkan di malam hari, mereka akan beristirahat di dalam sarnganya yang terdapat di atas puncak pohon. Golden crowned sifaka juga bersifat teritorial yang akan mati-matian mempertahankan wilayah kekuasaannya dari sifaka lainnya. Biasanya hewan ini menandai wilayahnya dengan aroma yang dikeluarkan dari tubuhnya.

3. Ciri khas fisik

Golden crowned sifaka (commons.wikimedia.org/Jeff Gibbs)
Golden crowned sifaka (commons.wikimedia.org/Jeff Gibbs)

Golden crowned sifaka termasuk primata berukuran kecil. Dilansir laman Animaldiversity, mereka rata-rata hanya mempunyai panjang tubuh 48 sentimeter dan berat maksimal 3 kilogram. Sedangkan panjang ekornya bisa mencapai 39 sentimeter. 

Sebagian besar tubuh golden crowned sifaka ditutupi oleh bulu berwarna putih keemasan. Namun, pada bagian atas kepalanya ditumbuhi bulu berwarna orange. Bentuk giginya mirip sisir yang sering digunakan untuk membersihkan kotoran yang menempel pada bulunya.

4. Sistem reproduksi

Golden crowned sifaka (uk.inaturalist.org/Matthias Markolf)
Golden crowned sifaka (uk.inaturalist.org/Matthias Markolf)

Hingga saat ini belum ada informasi detail seputar cara berkembang biak golden crowned sifaka. Musim kawin primata ini berlangsung mulai dari bulan Januari hingga Maret. Betina hanya mampu melahirkan satu ekor anak dalam satu kali persalinan. 

Sedangkan masa kehamilannya memakan waktu sekitar enam bulan. Anak yang baru lahir akan terus menempel pada perut ibunya. Golden crowned sifaka akan mencapai tingkat kematangan seksual ketika menginjak usia 3 tahun.

5. Populasi yang kian menurun

Golden crowned sifaka (uk.inaturalist.org/Eric Mathieu)
Golden crowned sifaka (uk.inaturalist.org/Eric Mathieu)

Menurut data yang dikeluarkan oleh Badan Konservasi Alam Dunia menunjukan jumlah golden crowned sifaka yang tersisa di alam liar berkisar antara 6.000 hingga 10.000 ekor. Mereka telah dimasukan ke dalam daftar hewan dilindungi.

Populasi golden crowned sifaka menurun secara signifikan sejak tahun 1985. Ini lantaran penggundulan hutan sering terjadi yang membuat habitatnya menjadi hilang. Di alam liar, golden crowned sifaka mampu bertahan hidup hingga usia maksimal 20 tahun.

Daya tarik golden crowned sifaka memang terletak pada ukurannya yang mini serta bulu berwarna keemasan. Semoga ada upaya yang dilakukan agar populasi primata ini kembali stabil.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Related Articles

See More

4 Tips Merawat Anak Anjing Tanpa Induk agar Tumbuh Sehat

09 Mei 2026, 20:05 WIBScience
Apa Fungsi Tanduk Jerapah?

Apa Fungsi Tanduk Jerapah?

08 Mei 2026, 18:05 WIBScience