Burung lonceng Selandia Baru (Anthornis melanura). (commons.wikimedia.org/Brian Gratwicke)
Dalam budaya Māori, burung lonceng Selandia Baru punya banyak nama seperti korimako atau kōmako, serta dianggap sebagai taonga atau harta berharga. Burung ini sangat dihormati karena suaranya yang merdu dan sering dijadikan simbol kemampuan berorasi atau bernyanyi yang hebat. Saking istimewanya, burung ini bahkan masuk ke dalam lirik lagu daerah, peribahasa, hingga ritual adat saat pemberian nama anak.
Selain menjadi simbol budaya, orang Māori zaman dulu juga berburu burung ini untuk dikonsumsi dagingnya. Mereka menggunakan teknik khusus seperti meniru suara burung pakai daun dan memasang perangkap jerat kayu yang disebut tuke. Dagingnya biasa diolah utuh di oven tanah atau dibungkus daun khusus agar cita rasa dan aromanya tetap terjaga.
Kicauannya yang mirip dentang lonceng dan peran pentingnya bagi ekosistem membuat burung lonceng Selandia Baru begitu istimewa. Tidak heran jika keberadaan mereka selalu jadi kebanggaan warga lokal dan penghidup suasana hutan Selandia Baru.