Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Penyu Tidak Boleh Dimakan? Ini Penjelasan Lengkapnya

3 min read
Kenapa Penyu Tidak Boleh Dimakan? Ini Penjelasan Lengkapnya
penyu (commons.wikimedia.org/Anna Varona)
  • Mengonsumsi daging penyu berisiko memicu chelonitoxism, dengan gejala muntah, gangguan saraf, kerusakan organ, hingga kematian; dagingnya juga dapat mengandung logam berbahaya.
  • Klaim daging penyu meningkatkan vitalitas pria merupakan mitos. Penelitian yang dikutip artikel menyebut tidak ada korelasi antara kemampuan kawin penyu dan manfaat bagi manusia.
  • Seluruh spesies penyu di Indonesia dilindungi dan terancam punah. Memakan, menangkap, atau membunuhnya secara ilegal dapat dikenai pidana hingga lima tahun serta denda maksimal Rp100 juta.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pada pertengahan September 2026 terdapat kasus yang menghebohkan di mana ada WNA (Warna Negara Asing) yang memakan penyu sisik di wilayah Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya. Hal tersebut mendapat kecaman dan untungnya pelaku sudah diamankan oleh pihak berwajib. Penyu sendiri bukan termasuk hewan konsumsi. Selain itu, sebenarnya penyu tak boleh dimakan, lho.

Ada beberapa alasan kenapa penyu tak boleh dimakan, seperti dagingnya yang berpotensi berbahaya dan adanya ancaman pidana. Penyu juga termasuk hewan terancam punah sehingga eksistensinya dilindungi secara ketat. Lantas, apa yang terjadi jika ada orang yang sengaja memakan penyu? Simak penjelasannya di bawah ini.

  1. 1. Daging penyu berisiko menyebabkan keracunan

    penyu
    penyu (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT)

    Dilansir National Geographic Indonesia, mengonsumsi daging penyu bisa memicu keracunan mematikan bernama chelonitoxism. Keracunan tersebut memang jarang terjadi, tapi efeknya sangat berbahaya mulai dari rasa sakit yang luar biasa di tubuh hingga bisa mengakibatkan kematian. Racun tersebut berada di dalam daging penyu dan bisa terkumpul akibat makanan yang dimakan oleh penyu itu sendiri.

    Gejala chelonitoxism cukup beragam, mulai dari muntah-muntah, mual, komplikasi syaraf, sampai kerusakan organ dalam. Sejak tahun 1900 tercatat terdapat 2400 kasus kesakitan dan 420 kasus kematian di seluruh dunia. Daging penyu juga memiliki berbagai zat berbahaya seperti alumunium, timbal, arsenik, dan merkuri. Jika masuk ke tubuh semua zat tersebut bisa menyebabkan komplikasi berbahaya.

  2. 2. Daging penyu tidak memiliki khasiat bagi manusia

    penyu
    penyu (commons.wikimedia.org/Frank Schulenburg)

    Beredar informasi bahwa daging penyu memiliki khasiat bagi tubuh, salah satunya mampu meningkatkan vitalitas pria. Namun, hal tersebut hanya mitos karena sebenarnya daging penyu tidak memiliki khasiat apapun. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, daging penyu justru berbahaya dan bisa mengakibatkan berbagai komplikasi serta menimbulkan penyakit berbahaya.

    Dilansir Mongabay, mitos tersebut berangkat dari fakta bahwa penyu bisa kawin hingga 6 jam tanpa henti. Alhasil, orang-orang menganggap bahwa kemampuan kawin tersebut akan turun ke manusia jika mereka memakan daging penyu. Padahal, penelitian Ricardo Tapilatu dari Universitas Papua membantah hal tersebut. Dalam hal ini, tidak ada korelasi antara kemampuan kawin penyu dengan manfaat vitalitas pada manusia.

  3. 3. Penyu merupakan hewan terancam punah yang dilindungi

    penyu
    penyu (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT)

    Larangan memakan daging penyu tak hanya didasarkan pada efeknya pada manusia, tapi juga dilandasi oleh status dan populasi penyu itu sendiri. Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi, semua spesies penyu yang ada di Indonesia merupakan satwa yang dilindungi oleh negara.

    Mereka adalah penyu bromo (Caretta caretta), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu lekang (Lepidochelys olivacea), dan penyu pipih (Natator depressus). Ada juga penyu kempi (Lepidochelys kempii) yang tidak bisa ditemukan di Indonesia. Selain dilindungi, ketujuh spesies tersebut juga terancam punah dan populasinya kian merosot.

  4. 4. Risiko memakan dan menangkap penyu

    penyu
    penyu (commons.wikimedia.org/National Marine Sanctuaries)

    Risiko memakan penyu yang paling berbahaya tentunya adalah terkena penyakit, komplikasi lain yang berbahaya bagi tubuh, dan kematian. Di sisi lain, siapapun yang mengonsumsi, menangkap, atau membunuh penyu juga akan dikenai sanksi pidana atau denda karena penyu adalah satwa yang dilindungi.

    Laman resmi Direktorat Jenderal KSDAE menerangkan bahwa siapapun yang melakukan hal tersebut secara ilegal dan sengaja akan dikenakan sanksi kurungan hingga lima tahun dan denda paling banyak seratus juta rupiah. Sedangkan bagi orang yang melakukannya dalam keadaan lalai bisa dikenai sanski kurungan paling lama satu tahun dan denda hingga lima puluh juta rupiah.

    Alasan kenapa penyu tak boleh dimakan berhubungan erat dengan kesehatan dan peraturan negara. Selain itu, penyu juga merupakan predator utama dari ubur-ubur yang membantu menyeimbangkan eksosistem laut. Jadi, mengonsumsi penyu tak hanya berpengaruh pada diri sendiri tapi juga bisa merusak rantai makanan serta keseimbangan ekosistem.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More