Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Jenis Burung Gagak dengan Kombinasi Warna, Terlihat Beda dan Unik!
Spesies burung gagak Corvus corone cornix (commons.wikimedia.org/Jakub Hałun)
  • Tujuh spesies gagak menunjukkan variasi bulu di luar hitam polos, termasuk kombinasi abu-abu, putih, serta kilauan biru-ungu atau ungu yang tampak pada pencahayaan tertentu.
  • Persebarannya mencakup Skotlandia, Hispaniola, Asia, Tiongkok-Vietnam, Papua Nugini, Sulawesi, hingga habitat hutan, pertanian, pesisir, dan kawasan perkotaan.
  • Corvus splendens hidup dekat manusia dan dapat menimbulkan kebisingan, sampah, serta gangguan infrastruktur; sementara spesies lain umumnya mencari buah, biji, serangga, invertebrata, atau bangkai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Apakah burung gagak hanya berwarna hitam? Mungkin bagi sebagian orang yang belum mengetahui akan bertanya demikian. Meskipun warna bulunya dominan hitam, namun beberapa spesies burung gagak punya kombinasi warna. Tampak unik, karena perpaduan baik warna maupun pencahayaan, sehingga akan sedikit berbeda. Biasanya, mereka punya warna hitam legam.

Burung gagak (crow) dari genus Corvus yang tergolong burung cerdas ini, terdiri dari beragam spesies. Habitat yang tersebar di berbagai belahan dunia. Beberapa spesies ini punya warna bulu yang berbeda dari umumnya. Siapa saja spesies burung gagak tersebut? Tampak berbeda dengan variasi warna lain dari warna hitamnya. Untuk lebih mengenal, simak ulasannya sebagai berikut.

1. Corvus corone cornix

Corvus corone cornix (commons.wikimedia.org/Bob)

Biasa disebut burung gagak berkerudung (Corvus corone cornix) merupakan subspesies dari gagak bangkai (Corvus corone). Dilansir The Wildlife Trusts, mereka dapat diidentifikasi dengan warna bulu yang abu-abu namun bagian tertentu berwarna hitam. Seperti bagian kepala, leher, sayap, ekor dan paha. Warna iris matanya cokelat gelap, sedangkan paruh dan kakinya juga hitam. Spesies ini punya warna abu-abu dan hitam yang kontras. Pada burung muda bulunya lebih kusam. Burung jantan punya ukuran lebih besar dari burung betina, namun tampilan keduanya serupa. Umumnya memiliki ukuran panjang sekitar 46 cm dengan berat sekitar 500 g.

Hooded crow atau burung gagak berkerudung memiliki wilayah persebaran di barat laut Skotlandia, Irlandia Utara dan Pulau Man. Mereka juga akan bermigrasi jauh ke selatan saat musim dingin. Biasa ditemukan di padang rumput, pesisir, tanah pertanian, lahan basah maupun kota dan taman. Pada tempat-tempat tersebut mereka akan mencari makan dalam kelompok. Makanan berupa biji-bijian, invertebrata, juga memakan bangkai hingga mencuri telur dari burung lain.

2. Corvus leucognaphalus

Corvus leucognaphalus ketika sedang terbang (commons.wikimedia.org/Ron Knight)

White necked crow atau disebut burung gagak leher putih (Corvus leucognaphalus) memiliki bulu yang tampak berwarna hitam. Namun, diberi sebutan nama demikian karena terdapat warna putih di pangkal bulu lehernya. Dilansir iNaturalist, keseluruhan tampilan spesies burung gagak ini adalah hitam. Tetapi ketika mereka terlihat dalam cahaya yang baik akan ada kilauan ungu kebiruan pada bulunya. Dengan ciri khas warna putih di pangkal leher tersebut. Punya paruh panjang, tebal serta sedikit melengkung di ujungnya dengan warna hitam. Iris mata merah tua dengan bercak kulit telanjang abu-abu gelap pada belakang mata.

Spesies burung gagak ini merupakan endemik pulau Hispaniola yang terbagi antara Haiti dan Republik Dominika. White necked crow mendiami hutan dataran rendah dan pegunungan dengan ketinggian sedang. mereka juga toleran pada wilayah degadrasi untuk keperluan pertanian serta daerah lanskap perkotaan. Selain itu, spesies ini disebut burung gagak terbesar di Karibia dengan ukuran panjang sekitar 42-46 cm. Spesies burung gagak yang suka terbang melayang tinggi di atas kanopi hutan, di atas arus udara yang panas. Mereka lebih menyukai buah, namun juga memakan invertebrata.

3. Corvus splendens

Corvus splendens (commons.wikimedia.org/Pkspks)

Spesies yang biasa disebut burung gagak leher abu-abu atau gagak rumah (Corvus splendens) ini berasal dari Asia. Terkenal sebagai gagak rumah, mereka berasosiasi dengan pemukiman manusia yang ada di seluruh wilayah sebaran. Baik itu di desa-desa kecil maupun kota-kota besar. Dilansir Agriculture Victoria, mereka tinggal dekat dengan manusia, karena bergantung dengan sisa makanan seperti sampah atau tempat pembuangan sampah. Spesies ini biasa bertengger di kanopi pohon yang lebat bahkan di tiang listrik maupun bangunan. Sarang biasanya juga dibangun pada percabangan pohon, tiang listrik, bangunan bahkan di lampu jalan. Mereka tidak menggunakan lubang pohon untuk membangun sarangnya.

