Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Unik Kura-kura Angonoka, Hanya Tersisa 100 Individu di Alam

3 min read
5 Fakta Unik Kura-kura Angonoka, Hanya Tersisa 100 Individu di Alam
kura-kura angonoka (commons.wikimedia.org/NTF30)
  • Kura-kura angonoka (Astrochelys yniphora) endemik Madagaskar barat laut, dengan persebaran sangat sempit di sekitar Teluk Baly seluas sekitar 25–60 kilometer persegi.
  • Populasi liar angonoka dilaporkan hanya sekitar 100 individu pada 2016; kerusakan habitat dan perburuan liar menjadi ancaman utama bagi spesies berstatus endangered ini.
  • Kura-kura darat herbivor ini terutama memakan rumput, jantannya lebih besar daripada betina, dan memiliki usia hidup sekitar 50 hingga 100 tahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Di banyak tempat, populasi kura-kura memang masih melimpah, bahkan beberapa spesies kura-kura sering ditangkap dan diperdagangkan. Bagi banyak orang, kura-kura juga sangat menarik karena memiliki cangkang yang keras, bisa memasukan tubuh ke dalam cangkang, dan bisa hidup di dua alam. Namun, ada beberapa spesies yang terancam punah.

Nah, salah satunya adalah Astrochelys yniphora atau kura-kura angonoka. Ia bisa terancam karena beberapa hal, seperti kerusakan habitat, penyebaran yang sempit, hingga aktivitas manusia. Saking terancamnya, jumlah individu kura-kura angonoka di alam liar tak lebih dari 100 ekor. Sayangnya, gak banyak yang tahu tentangnya. Maka dari itu, kita akan membahas kura-kura angonoka di artikel berikut.

  1. 1. Individu jantan lebih besar dari individu betina

    kura-kura angonoka
    kura-kura angonoka (commons.wikimedia.org/Andrea Currylow, Angelo Ramy Mandimbihasina, Paul Gibbons, Daniel E Crocker)

    Untuk membedakan kura-kura jantan dan betina sebenarnya cukup mudah. Dalam hal ini, individu jantan kura-kura angonoka lebih besar dari individu betina. Secara spesifik, individu jantan punya panjang sekitar 43 centimeter dan bobot mencapai 10.3 kilogram. Sementara itu, panjang individu betina hanya sekitar 37 centimeter dan bobot rata-ratanya sekitar 8.8 kilogram. Nah, hal tersebut menunjukan bahwa kura-kura angonoka memiliki dimorfisme seksual. Dilansir Britannica, dimorfisme seksual merupakan perbedaan ciri fisik yang terlihat pada individu jantan dan betina di satu spesies yang sama.

  2. 2. Satwa endemik Madagaskar

    kura-kura angonoka
    kura-kura angonoka (commons.wikimedia.org/Hans Hillewaert)

    Dilansir The Reptile Database, kura-kura angonoka merupakan satwa endemik Madagaskar. Secara spesifik, ia hanya bisa ditemukan di Madagaskar bagian barat laut, tepatnya di area kecil yang berlokasi di sekitar Teluk Baly. Saking kecilnya, bahkan wilayah penyebaran hewan ini hanya sekitar 25 hingga 60 kilometer persegi. Lebih lanjut, hewan ini merupakan spesies kura-kura darat. Jadi, ia tak tinggal di dekat perairan. Sebaliknya, kura-kura angonoka lebih suka tinggal di area berkayu, hutan kering, semak-semak, dan hutan bambu.

  3. 3. Berstatus sebagai hewan terancam punah

    kura-kura angonoka
    kura-kura angonoka (inaturalist.org/Pierre-Louis Stenger)

    Data dari IUCN Red List menjelaskan kalau kura-kura angonoka merupakan hewan yang terancam punah dan masuk ke kategori endangered atau sangat terancam. Penelitian pada tahun 1983 menunjukan kalau masih ada sekitar 100 - 400 individu di alam liar. Kemudian, beberapa penelitian pada tahun 1990an membuktikan kalau populasinya menurun menjadi 30 - 96 individu. Untungnya, di tahun 2006 populasinya naik menjadi 800 individu. Sayangnya, pada tahun 2016 populasinya menurun drastis menjadi 100 individu. Lebih lanjut, kerusakan habitat dan perburuan liar jadi ancaman utamanya.

  4. 4. Rumput jadi makanan utamanya

    kura-kura angonoka
    kura-kura angonoka (commons.wikimedia.org/NasserHalaweh)

    Seperti kura-kura darat lain, kura-kura angonoka merupakan herbivor atau pemakan tanaman. Dilansir iNaturalist, makanan kesukaannya adalah rumput. Biasanya, ia akan mencari rumput di savana, area terbuka, atau semak-semak yang subur. Selain rumput, hewan ini juga bisa memakan material tanaman lain, seperti sayuran, buah-buahan, hingga bambu yang masih muda. Uniknya, saat pasokan makanan menipis kura-kura angonoka juga tak segan untuk memakan kotoran babi atau hewan-hewan berukuran kecil.

  5. 5. Usia maksimalnya mencapai 100 tahun

    kura-kura angonoka
    kura-kura angonoka (inaturalist.org/Pierre-Louis Stenger)

    Laman Animal Diversity Web menjelaskan kalau kura-kura angonoka punya usia sekitar 50 - 100 tahun. Tentunya, usia tersebut cukup panjang, bahkan bagi kura-kura sekalipun. Nah, biasanya usia kura-kura yang hidup di kebun binatang atau penangkaran jauh lebih tinggi dari usia kura-kura liar. Sebab, di penangkaran mereka akan dijaga dengan baik, diberi makanan bergizi, dan selalu diperhatikan kesehatannya. Sangat berbeda, kura-kura liar rentan akan penyakit, kekurangan makanan, ancaman predator, bahkan sering terbunuh akibat aktivitas manusia di habitatnya.

    Sebagai kura-kura yang terancam punah, sudah sewajarnya jika kura-kura angonoka harus dilindungi dan dijaga. Dalam hal ini, kita gak boleh mengganggu, menangkap, membunuh, atau merusak habitatnya. Jika semua hal tersebut dilakukan, maka kura-kura angonoka bisa punah dalam waktu dekat. Tentunya, hal tersebut sangat berbahaya karena akan mempengaruhi keseimbangan ekosistem di habitatnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More