Comscore Tracker

Apa yang Akan Terjadi jika Amerika Diinvasi? Begini Penjelasannya!

Mungkinkah terjadi perang nuklir?

Amerika Serikat telah diserang beberapa kali dalam sejarahnya, tetapi tidak ada invasi yang berhasil menaklukkannya, apalagi menduduki 48 wilayah bagian sejak Perang 1812. Akan tetapi, hal itu tidak menghentikan negara-negara asing untuk mencoba merencanakan invasi ke Amerika Serikat.

Daratan Amerika Serikat memiliki dua perbatasan besar, tetapi dipisahkan dari Eurasia oleh dua samudera dan memiliki banyak penghalang lain yang akan menggagalkan setiap upaya invasi ke daratan AS. Berikut adalah reaksi dan pertahanan Amerika Serikat untuk menghadapi invasi potensial dari negara asing.

1. Nuklir sebagai pencegahan invasi 

Apa yang Akan Terjadi jika Amerika Diinvasi? Begini Penjelasannya!Potret seorang tentara Amerika yang berdiri di atas USS Nautilus (SSN-571), kapal selam bertenaga nuklir operasional pertama di dunia. (unsplash.com/Bob Smith)

Pertahanan Amerika difokuskan pada pencegahan dan penahanan. Setiap invasi ke wilayah AS, baik di daratan atau sebaliknya, musuh akan menghadapi persenjataan nuklir. Amerika Serikat telah menggunakan strategi itu sejak Perang Dingin.

Arms Control Association mencatat bahwa Amerika Serikat memiliki persenjataan nuklir terbesar kedua setelah Rusia. Senjata nuklir ini memungkinkan Amerika Serikat untuk menyerang balik musuh dan melindungi sekutu, serta dirinya sendiri untuk melumpuhkan musuh. Dengan demikian, kemungkinan tidak ada yang berani menyerang Amerika Serikat jika harganya harus dibayar dengan rentetan serangan rudal nuklir.

2. Pangkalan militer luar negeri Amerika Serikat 

Apa yang Akan Terjadi jika Amerika Diinvasi? Begini Penjelasannya!pangkalan militer AS di Somalia (archives.gov/Gary Bryant)

Dilansir tulisan War on the Rocks, 800 pangkalan Amerika Serikat yang tersebar di luar negeri tidak hanya berfungsi untuk memproyeksikan kekuatan, tetapi untuk mencegah musuh menyerang dan menduduki negara-negara yang bersekutu dengan Amerika Serikat, seperti Korea Selatan, Polandia, Turki, kawasan Baltik, atau jantung NATO, Eropa Barat.

Jika ancaman terhadap keamanan terdeteksi, pangkalan-pangkalan ini memungkinkan tentara AS untuk menyebar dengan cepat ke luar negeri dan menetralisir ancaman dari sumbernya. Namun, kebijakan semacam itu berfungsi agar konflik tidak mencapai daratan AS.

Beberapa organisasi, seperti Cato Institute, menyarankan agar pangkalan militer AS ditutup. Lembaga tersebut berpendapat bahwa pangkalan tidak diperlukan karena Amerika Serikat sudah terpisah secara geografis dari Eurasia oleh dua samudera, sehingga sulit untuk diserang. Artinya, AS sudah cukup aman dan tidak memerlukan penyebaran tentara ke luar negeri untuk melindungi daratan.

3. Armada Pasifik 

Apa yang Akan Terjadi jika Amerika Diinvasi? Begini Penjelasannya!Armada Pasifik AS di Pearl Harbor, Hawaii (commons.wikimedia.org/Cristo Vlahos)

Selain strategi pertahanan Amerika Serikat di luar negeri, ada garis pertahanan untuk mencegah invasi dari barat, yang kemungkinan besar berasal dari China atau Rusia. Latihan angkatan laut Rusia dan China telah menimbulkan kekhawatiran akan tumbuhnya pengaruh China di Hawaii hingga Jepang, situasi yang memaksa Amerika Serikat untuk mempertahankan Pantai Barat.

