Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Universitas Harvard, Lembaga Pendidikan Tinggi Tertua di AS
Pemandangan malam hari dari Universitas Harvard. (commons.wikimedia.org/Meihe Chen)
  • Universitas Harvard berdiri tahun 1636 di Massachusetts, menjadikannya perguruan tinggi tertua di Amerika Serikat dan dinamai untuk menghormati donatur pertamanya, John Harvard.
  • Harvard memiliki sistem perpustakaan akademik terbesar di dunia dengan lebih dari 20 juta koleksi dalam ratusan bahasa, mendukung riset lintas disiplin dari hukum hingga budaya Asia.
  • Tradisi unik seperti patung 'Three Lies' dan acara 'Primal Scream' menunjukkan sisi historis sekaligus dinamis kehidupan mahasiswa di kampus legendaris ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Siapa yang gak tahu Universitas Harvard? Kampus swasta legendaris yang terletak di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat ini dikenal luas sebagai salah satu institusi pendidikan paling bergengsi dan berpengaruh di dunia. Lokasinya yang strategis membuat suasana akademisnya terasa begitu hidup. Di balik nama besarnya, Universitas Harvard ternyata menyimpan banyak sejarah panjang, tradisi unik, hingga catatan prestasi luar biasa yang sering kali bikin kita tercengang.

Namun, tahukah kamu bagaimana kampus tertua di Amerika ini bisa berdiri dan mempertahankan reputasinya selama ratusan tahun? Yuk, kita simak sejarah dan berbagai fakta menarik tentang Universitas Harvard dalam artikel ini!

1. Universitas tertua di amerika serikat

Lukisan cat air Universitas Harvard karya seniman Amerika Richard Rummell tahun 1906. (commons.wikimedia.org/Richard Rummell (1848–1924)/Collection of Arader Galleries)

Universitas Harvard adalah perguruan tinggi tertua di Amerika Serikat yang resmi didirikan pada tahun 1636. Kampus ini lahir melalui hasil pemungutan suara oleh Majelis Agung Koloni Teluk Massachusetts, dan setahun kemudian menunjuk Nathaniel Eaton sebagai kepala sekolah pertamanya. Pada awal berdiri, institusi legendaris ini sebenarnya sempat diberi nama New College.

Nama Harvard sendiri baru dipakai pada tahun 1639 untuk menghormati seorang pendeta muda bernama John Harvard. Menjelang akhir hayatnya, ia menyumbangkan separuh harta warisannya dan 400 buku koleksi pribadinya untuk perpustakaan sekolah. Jadi, meskipun sering dikira sebagai pendiri, John Harvard sebenarnya adalah donatur utama pertama yang sangat berjasa bagi kampus ini.

2. Berdiri sebelum ada kalkulus

Edisi ketiga Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica karya Isaac Newton tahun 1726. (commons.wikimedia.org/Paul Hermans)

Ada fakta unik nih dari lini masa sejarah. Dilansir Interesting Facts, Universitas Harvard ternyata berusia lebih tua daripada ilmu kalkulus! Pada masa-masa awal berdiri tahun 1636, Harvard fokus melatih para pendeta dengan kurikulum yang berpusat pada bahasa klasik, teologi, dan logika, sehingga belum ada mata kuliah matematika yang rumit.

Di seberang samudra, Isaac Newton dan Gottfried Wilhelm Leibniz baru mulai mengembangkan ilmu kalkulus pada tahun 1660-an dan menerbitkannya di tahun 1680-an. Artinya, saat kalkulus baru ditemukan, Harvard sudah meluluskan mahasiswa selama lebih dari 40 tahun. Ilmu kalkulus sendiri baru resmi masuk ke dalam kurikulum asrama Harvard pada tahun 1720-an, hampir seabad setelah kampusnya berdiri.

