5 Fakta Unik Fenomena Brine Pool, Kolam Air Asin Mematikan di Dasar Laut!

- Brine pool terbentuk dari garam purba yang bangkit kembali, menciptakan air asin super pekat di dasar laut.
- Airnya sangat asin dan hampir tanpa oksigen, menyebabkan banyak makhluk laut tak berdaya saat melewati batas kolam.
- Brine pool menjadi arsip alam perubahan iklim dan bencana serta rumah bagi mikroorganisme dan beberapa hewan laut khusus.
Laut dalam sering dianggap sebagai ruang sunyi yang gelap dan monoton. Kenyataannya, dasar samudra justru menyimpan salah satu fenomena ekstrem bernama brine pool, kolam air asin super pekat yang terperangkap di dasar laut. Keberadaannya membuat ilmuwan sadar bahwa laut tidak selalu homogen dari atas sampai bawah. Di lokasi ini, perbedaan kepadatan air menciptakan batas yang tampak seperti permukaan danau di tengah samudra. Bahkan, banyak makhluk laut yang langsung tak berdaya begitu melewati batas tersebut. Nah, biar gak makin penasaran, simak lima fakta unik tentang brine pool berikut ini!
1. Brine pool terbentuk dari garam purba yang bangkit kembali

Brine pool terbentuk ketika lapisan garam purba di bawah dasar laut larut lalu naik ke permukaan sedimen. Proses ini menciptakan air dengan kadar garam ekstrem, jauh lebih asin dibanding air laut biasa. Karena massanya besar, cairan tersebut mengendap dan sulit bercampur dengan air di sekitarnya.
Fenomena serupa juga terjadi di wilayah kutub saat es laut terbentuk. Garam terpisah dari es dan menghasilkan cairan super asin yang tenggelam ke dasar laut. Cairan ini kemudian berkumpul di cekungan tertentu hingga membentuk brine pool.
2. Airnya sangat asin dan hampir tanpa oksigen

Ciri utama brine pool adalah kondisi anoksik, alias nyaris tanpa oksigen. Kandungan garamnya bisa mencapai beberapa kali lipat dibandingkan air laut normal. Kepadatan tinggi inilah yang membuat air brine terpisah dari lapisan air di atasnya.
Selain minim oksigen, air brine juga mengandung senyawa beracun seperti hidrogen sulfida. Zat ini memperparah efek fatal terhadap ikan dan invertebrata yang tidak sengaja masuk. Banyak makhluk laut yang mati mendadak atau kehilangan kemampuan saat melewati batas kolam. Tubuh mereka bisa terawetkan di dasar karena hampir tidak ada pengurai.
3. Brine pool tampak seperti permukaan air yang nyata

Secara visual, brine pool terlihat seperti danau dengan “permukaan” yang jelas. Padahal, batas tersebut bukan permukaan air sungguhan, melainkan perbedaan densitas antara dua cairan. Air laut biasa mengalir di atasnya mirip udara di atas danau.
Kondisi ini dapat mengecoh organisme laut yang berenang rendah. Beberapa hewan mungkin berhenti sejenak, seolah menyadari perubahan lingkungan yang drastis. Bagi ilmuwan, tampilan ini menjadi bukti nyata bahwa laut memiliki lapisan yang lebih rumit dari dugaan awal.
4. Menjadi arsip alam perubahan iklim dan bencana

Dasar brine pool relatif steril dari gangguan biologis. Hewan pengaduk sedimen tidak mampu bertahan di lingkungan ini. Akibatnya, lapisan sedimen dapat mengendap dengan rapi selama ratusan sampai ribuan tahun. Disini, setiap lapisan merekam jejak peristiwa alam masa lalu.
Para peneliti memanfaatkan sedimen itu untuk mempelajari tsunami purba, gempa laut, serta perubahan iklim regional. Informasi di dalamnya cenderung lebih utuh dibandingkan sedimen laut biasa. Tak heran, kawasan ini menjadi sumber data bernilai penting bagi penelitian ilmiah.
5. Rumah bagi mikroorganisme dan beberapa hewan laut khusus

Meski tampak mematikan, brine pool bukanlah zona kosong sepenuhnya. Di area perbatasannya, hidup mikroorganisme ekstrem yang tidak membutuhkan oksigen. Mereka memperoleh energi dari reaksi kimia, bukan dari cahaya matahari. Proses ini disebut sebagai chemosintesis.
Beberapa organisme kompleks juga bergantung pada mikroba ini. Kerang dan cacing tertentu hidup berdampingan dengan bakteri penghasil energi tersebut. Hubungan ini menciptakan ekosistem unik di tempat yang terlihat mustahil untuk dihuni.
Dengan mempelajari brine pool, manusia belajar bahwa kehidupan tidak selalu membutuhkan kondisi ideal. Kadang, malah lingkungan paling keras lah yang menyimpan kisah paling menarik.



















