Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Unik Lalat Kalajengking, Hobi Curi Makanan dari Laba-laba
Panorpa communis (André Karwath aka Aka, CC BY-SA 2.5, via Wikimedia Commons)
  • Panorpa communis tampak seperti kalajengking karena capit merah pada jantan, tetapi tidak berbisa; organ itu dipakai untuk menahan betina saat kawin.
  • Serangga pemakan bangkai ini kerap mencuri mangsa dari jaring laba-laba, sementara jantan membawa serangga mati atau ludah bernutrisi sebagai hadiah kawin.
  • Lalat kalajengking termasuk ordo Mecoptera yang telah ada sejak zaman Permian, dengan rostrum panjang untuk mengambil makanan di celah, jaring, atau mengisap nektar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dunia serangga selalu menyimpan kejutan yang tidak ada habisnya bagi para pencinta alam. Salah satu makhluk paling unik yang bisa kita temukan di kawasan semak belukar Eropa adalah lalat kalajengking atau Panorpa communis. Serangga ini sering kali menarik perhatian karena bentuk fisiknya yang tidak biasa dan perilakunya yang sangat menarik untuk diamati.

Meskipun penampilannya tampak mengerikan seperti kalajengking berbisa, serangga purba ini sebenarnya sama sekali tidak berbahaya bagi manusia. Mereka biasanya muncul sepanjang musim panas untuk mencari makan dan melakukan ritual kawin yang sangat unik. Dengan memahami kehidupan serangga ini, kita bisa melihat bagaimana adaptasi luar biasa membantu mereka bertahan sejak jutaan tahun yang lalu.

1. Penampilan seram dengan ekor capit yang sebenarnya cuma hiasan

Panorpa communis (Mathias Krumbholz, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Melihat serangga ini pertama kali pasti akan membuat kamu kaget. Bagian belakang tubuh lalat jantan memiliki capit melengkung berwarna merah cerah. Bentuk capit tersebut sangat mirip dengan alat penyengat kalajengking yang mematikan. Namun, kamu tidak perlu khawatir atau langsung lari menjauh.

Ekor yang tampak mengerikan itu sebenarnya sama sekali tidak memiliki bisa. Alat tersebut adalah organ penjepit yang digunakan jantan saat musim kawin tiba. Jantan menggunakannya hanya untuk memegang tubuh betina agar tidak lepas. Jadi, penampilan sangar ini murni hanya untuk urusan asmara mereka.

2. Hobi mencuri makanan dari jaring laba-laba yang berbahaya

Panorpa communis (André Karwath aka Aka, CC BY-SA 2.5, via Wikimedia Commons)

Lalat kalajengking memiliki kebiasaan makan yang cukup ekstrem dan nekat. Mereka adalah hewan pemakan bangkai yang sangat menyukai serangga mati. Alih-alih berburu sendiri, mereka lebih suka mencari makanan yang sudah siap saji. Salah satu target favorit mereka adalah mangsa yang terjebak di jaring laba-laba.

Kebiasaan mencuri ini tentu saja memiliki risiko yang sangat tinggi bagi keselamatan mereka. Mereka harus bergerak sangat cepat dan waspada agar tidak ikut menjadi santapan laba-laba. Jika lengah sedikit saja, mereka bisa ikut terjerat dalam jaring sutra tersebut. Namun, insting bertahan hidup yang kuat membuat mereka tetap berani melakukan aksi nekat ini.

3. Mahar pernikahan unik berupa ludah atau serangga mati

potret perkawinan Panorpa communis (GabrielBuissart, CC BY 2.5, via Wikimedia Commons)

Dunia percintaan lalat kalajengking ternyata dipenuhi dengan taktik yang sangat cerdas. Sebelum kawin, lalat jantan harus menyiapkan hadiah pernikahan atau mas kawin khusus untuk betina. Hadiah ini biasanya berupa serangga mati yang segar atau tetesan air liur mereka sendiri. Air liur jantan ini kaya akan nutrisi yang sangat disukai oleh betina.

Betina akan menikmati hidangan tersebut dengan santai selama proses perkawinan berlangsung. Jika jantan tidak membawa hadiah, betina bisa menjadi sangat agresif dan menolak perkawinan. Bahkan, dalam beberapa kasus, betina yang lapar bisa menyerang dan membunuh jantan tersebut. Oleh karena itu, membawa hadiah adalah jaminan keselamatan sekaligus penentu kesuksesan perkawinan mereka.

4. Bagian dari kelompok serangga purba yang lebih tua dari dinosaurus

potret Panorpa communis berburu mangsa (Richard Bartz, Munich aka Makro Freak Image:MFB.jpg, CC BY-SA 2.5, via Wikimedia Commons)

Lalat kalajengking bukanlah serangga baru yang muncul di bumi baru-baru ini. Mereka termasuk dalam ordo Mecoptera yang merupakan kelompok serangga sangat kuno. Berdasarkan catatan fosil, nenek moyang mereka sudah hidup sejak zaman Permian. Zaman purba tersebut berlangsung sekitar 250 juta tahun yang lalu.

Fakta ini membuat mereka layak disebut sebagai fosil hidup yang mengagumkan. Para ilmuwan menduga kelompok serangga ini adalah nenek moyang dari kupu-kupu dan lalat modern. Meskipun bumi telah mengalami banyak kepunahan massal, mereka berhasil bertahan hidup hingga hari ini. Bentuk tubuh mereka juga tidak banyak berubah sejak masa prasejarah tersebut.

5. Bentuk wajah yang aneh dengan moncong panjang seperti paruh

potret bagian kepala Panorpa communis (Richard Bartz, Munich aka Makro Freak Image:MFB.jpg, CC BY-SA 2.5, via Wikimedia Commons)

Selain ekornya yang unik, bagian kepala lalat ini juga sangat menarik perhatian. Kepala mereka memanjang ke bawah membentuk struktur yang mirip seperti paruh burung. Struktur kepala yang unik ini dikenal dengan istilah rostrum dalam dunia entomologi. Di ujung moncong panjang inilah terdapat organ mulut yang digunakan untuk mengunyah makanan.

Bentuk wajah seperti ini sangat membantu mereka dalam mencari makanan di tempat sempit. Mereka bisa dengan mudah merogoh sela-sela daun atau jaring laba-laba untuk mengambil makanan. Moncong panjang ini juga digunakan untuk menghisap cairan tanaman atau nektar bunga. Adaptasi anatomi yang luar biasa ini membuat mereka menjadi pemakan segala yang tangguh.

Lalat kalajengking Panorpa communis adalah bukti nyata bahwa alam selalu memiliki cara unik untuk menciptakan makhluk hidup yang luar biasa. Meskipun penampilannya tampak mengintimidasi, perilaku unik dan sejarah panjang mereka justru sangat menarik untuk dipelajari lebih dalam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article