Tugas utama untuk menahan kekuatan China jatuh ke Armada Pasifik AS. Meskipun Taiwan adalah garis pertahanan pertama, USNI mencatat bahwa konflik apa pun akan mengancam Guam dan Hawaii juga.

Melansir laporan National Defense Magazine, Departemen Pertahanan telah membentuk Pacific Deterrence Initiative untuk mencegah skenario semacam ini, tetapi jika gagal, daratan secara teoritis akan menghadapi risiko invasi, jika musuh unggul secara logistik.

Baca Juga: 7 Fakta Menarik New York, Pusat Mode dan Seni di Amerika Serikat

4. NATO bisa saja bubar 

Apa yang Akan Terjadi jika Amerika Diinvasi? Begini Penjelasannya!Lebih dari 2.500 tentara dari sembilan negara NATO, termasuk Prajurit Angkatan Darat AS dari Tim Tempur Brigade 1, Divisi Kavaleri 1 dan Resimen Kavaleri ke-2, berpartisipasi dalam latihan multinasional. (dvidshub.net/Sersan David Turner)

Beberapa pihak menyerukan agar NATO dibubarkan. Akan tetapi, mreka yang mendukung NATO, berpendapat bahwa aliansi itu berfungsi untuk mencegah invasi terhadap Pantai Timur, karena musuh yang menyerang harus bergerak melalui Eropa barat terlebih dahulu.

Dilansir laman The World, NATO didirikan untuk mencegah dominasi Uni Soviet atas Eropa barat yang dilanda perang setelah Perang Dunia II. Jadi, Eropa yang didominasi Soviet akan menimbulkan ancaman bagi wilayah AS.

Selama Perang Dingin, Uni Soviet memang memiliki rencana untuk melakukan invasi melalui Pantai Timur dan Greenland. Jadi, jika semua negara NATO di Eropa dibentuk menjadi blok pertahanan yang diperkuat dengan pangkalan AS dan didukung dengan pencegahan nuklir, Uni Soviet akan kesulitan menduduki Eropa barat atau wilayah AS.

Baltik menjadi titik yang rawan. Akan tetapi, NATO telah mengambil langkah-langkah untuk mengamankan Republik Baltik dari campur tangan Rusia melalui rudal dan pencegah konvensional. Sekarang, bahkan jika NATO hancur, masih akan ada satu lagi hambatan besar jika ingin invasi Amerika, yaitu Greenland.

5. Greenland

Apa yang Akan Terjadi jika Amerika Diinvasi? Begini Penjelasannya!Thule Air Base, Greenland—Gedung 103 tentara Amerika (dvidshub.net/Robert Lingley)

Greenland sudah lama diketahui sebagai landasan peluncuran untuk invasi, setidaknya sejak 1941. Sebagaimana yang dijelaskan Coast Guard Aviation Association, aktivitas Jerman di Greenland membuat Amerika Serikat membangun pangkalan militernya di sana.

Soviet juga berencana menggunakan pulau itu dan Arktik dalam invasi ke Amerika Serikat. Dengan demikian, Amerika Serikat mempertahankan kehadiran militernya di Greenland untuk memastikan bahwa jika NATO jatuh, masih ada garis pertahanan lain untuk dijadikan sandaran.

Saat ini, Greenland telah menjadi medan pertempuran antara AS, Rusia, dan China atas perebutan sumber daya Arktik dan posisinya yang strategis. The Wall Street Journal mencatat bahwa Rusia ingin mengalahkan Amerika Serikat di Kutub Utara dengan membangun kapasitas militernya untuk mengancam pangkalan AS di Greenland.

Pangkalan Udara Thule bertugas melindungi wilayah dari serangan nuklir dan juga memastikan bahwa pesawat Rusia tidak menyerang Amerika Serikat bagian utara dari Kutub Utara. Jika terjadi invasi, Greenland adalah garis pertahanan pertama benua Amerika Utara sebelum masalah mencapai daratan AS. 

