Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Keong Terbesar di Dunia, Sering Ditemukan di Perarian Dangkal
triton raksasa (commons.wikimedia.org/David Burdick, NOAA)
  • Terompet australia menjadi keong terbesar dunia, mencapai 75 sentimeter dan 18 kilogram, hidup di perairan dangkal Australia, Papua Nugini, serta Indonesia.
  • Keong kuda florida dan triton raksasa sama-sama dapat mencapai 60 sentimeter; yang pertama ukurannya menyusut akibat perburuan, sedangkan triton membantu mengendalikan bintang laut.
  • Lighting whelk dapat tumbuh 45 sentimeter dan dimanfaatkan dalam ritual lokal, sementara keong berbonggol mencapai 30 sentimeter, bermigrasi musiman, serta dimanfaatkan sebagai pangan dan alat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Salah satu hewan bercangkang yang paling terkenal adalah keong. Badannya yang lunak, bentuk cangkangnya yang bervariasi, dan populasinya yang melimpah membuat keong mudah dikenali dan bisa ditemukan dengan mudah. Biasanya, keong juga berukuran kecil dengan panjang yang tak lebih dari 5 - 10 centimeter. Walau begitu, ternyata ada beberapa keong berukuran raksasa, lho.

Contohnya, ada terompet australia yang panjang maksimalnya mencapai 20 centimeter. Di sisi lain, keong kuda florida juga besar dan sering ditemukan di perairan dangkal. Tak cuma itu, cangkang keong-keong raksasa tersebut juga sering terdampar di pinggir pantai atau perairan. Penasaran dengan mereka semua? Nah, mari kita bahas lima keong terbesar di dunia agar wawasan kamu makin luas.

1. Terompet australia

terompet australia (commons.wikimedia.org/Amada44)

Dilansir Atlas of Living Australia, Syrinx aruanus atau terompet australia bisa tumbuh hingga sepanjang 75 centimeter. Bobotnya juga tak bisa diremehkan, bahkan mencapai 18 kilogram. Karena ukurannya tersebut, keong ini menyandang gelar sebagai keong terbesar nomor satu di dunia. Bentuk cangkangnya juga khas dengan bagian tengah yang membesar dan bagian depan yang meruncing.

Tak cuma di Australia, keong ini juga bisa dijumpai di Papua Nugini dan Indonesia. Biasanya, ia ditemukan di perairan dangkal seperti di zona intertidal yang kedalamannya sekitar 30 meter. Di alam liar, keong ini hanya bisa memakan cacing polychaete yang berasal dari genus Polyodontes, Loimia, dan Diopatra. Saat berburu, ia menggunakan proboscis atau "belalai"nya yang punya panjang sekitar 25 centimeter.

2. Keong kuda florida

keong kuda florida (commons.wikimedia.org/Eric Polk)

Laman Florida Museum menjelaskan kalau keong dengan nama ilmiah Triplofusus giganteus ini merupakan keong terbesar kedua di dunia. Tercatat, panjang maksimalnya bisa mencapai 60 centimeter. Sayangnya, ukurannya mulai menyusut akibat perburuan yang berlebihan. Karena hal tersebut, saat ini panjang rata-rata dari keong tersebut hanya sekitar 34 - 40 centimeter.

Soal penyebaran, hewan ini bisa dijumpai di Semenanjung Yucatán, Carolina Utara, Florida, hingga Teluk Meksiko. Sama seperti keong lain, ia kerap dijumpai di perairan dangkal, laut dengan dasar berpasir, area berlumpur, dan perairan yang kedalamannya tak lebih dari 100 meter. Di alam liar, ia merupakan predator yang sering memakan gastropoda. Uniknya, ia juga bisa menjadi kanibal saat pasokan makanan menipis.

3. Triton raksasa

triton raksasa (commons.wikimedia.org/Philippe Bourjon)

Punya nama triton raksasa, hewan dengan nama ilmiah Charonia tritonis ini punya panjang maksimal sekitar 60 centimeter. Lebih lanjut, laman Animalia menjelaskan kalau triton raksasa bisa ditemukan di perairan Indo-Pasifik hingga ke Laut Merah. Hewan ini juga termasuk karnivor, uniknya makanan utamanya adalah bintang laut. Gak cuma itu, cangkang triton raksasa juga sering diambil, dibuat menjadi hiasan, bahkan bisa digunakan sebagai terompet. Saat ini, populasinya terus dijaga karena keong ini bisa menstabilkan populasi bintang laut.

4. Lighting whelk

lighting whelk (commons.wikimedia.org/James St. John)

Dilansir GBIF, Sinistrofulgur sinistrum atau lighting whlek hanya bisa ditemukan di Amerika Serikat dan Amerika tengah. Secara spesifik, keong laut ini menghuni Teluk Meksiko, Florida, Alabama, Laur Karibia, hingga Texas. Soal ukuran, keong ini bisa tumbuh hingga sepanjang 45 centimeter. Ia juga penting masyarakat, sebab keong ini sering dijadikan dekorasi dan digunakan dalam ritual adat masyarakat lokal. Saat ini, populasi lighting whelk cukup melimpah. Sebab, ia tidak memiliki banyak predator dan kemampuan bertahan hidupnya cukup tinggi.

5. Keong berbonggol

keong berbonggol (commons.wikimedia.org/Andrew C)

Busycon carica atau keong berbonggol mampu tumbuh hingga sepanjang 30 centimeter. Dilansir iNaturalist, keong ini merupakan satwa asli Amerika Utara. Hewan ini juga termasuk hewan migrasi dan sering berpindah tempat dari laut dalam ke perairan dangkal tergantung musim dan kondisi perairan. Bagi manusia, keong ini cukup penting. Sebab, ia kerap ditangkap dan dagingnya bisa dimakan. Lebih lanjut, daging keong berbonggol bisa dijadikan salad dan dijadikan isian burger. Gak cuma itu, cangkangnya yang tajam juga bisa dijadikan alat pemotong.

Selain besar, keong-keong tersebut juga memiliki peran, entah bagi manusia atau alam. Jadi, sudah sewajarnya jika eksistensi mereka harus dijaga, dilindungi, dan dilestarikan. Dalam hal ini, kita gak boleh mengganggu, merusak habitat, atau membunuh keong-keong tersebut. Terakhir, kehadiran keong-keong raksasa juga menunjukan kalau keong merupakan hewan yang unik dan sangat eksotis.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article