Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Unik Laba-laba Kebun Eropa, Betina Akan Memakan Jantan
laba-laba kebun eropa (commons.wikimedia.org/Silvio Navaretti)
  • Laba-laba kebun Eropa tersebar di Eropa hingga Amerika Utara, menghuni area terbuka, pertanian, dan permukiman serta memanfaatkan struktur buatan untuk membuat sarang.
  • Betina dapat memakan jantan setelah kawin untuk memenuhi gizi sebelum bertelur, lalu menjaga telur sendiri selama berminggu-minggu tanpa makan.
  • Spesies ini memiliki kaki khusus pembuat jaring, warna tubuh beragam dengan corak putih di abdomen, dan bisanya umumnya tidak berbahaya bagi manusia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hewan kecil seperti laba-laba sering dipandang remeh oleh banyak orang. Tak hanya itu, mereka juga ditakuti karena dianggap sebagai hewan berbisa yang berbahaya, Padahal, hal tersebut tak sepenuhnya benar, lho. Justru, beberapa spesies seperti laba-laba kebun eropa (Araneus diadematus) sebenarnya merupakan hewan yang unik.

Keunikan laba-laba kebun eropa tercermin dari berbagai aspek, mulai dari kehidupan, penyebaran, hingga kebiasaannya. Hewan berkaki delapan tersebut juga punya warna mencolok, menampik stigma kuno yang menyatakan bahwa laba-laba adalah hewan yang menyeramkan. Mau tahu apa saja fakta unik laba-laba kebun eropa? Berikut pembahasannya.

1. Distribusinya mencakup Eropa hingga Amerika Utara

laba-laba kebun eropa (commons.wikimedia.org/Julia Cresswell)

Laman JungleDragon menerangkan bahwa laba-laba kebun eropa tersebar luas di wilayah holarctic (bumi bagian utara). Ia bisa ditemukan di Eropa, Amerika Serikat, Kanada, hingga Meksiko. Hewan tersebut biasanya akan beraktivitas di area yang terbuka seperti padang rumput dan daerah pertanian. Tak jarang, laba-laba kebun eropa juga menghuni area pemukiman, khususnya di dekat sumber cahaya, rumah, atau bangunan lain. Spesies ini juga adaptif karena bisa memanfaatkan berbagai struktur buatan manusia untuk membangun sarang, menangkap mangsa, dan bersembunyi.

2. Laba-laba jantan akan dimakan betina setelah kawin

laba-laba kebun eropa (commons.wikimedia.org/Michael Gäbler)

Sama seperti spesies orbweaver lain, laba-laba kebun eropa merupakan hewan kanibal di mana individu betina akan memakan individu jantan setelah kawin. Dilansir Life in a Southern Forest, fenomena tersebut disebut kanibalisme seksual. Dalam hal ini, betina akan memakan jantan dalam rangka memenuhi gizinya sebelum bertelur. Pasalnya, setelah kawin laba-laba betina akan menjaga telur-telur secara mandiri tanpa bantuan dari jantan. Selama beberapa minggu, laba-laba betina tak akan makan karena fokus untuk menjaga telur-telurnya dari berbagai ancaman.

3. Kakinya dirancang khusus untuk membentuk jaring

laba-laba kebun eropa (commons.wikimedia.org/Isiwal)

Laman iNaturalist menjelaskan bahwa kaki laba-laba kebun eropa secara khusus dirancang untuk membuat sarang atau membentuk jaring. Karena itu, laba-laba ini memiliki kaki yang panjang, kuat, fleksibel, dan memiliki ujung yang runcing. Biasanya, kegiatan pembuatan sarang akan dilakukan oleh laba-laba betina berukuran besar. Setelah sarangnya selesai, laba-laba kebun eropa akan memposisikan diri di bagian tengah sarang sembari menunggu mangsa terjebak. Mangsanya sendiri mencakup hewan berukuran kecil seperti lalat, nyamuk, ngengat, atau larva serangga.

4. Laba-laba kebun eropa punya warna yang beragam

laba-laba kebun eropa (commons.wikimedia.org/Ivar Leidus)

Laba-laba kebun eropa merupakan spesies berukuran kecil dengan panjang sekitar 6,5-20 milimeter untuk betina dan 5,5-13 milimeter untuk individu jantan. Bentuk tubuhnya tak jauh berbeda dengan laba-laba lain, yaitu memiliki abdomen yang besar dan membulat, badannya kecil, kakinya panjang, serta laba-laba ini ditumbuhi bulu-bulu halus di sekujur tubuhnya. Variasi warna laba-laba kebun eropa juga beragam, mulai dari cokelat, jingga, kuning, abu-abu, hingga kemerahan. Laba-laba ini juga memiliki corak putih di abdomen yang menjadi salah satu ciri khasnya.

5. Laba-laba kebun eropa tidak berbahaya bagi manusia

laba-laba kebun eropa (commons.wikimedia.org/Antoni Roszak)

Laman Essig Museum of Entomology menjelaskan bahwa laba-laba kebun eropa sama sekali tidak berbahaya bagi manusia. Meski begitu, ia tetap memiliki bisa yang akan digunakan untuk melumpuhkan mangsa. Efek bisanya pada manusia terhitung lemah karena hanya menimbulkan efek seperti sengatan lebah, yaitu rasa sakit yang tak terlalu kuat dan pembengkakan kecil. Untungnya, kasus gigitan laba-laba kebun eropa jarang terjadi. Jika bertemu manusia hewan ini lebih memilih untuk kabur dan hanya akan menggigit ketika merasa terancam atau terpojok.

Setelah membahas fakta unik laba-laba kebun eropa kamu jadi tahu tentang kehidupan hewan tersebut. Kamu juga belajar bahwa laba-laba sekali pun harus dilestarikan karena sejatinya ia adalah makhluk yang berhak untuk hidup. Sebagai manusia, kita harus menghormati kehidupan laba-laba, jangan mengusik habitatnya, dan harus berusaha hidup berdampingan dengannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article