6. Alaska

Apa yang Akan Terjadi jika Amerika Diinvasi? Begini Penjelasannya!Prajurit Alaska Angkatan Darat AS saat sedang menerima briefing keselamatan di area ski Birch Hill di Fort Wainwright, Alaska, 2016. (dvidshub.net/Staf Sersan. Sean Brady)

Greenland adalah setengah dari strategi pertahanan Arktik AS. Separuh lainnya adalah Alaska, yang memegang gelar sebagai satu-satunya bagian wilayah AS yang diduduki oleh tentara asing sejak Perang 1812.

Pasukan Jepang menyerbu pulau-pulau Aleut dan berusaha mendirikan pangkalan militer di sana yang akan memblokir ekspansi AS di Pasifik. Invasi Jepang menunjukkan betapa strategisnya Alaska.

Saat ini, Alaska kembali menjadi persaingan global, kali ini antara Amerika Serikat dan China. Dikutip laporan Arctic Today, pada September 2021, Penjaga Pantai AS bertemu dengan kapal perang China di dekat Kepulauan Aleutian. Sebagai tanggapan, militer Amerika Serikat terus membangun militernya di Alaska.

7. Amandemen Kedua

Apa yang Akan Terjadi jika Amerika Diinvasi? Begini Penjelasannya!ilustrasi pistol (unsplash.com/Brock Wegner)

Jika tentara asing berhasil mencapai wilayah AS, pertahanan terbesar adalah Amandemen Kedua Konstitusi Amerika Serikat. Amandemen Kedua awalnya ditulis untuk mencegah penjangkauan federal atas hak-hak warga negara.

Milisi warga bersenjata ini tidak hanya mampu memeriksa penjangkauan federal, ia juga berfungsi sebagai tentara ad-hoc yang dapat diterjunkan jika terjadi invasi bersenjata ke daratan.

WAMU mencatat bahwa warga sipil Amerika, banyak di antaranya termasuk veteran tempur, memiliki sekitar 400 juta senjata dengan berbagai tingkatan. Meskipun politisi dan aktivis telah menyerukan pencabutan Amandemen Kedua, Forbes mencatat bahwa masyarakat bersenjata dianggap aman dan mampu mencegah invasi asing.

8. Intervensi PBB

Apa yang Akan Terjadi jika Amerika Diinvasi? Begini Penjelasannya!potret Komisaris Polisi PBB Luis Carrilho (commons.wikimedia.org/Hub12345)

Selain dari luar, invasi Amerika Serikat juga bisa terjadi jika ada kerusuhan sipil. Jika AS mengalami kerusuhan atau ketidakstabilan politik, hal ini secara teori dapat memicu invasi PBB ke negara tersebut. 

Intervensi semacam itu kemungkinan datang dalam bentuk kecaman, bukan pendudukan bersenjata. Akan tetapi, jika situasinya berubah menjadi kekerasan, kemungkinan intervensi bersenjata PBB dapat terwujud di bawah Prinsip Kigali jika warga sipil Amerika berada dalam bahaya.

Mengikuti pola konflik lain, seperti Perang Suriah, kemungkinan negara asing akan membuat perjanjian dengan faksi pemberontak untuk mengalahkan Amerika.

 

Kekaisaran Jerman, Kanada, Uni Soviet, dan kekuatan Poros, pernah memiliki rencana perang untuk menginvasi AS, tetapi tidak satupun dari mereka yang berhasil mewujudkannya. Itu sebabnya, Amerika memiliki strategi untuk menjaga keamanan dan kedamaian negerinya yang sudah diperhitungkan secara matang.

Baca Juga: Jarang Diulas, 10 Fakta Kelam Hari Libur Nasional di Amerika Serikat

Amelia Solekha Photo Verified Writer Amelia Solekha

Write to communicate. https://ameliasolekha.blogspot.com/

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Albin Sayyid Agnar

Berita Terkini Lainnya