Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Hal yang Bikin Burung Peliharaan Stres, Harus Dihindari
ilustrasi burung peliharaan (unsplash.com/Toan Le)
  • Burung peliharaan bisa mengalami stres akibat suara keras, gangguan predator, perubahan makanan, lingkungan, dan terlalu sering dipegang.
  • Penelitian menunjukkan polusi suara serta kehadiran predator dapat memicu kecemasan, PTSD, hingga gangguan pertumbuhan pada burung.
  • Perubahan pola makan dan lingkungan yang drastis membuat burung sulit beradaptasi sehingga kesehatannya menurun dan rentan stres jangka panjang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat memelihara burung, hal yang harus dilakukan tak hanya memberi makan atau memandikannya. Kondisi psikologis burung juga harus dijaga. Burung peliharaan bisa stres dan hal tersebut akan berpengaruh pada kesehatannya. Nah, apa saja hal yang bikin burung peliharaan stres dan bagaimana mengatasinya?

Beberapa di antaranya adalah suara keras, gangguan predator, hingga perubahan pola makan. Stres juga bisa menyerang semua jenis burung, entah itu beo, nuri, merpati, bahkan burung terestrial seperti ayam atau bebek. Mau burung peliharaanmu selalu sehat, tenang, dan terhindar dari stres? Simak pembahasan berikut, yuk.

1. Suara keras dan lingkungan berisik

ilustrasi burung peliharaan (unsplash.com/suradeach saetang)

Dilansir UF News Archive, suara keras dan polusi suara bisa membuat burung menjadi stres. Bagi anakan burung, suara keras juga akan menimbulkan penyakit. Penelitian yang diterbitkan pada Proceedings of the National Academy of Sciences membuktikan kalau polusi suara membuat burung terkena serangan kecemasan, hipervigilansi, dan membuat fokusnya lebih mudah teralihkan.

Penelitian yang sama juga mengungkap fakta bahwa anakan burung yang hidup di lingkungan berisik menunjukan perubahan ciri fisik, seperti ukuran lebih kecil dan pertumbuhan bulu yang terhambat. Di Amerika Serikat sendiri, peningkatan suara hingga 10 desibel mampu mengurangi wilayah dengar hewan hingga 90 persen. Hal tersebut sangat berbahaya bagi kehidupan dan kesejahteraan hewan.

2. Adanya gangguan dari predator

ilustrasi burung peliharaan (unsplash.com/Nina Zaychenko)

Artikel di jurnal Nature menjelaskan kalau kehadiran predator bisa meningkatkan tingkat stres hewan, tak terkecuali burung. Pasalnya, kehadiran predator membuat burung merasa takut. Di beberapa kasus, bahkan hewan bisa mengalami post-traumatic stress disorder (PTSD) yang sangat buruk bagi kesehatannya. Penelitian lain di jurnal scientific reports juga menambahkan kalau kehadiran predator bisa mengubah kebiasaan dan otak hewan. Jika berlangsung dalam waktu lama, hal tersebut membuat kesehatan burung memburuk, bahkan ia bisa meregang nyawa akibat stres berat.

3. Terlalu sering dipegang

ilustrasi burung peliharaan (unsplash.com/Khushi Gandhi)

Sejatinya, burung tetaplah hewan yang menginginkan kedamaian. Walau sudah dipelihara dalam waktu yang lama, burung tetap memiliki batasan tersendiri, salah satunya soal handling atau dipegang. Penelitian yang diterbitkan di jurnal PubMed menyatakan kalau burung yang terlalu sering dipegang akan mengalami stres dan suhu tubuhnya bisa naik.

Selama observasi, tanda-tanda stres mulai muncul pada 2 menit pertama. Kemudian, burung membutuhkan waktu hingga 1 jam untuk menghilangkan stres tersebut. Laman Best Friends Animal for Society juga menambahkan kalau tak semua spesies burung suka dipegang. Jika ingin memegang burung, kamu harus menggunakan teknik yang tepat dan jangan memegangnya dengan kasar.

4. Perubahan makanan dan pola makan

ilustrasi burung peliharaan (unsplash.com/Leandro Ramos)

Makanan yang seharusnya meningkatkan kesehatan juga bisa memicu stres pada burung. Dilansir Revival Animal Health, pemberian makanan yang tidak bergizi bisa membuat burung kekurangan gizi. Nah, hal tersebut akan memicu stres berat. Makanan dengan kandungan kalori dan lemak berlebih juga meningkatkan hormon reproduksi yang akhirnya memicu stres. Jika terjadi perubahan pola makan secara signifikan, burung juga tak bisa beradaptasi dan akhirnya menjadi stres. Untuk itu, sangat penting bagi kamu untuk memberikan makanan yang bergizi dan memperhatikan pola makan.

5. Perubahan lingkungan

ilustrasi burung peliharaan (unsplash.com/Amit Rai)

Burung merupakan hewan yang rentan stres karena perubahan lingkungan. Berbagai sumber menjelaskan kalau perubahan lingkungan yang dimaksud sangat beragam, seperti pemanasan global, peningkatan suhu, perubahan iklim, urbanisasi, hingga kehadiran manusia. Dalam jangka pendek, burung akan mulai stres, tidak bisa bereproduksi, atau mengalami perubahan sifat. Jika berlangsung dalam waktu yang lama, perubahan lingkungan juga bisa memusnahkan populasi burung di suatu daerah.

Kamu harus memelihara burung dengan sepenuh hati dan perhatikan semua kebutuhannya. Sebisa mungkin, hindari berbagai hal yang membuat burung peliharaan stres. Sebab, stres pada burung bisa memberikan efek jangka panjang yang berbahaya. Hal tersebut juga membuktikan kalau burung mirip dengan manusia, yaitu sensitif dan rentan akan berbagai hal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team