Comscore Tracker

7 Fakta Kebisingan dan Dampaknya pada Kehidupan Laut 

Suara-suara ini mengganggu kesehatan mereka

Laut samudra yang luas pasti membuatmu berpikir jika di sana sangatlah sepi, tak ada suara berisik yang mengganggu telinga. Benarkah demikian?

Mungkin iya untuk manusia, namun tidak untuk para makhluk hidup bawah laut. Berdasarkan artikel Popular Science, pada Maret 2017 peneliti laut di area Bali mencoba mengetahui seberapa berisiknya laut kita dengan menggunakan hidrofon di kala perayaan Nyepi.

Hasilnya cukup mencengangkan. Banyak suara yang dihasilkan di dalamnya dan itu tak hanya datang dari manusia, tetapi juga dari hewan-hewan laut.

Sebenarnya seberapa ramaikah laut kita? Berikut ini fakta-faktanya.

1. Kondisi dalam laut ternyata jauh lebih ramai dari yang bisa kamu bayangkan

7 Fakta Kebisingan dan Dampaknya pada Kehidupan Laut ilustrasi kondisi dalam laut (unsplash.com/SGR)

Laut adalah tempat yang masih memiliki banyak misteri. Tidak salah banyak orang yang tidak tahu dan hanya bisa membayangkan ada apakah di sana. Untuk masalah suara, mayoritas orang jelasnya akan berpikir bahwa dalam laut itu sangat tenang dan tidak ada suara sama sekali.

Kenyataannya tidak. Data yang tertulis pada artikel Popular Science menyebut ada 34.200 ikan yang bisa mendengar dan 800 lebih spesies ikan yang bisa bernyanyi, termasuk mamalia laut macam paus dan lumba-lumba. Bunyi yang mereka keluarkan pun sangat beragam. Ada suaranya yang seperti bunyi klik, mendengkur, hingga mengerang.

2. Komponen eksternal yang tidak hidup turut menyumbang suara di dalam laut

7 Fakta Kebisingan dan Dampaknya pada Kehidupan Laut ilustrasi karang dalam laut (unsplash.com/Shaun Low)

Lebih dari suara ikan dan hewan-hewan laut, laut juga dipenuhi suara dari objek lain. Misalnya saja batu karang yang sehat. Suaranya dikatakan seperti jagung yang meletus. Hal itu belum ditambah suara-suara alam seperti badai hingga gempa bumi.

Sebagai contoh gempa bumi berkekuatan 9,0 Richter di Jepang pada 2011 kemarin ternyata menghasilkan suara hingga 230 desibel. Suara itu terdengar sampai kepulauan Aleutian di Alaska.

Setidaknya jika dibandingkan dengan objek lain, suara gempa bumi setara dengan suara dari roket Saturn V dan bisa jadi salah satu suara terkeras yang tercatat di dalam laut. Bahkan badai Irma di Florida hanya menghasilkan suara dalam air sebesar 30 desibel.

3. Ulah manusia dalam industri kelautan menambah keramaian laut

7 Fakta Kebisingan dan Dampaknya pada Kehidupan Laut ilustrasi kapal kontainer (unsplash.com/Chris Pagan)

Jika gempa saja bisa menghasilkan suara yang begitu besarnya, bagaimana dengan kapal-kapal laut? Memang tidak akan sebesar suara gempa Jepang, namun konon kebisingan dalam laut akibat objek itu terus bertambah. Masih dari artikel Popular Science yang sama, suara dari kapal terus bertambah tiga desibel tiap dekade, mulai dari 1950 sampai 2007.

Para peneliti yang mendengarkan suara laju kapal tersebut menggunakan hidrofon menyebut kurang lebih suaranya seperti berada di dekat jalan tol. Suaranya tidaklah hanya datang dari satu kapal saja, tetapi banyak dan itu seperti raungan yang lokasinya jauh.

Baca Juga: Ada yang Asli dan Palsu, Ini 5 Fakta Ilmiah Gulungan Naskah Laut Mati

4. Bahkan objek-objek di angkasa menjadi penambah suara dalam laut

7 Fakta Kebisingan dan Dampaknya pada Kehidupan Laut ilustrasi pesawat terbang (unsplash.com/Patrick Tomasso)

Lebih dari kapal, objek-objek lain yang menghasilkan suara di dalam laut turut dihadirkan oleh teknologi-teknologi pertambangan. Senapan yang ditembakkan ke laut dan digunakan untuk menemukan minyak dan gas, suaranya dapat disandingkan dengan suara mesin jet. Lalu suara dari kapal keruk, dikatakan mirip dengan suara senapan yang dapat bertahan selama berjam-jam.