Corvus splendens hidup dalam kelompok, biasanya mereka akan bertengger dan berkumpul bersama. Bulunya bukan hanya berwarna hitam. Pada bagian dahi, sayap, punggung dan ekor tampak berwarna hitam mengkilap dengan kilau biru ungu metalik. Sedangkan bagian leher, tengkuk dan dada bawah warnanya abu-abu pucat tidak mengkilap. Terdapat ciri khas lain seperti mata warna cokelat gelap hingga hitam. Serta kaki dan telapaknya berwarna hitam. Namun, keberadaan burung ini di sekitar manusia disebut mengganggu. Alasannya, karena bisa menimbulkan kebisingan, menyebar sampah hingga merusak infrastruktur listrik maupun perkotaan.

4. Corvus torquatus

Corvus torquatus yang bertengger di pohon (commons.wikimedia.org/andrewlai530)

Spesies burung gagak ini memiliki ciri khas warna putih pada sekitar leher, maka mereka juga disebut dengan gagak berkerah. Collared crow (Corvus torquatus) berasal dari Tiongkok dan Vietnam bagian utara. Animalia menyebutkan, mereka ada di habitat dataran dan lembah sungai di dataran rendah yang terbuka dan wilayah pertanian. Selain itu, juga sering terlihat di persawahan. Berlawanan dengan Corvus splendens, spesies gagak ini menghindari kota-kota besar dan cenderung sebagai gagak pedesaan. Di mana mereka memakan berbagai macam makanan seperti serangga, moluska, invertebrata, biji-bijian terutama beras. Mereka juga mencari sisa makanan manusia di tumpukan sampah, juga memakan bangkai tetapi lebih sedikit dan telur atau anak burung.

Burung yang ramping ini memiliki panjang sekitar 52-55 cm, dengan paruh, sayap dan ekornya proporsional sedikit lebih panjang. Mereka terlihat tampan dengan bulu yang hitam mengkilap dan kombinasi warna putih pada bagian tertentu. Yaitu bagian leher, punggung atas (mantel) dan pita lebar di sekitar dada bagian bawah. Serta paruh dan kakinya berwarna hitam.

5. Corvus tristis

Corvus tristis bertengger di ranting pohon (commons.wikimedia.org/Cheongweei Gan)

Spesies ini memiliki warna bulu yang tampak abu-abu dari kejauhan, meskipun sebenarnya warna bulunya masih terdapat hitam. Akan tetapi, warna tersebut memutih secara acak. iNaturalist menyebutkan, sebagai perbandingan burung muda punya bulu sangat pucat yaitu cokelat muda hingga krem. Bagian sayap, ekor dan bulu primer warnanya cokelat kehitaman serta cokelat muda. Kepala dan bagian bawah tubuh hampir putih. Sedangkan burung dewasa lebih hitam pada bulu sayap dan ekornya lebih memutih. Sekitar area mata tampak gundul tanpa bulu dan terlihat kulit putih kemerahan. Matanya berwarna putih kebiruan dan paruh pada spesies ini lebih bervariasi.

Corvus tristis dapat ditemukan di seluruh pulau Papua Nugini dan pulau-pulau lepas pantai. Yaitu mencakup hutan primer dan sekunder, hutan dataran rendah dan perbukitan hingga ketinggian 1.350 m. Biasa mencari makanan di pepohonan dan mengkonsumsi berbagai macam makanan, terutama buah-buahan. Mereka juga makan hewan kecil seperti katak kecil dan larva serangga air. Burung yang suka mencari makan dalam kelompok dan biasa mengeluarkan suara berisik satu sama lain.

6. Corvus typicus

Corvus typicus (commons.wikimedia.org/panjigusti)

Spesies burung gagak yang disebut piping crow (Corvus typicus) ini merupakan endemik Sulawesi, Indonesia. Punya ciri khas warna hitam putih yang membuatnya mudah dikenali. Dilansir eBird, pada burung muda memiliki bagian warna putih yang lebih kusam. Sedangkan pada burung dewasa lebih mencolok. Mereka biasa menghuni kanopi hutan di perbukitan dan pegunungan. Burung gagak yang umumnya ditemukan berpasangan atau kelompok kecil dalam kesehariannya baik bertengger maupun mencari makan. Spesies ini memiliki suara yang sangat berbeda dari umumnya. Suara yang mereka hasilkan sangat nyaring, mencolok baik itu siulan, pekikan maupun nada-nada seperti pipa. Maka, spesies ini juga disebut burung gagak berpipa, yang dikenali dari suaranya.

7. Corvus violaceus

Corvus violaceus (commons.wikimedia.org/Naturalis Biodiversity Center)

Spesies selanjutnya ada yang disebut burung gagak ungu (Corvus violaceus). Namun, bukan warna bulu yang ungu, melainkan kilauan keunguan pada bulunya yang berwarna hitam. eBird menyebutkan, warna keseluruhan burung gagak ungu adalah hitam. Kilauan ungu tersebut terlihat ketika dalam kondisi cahaya tertentu. Pada burung muda tidak terlihat kilauan ungu. Habitat spesies ini dapat ditemukan di hutan, tepi hutan maupun perkebunan dataran rendah dan di kaki bukit. Biasanya berada di kanopi pepohonan, baik bertengger sendiri, dalam kelompok kecil atau berpasangan. Mereka disebut menghasilkan suara aneh maupun suara burung gagak dengan nada lebih tinggi dalam keluarga ini.

Meskipun memiliki warna dominan hitam, burung gagak memiliki keberagaman. Baik dalam warna dengan kombinasinya, ukuran, bentuk paruh hingga persebaran dan habitatnya. Namun, sebagian keberadaan spesies yang populasinya tidak terkendali dapat mengganggu, seperti Corvus splendens. Di satu sisi keberadaannya pun mampu sebagai pembersih alami yang memakan bangkai maupun sisa makanan. Semoga bermanfaat!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article