3. Punya sistem perpustakaan akademik terbesar di dunia

Perpustakaan Memorial Harry Elkins Widener, yang merupakan perpustakaan utama Universitas Harvard. (commons.wikimedia.org/Joseph Williams)

Perpustakaan Harvard memegang rekor sebagai sistem perpustakaan akademik terbesar di dunia yang mengelola lebih dari 20 juta item dalam 460 bahasa. Koleksinya sangat luar biasa, mulai dari buku kuliah harian mahasiswa, dokumen digital yang bisa diakses gratis secara online, hingga buku dan manuskrip langka untuk penelitian tingkat lanjut. Bahkan, tiap departemen seperti hukum, bisnis, astronomi, hingga studi budaya Asia punya koleksi khusus mereka sendiri.

Di perpustakaan ini, kamu bisa menemukan arsip sejarah yang sangat berharga dan sulit dicari di tempat lain. Beberapa di antaranya adalah karya asli penulis ternama dunia seperti Emily Dickinson dan Ernest Hemingway, koleksi teater langka abad ke-18, hingga dokumen arsip penting milik mantan Presiden AS, John F. Kennedy. Semua fasilitas ini disediakan untuk terus mendukung riset dan proses belajar seluruh civitas akademika Harvard.

4. Ada patung patung yang dijuluki "tiga kebohongan"

Patung "The Statue of Three Lies" di Harvard Yard di Universitas Harvard di Cambridge, Massachusetts. (commons.wikimedia.org/Jules Verne Times Two)

Patung perunggu John Harvard di Harvard Yard merupakan ikon kampus yang sangat terkenal dan selalu ramai. Setiap hari, para mahasiswa punya kebiasaan unik menggosok jari kaki patung ini sebelum masuk kelas dengan harapan bisa mendapat keberuntungan saat ujian sulit. Di balik kepopulerannya, patung ini dijuluki "The Statue of Three Lies" alias Patung Tiga Kebohongan karena tulisan prasasti di bawahnya memuat tiga kesalahan sejarah sekaligus.

Tiga kebohongan tersebut adalah tulisan "Pendiri", tahun "1638", dan sosok patung itu sendiri. Kenyataannya, Harvard didirikan pada tahun 1636 lewat pemungutan suara pengadilan kolonial, sedangkan John Harvard hanyalah donatur utama pertama. Selain itu, patung tersebut ternyata bukan wajah asli John Harvard. Karena seluruh lukisan wajahnya hangus terbakar dalam sebuah insiden kebakaran besar, sang pemahat akhirnya menggunakan wajah seorang mahasiswa sebagai model pada tahun 1884.

5. Punya tradisi bernama "primal scream"

Harvard Yard, Harvard Science Center Plaza, dan Massachusetts Avenue di malam hari. (commons.wikimedia.org/Meihe Chen)

Primal Scream adalah tradisi unik di Universitas Harvard di mana para mahasiswa berlarian telanjang mengelilingi area Old Yard tepat pada jam 12 malam sebelum ujian akhir dimulai. Tradisi yang diadakan setiap semester ini tetap berjalan seru meski di tengah musim dingin yang menusuk. Beberapa mahasiswa bahkan sengaja memakai kostum unik seperti jubah atau topeng untuk memeriahkan suasana, sementara jalur lari mereka dipenuhi penonton dan iringan musik dari Band Universitas Harvard.

Tradisi ini diperkirakan dimulai sejak tahun 1960-an atau 70-an, terinspirasi dari metode psikologi untuk melepaskan stres lewat jeritan katarsis. Seiring berjalannya waktu, Primal Scream bergeser menjadi ajang seru-seruan yang menghibur agar mahasiswa bisa rehat sejenak dan melepas penat di tengah tekanan ujian yang berat. Tentu saja acara ini sifatnya sukarela, jadi setiap mahasiswa bebas memilih untuk ikut berlari atau sekadar menonton saja.

Nah, itu dia berbagai fakta seru di balik nama besar Universitas Harvard. Dari sejarahnya yang super panjang sebagai kampus tertua di Amerika hingga tradisinya yang unik, Harvard membuktikan bahwa nilai sejarah dan reputasi mendunianya tidak dibangun dalam semalam. Jadi, fakta mana nih yang paling bikin kamu tercengang?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article