Ada fakta yang lebih mencengangkan bahwa suara dalam laut ternyata tidak sepenuhnya dihasilkan di laut, tetapi juga bisa datang dari langit. Kembali kepada studi suara dalam laut yang dilaksanakan pada saat perayaan Nyepi di Bali, terdapat satu hidrofon yang diletakkan di dekat bandara.

Hasil yang ditangkap hidrofon menunjukkan suara gemuruh jet menimbulkan suara enam hingga 10 desibel di dalam laut. Suara tersebut bisa menjadi sepuluh kali lipat bila pesawat itu meluncur terbang.

5. Tentu saja suara-suara itu sedikit banyak mengganggu kehidupan maritim

7 Fakta Kebisingan dan Dampaknya pada Kehidupan Laut ilustrasi paus (unsplash.com/Todd Cravens)

Kamu mungkin tidak sadar jika suara yang ditimbulkan manusia di dalam lautan membawa dampak yang cukup signifikan bagi kehidupan di sana. Suara 200 desibel mampu menghancurkan pendengaran hewan laut dan suara sekitar 120 desibel yang setara suara gergaji mesin namun berlangsung lama, dapat mengubah kebiasaan hidup mereka. Lebih dari itu, suara-suara tersebut juga mengganggu perburuan dan komunikasi hewan-hewan laut.

Satu jenis hewan yang diamati dan mengalami dampak signifikan terhadap keramaian suara di laut ini adalah mamalia laut. Pada paruh waktu 1960 sampai 2004, diketahui ada lebih dari 121 kasus terdamparnya paus di pantai.

Hal ini diamati sebagai upaya paus menghindari suara dari ping sonar yang bisa melebihi 200 desibel. Kondisi tersebut disimpulkan mengingat kasus terdampar ini jauh lebih sedikit ketika belum ditemukannya teknologi tersebut.

6. Suara-suara tersebut juga mengganggu kesehatan hewan laut

7 Fakta Kebisingan dan Dampaknya pada Kehidupan Laut ilustrasi paus (unsplash.com/Bart van meele)

Lebih lanjut peneliti melakukan investigasi lebih mendalam terkait keramaian dalam laut dan koneksinya dengan kesehatan para penghuninya. Popular Science menyebut lewat sampel tinja dari paus di area Atlantik Utara pasca kasus 9/11, ditemukan hormon stres pada paus menurun cukup drastis.

7 Fakta Kebisingan dan Dampaknya pada Kehidupan Laut ilustrasi situasi suara dalam laut (sspa.se)

Peneliti berpendapat fenomena itu diakibatkan dari penutupan bandara domestik dan pelabuhan pengiriman seketika kasus pengeboman teroris di Amerika sana. Perlu diketahui hormon stres tersebut dinilai dapat menghambat pertumbuhan, mengurangi sistem imun, hingga merusak jantung hewan-hewan tersebut.

7. Solusi sedang dipikirkan dan dicari untuk mengurangi polusi suara di laut

7 Fakta Kebisingan dan Dampaknya pada Kehidupan Laut ilustrasi keramaian kapal kontainer (unsplash.com/@shawnanggg)

Melihat dari situasinya, solusi paling jelas adalah dengan mengurangi hilir mudik kendaraan-kendaraan tersebut. Akan tetapi melihat dari aktivitas manusia, hal tersebut hampir tidak mungkin dilakukan mengingat adanya kebutuhan yang datang dan dibawa dari kendaraan lintas laut itu. 

Beberapa orang sudah mulai mencari solusi alternatif. Dilaporkan Scientific American, salah satu perusahaan produsen kapal menggelontorkan dana untuk bahan bakar yang lebih efektif demi mengurangi suara kapal dan polusi itu. 

Pada akhirnya permasalahan keramaian laut ini tidak kalah penting dengan masalah pemanasan global. Mungkin memang ada baiknya ada perayaan di mana semua kendaraan yang melintasi laut dihentikan.

Baca Juga: Lebih Banyak Plastik daripada Ikan, 5 Fakta soal Laut

Topic:

  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya