Comscore Tracker

Memiliki Sejarah Mematikan, Begini 11 Fakta Tentang Kolera

Wabahnya menyerang ke seluruh dunia

Banyak penyakit baru yang muncul entah dari mana, melanda dunia, membuat ribuan orang sakit, membunuh sebagian besar populasi, dan sukar untuk dikendalikan. Salah satu penyakit itu adalah kolera. Setelah menjadi momok menakutkan bagi dunia di masa lalu, dan mencemari lingkungan dalam beberapa hari setelah wabah dimulai. Sekarang ini, kolera dapat disembuhkan jika ditangani lebih awal dan seringkali dapat dicegah dengan menjamin pasokan air bersih. Nah, berikut ini adalah sejarah kolera yang sangat kacau balau saat melanda dunia. 

1. Apa itu kolera? 

https://www.youtube.com/embed/8e-iV14huDU

Kolera adalah infeksi bakteri akut yang menyebabkan diare parah, muntah-muntah, dan kram kaki, seperti yang dijelaskan oleh CDC. Kolera disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae, yang masuk ke usus melalui makanan atau air yang terkontaminasi, seperti yang diungkapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Meskipun menurut CDC banyak orang yang tidak menunjukkan gejala apa pun, atau hanya mengalami gejala ringan, tetapi infeksi ini bisa menjadi penyakit yang sangat serius.

Itu karena 1 dari 10 orang yang terkena kolera mengalami gejala yang parah. Jika tidak diobati, dapat menyebabkan kematian dalam beberapa hari, bahkan ada yang hanya beberapa jam saja, karena dehidrasi parah yang diakibatkannya. Menurut sebuah artikel di Journal of Infectious Disease, dalam kasus yang paling ekstrim, hanya butuh beberapa jam dari kontak pertama dengan bakteri sampai akhirnya meninggal dunia. Kebanyakan orang akan menunjukkan gejala dalam 2 hingga 3 hari.

Seseorang yang terjangkit kolera dapat menjadi penular asimtomatik - dan hampir 75% orang mengalaminya. Yang berarti bakteri itu ada dalam tubuh, tetapi tidak menunjukkan gejala atau hanya diare ringan, namun terus menginfeksi semua orang di sekitar dengan cairan tersebut, seperti yang dicatat WHO.

2. Kapan, di mana, dan nama kolera masih menjadi misteri

Memiliki Sejarah Mematikan, Begini 11 Fakta Tentang Kolerafactinate.com

Para peneliti tidak tahu dengan pasti dari mana nama kolera berasal. Menurut sebuah buku definitif tentang penelitian kolera, yang berjudul Cholera, oleh Dhiman Barua dan William B. Greenough III, kolera memiliki kaitannya dengan pencernaan.

Kasus paling awal diduga ada di India sejak abad ke-5 SM, seperti yang diungkapkan dalam tulisan-tulisan dokter kuno Sushruta Samhita. Mungkin juga diambil dari referensi karya dokter Yunani Hippocrates pada sekitar waktu yang sama. The Annals of Cholera menelusuri argumen tentang kapan dan di mana penyakit kolera pertama kali muncul pada tahun 1872. Pada tahun 1500-an, ada laporan penyakit dengan gejala yang jelas seperti kolera di India, seperti yang dicatat oleh Cholera. Dan wabah modern pertama tercatat di Jessore, India, pada tahun 1817. 

3. Kolera memiliki beberapa gejala yang mengerikan

Memiliki Sejarah Mematikan, Begini 11 Fakta Tentang Kolerathesocialhistorian.com

Meskipun banyak orang yang terjangkit kolera tidak menunjukkan gejala yang parah, tetapi sekitar 10% pasien memiliki beberapa gejala yang sangat mengerikan, seperti yang dijelaskan oleh Cholera and the Thames. Mulai dari kulit yang membiru keabu-abuan, mata cekung, hingga cairan yang keluar dengan cukup parah. Tekanan darah rendah, mudah tersinggung, dan kulit mengendur yang dicatat oleh CDC juga sebagai gejala tambahan yang tidak separah ciri-ciri utama kolera: muntah dan diare.

Seperti yang dicatat oleh Science Museum of London, kolera menyerang dengan cepat dan gejalanya membuat banyak orang ketakutan. Dari wabah besar pertama pada tahun 1817 di India, orang Inggris yang menjajah India pada waktu itu juga terjangkit kolera, penyakit itu akhirnya menyebar ke seluruh dunia dan membunuh ribuan orang, seperti yang diungkapkan sebuah atikel di tahun 1947 dalam catatan Proceedings of the Royal Society of Medicine. 

4. Penyebaran kolera ke seluruh dunia

https://www.youtube.com/embed/Rhy8RnLM0rI

Dari wabah pertama yang tercatat di India pada tahun 1817, butuh waktu kurang dari enam tahun bagi kolera untuk menyebar ke belahan dunia. Diantaranya menyebar ke bagian lain Asia Tenggara, Cina, lalu ke Rusia, seperti yang dicatat History.com. Wabah kedua datang ke Eropa pada tahun 1829. Wabah tersebut berhasil mencapai Kanada dan Amerika Serikat pada tahun 1832, kemudian menyerang ke Amerika Latin. Pada 1852, kolera membunuh banyak orang di setiap benua kecuali Antartika.

Transmisinya yang cepat dipengaruhi oleh rute perdagangan global. Perjalanan laut mengirim banyak barang dan manusia di seluruh dunia, seperti yang diceritakan History.com. Lebih buruk lagi, penyakit itu semakin menguat dalam penyebarannya, menjadi lebih efisien dan mematikan, menurut catatan dalam Journal of Emerging Infectious Disease. 

Pada saat kolera melanda pantai Britania Raya di tahun 1831, penyakit itu sangat mematikan dan mengurangi populasi, seperti yang diceritakan dalam artikel Society of Royal Medicine tahun 1947. Kolera sering disebut "Asiatic cholera", secara teori kolera yang lebih ringan disebut dengan "cholera nostras," menurut catatan Royal Society of Medicine. 

5. Banyak konspirasi tentang penyakit kolera

Memiliki Sejarah Mematikan, Begini 11 Fakta Tentang Kolerawerehistory.org

Nama "Asiatic cholera" terdengar rasis. Tersiar kabar bahwa kolera pertama kali muncul di India dan orang Eropa menyalahkan mereka atas penyakit tersebut. Seperti yang ditunjukkan satu sumber, beberapa orang percaya bahwa orang India menyembah penyakit itu sebagai dewa, dan mereka menyalahkan penduduk Bengali karena dianggap dengan sengaja menyebarkannya.

Teori konspirasi lainnya juga tidak kalah anehnya. Seperti ada yang mengatakan bahwa seseorang yang terserang kolera tidak akan meninggal jika dirawat di rumah, karena jika di rumah sakit - dokter akan membunuh pasien kolera agar jenazahnya bisa dibedah, lalu berdalih dengan menyalahkan penyakitnya. 

Pejabat kesehatan masyarakat mengkarantina siapa saja yang menunjukkan gejala. Banyak orang yang ketakutan hingga mereka melakukan kerusuhan. Lebih dari 20.000 orang menghancurkan perguruan tinggi anatomi Aberdeen, Skotlandia, pada 26 Desember 1831, mereka marah karena wabah kolera membunuh secara sistematis penduduk kota, seperti yang dilansir dari The Tribune

Baca Juga: Diserang Wabah Kolera, Jepang Musnahkan Lebih dari 600 Babi

6. Cara unik untuk mencegah kolera

Memiliki Sejarah Mematikan, Begini 11 Fakta Tentang Koleraupi.com

Orang Victoria paranoid dengan adanya penyakit kolera. Menurut catatan Royal Society of Medicine, pertama kali kolera dianggap sebagai penyakit yang menyerang orang miskin. Laporan paling awal pada tahun 1832 bahkan menyalahkan mereka yang minum air kotor dan memiliki kebiasaan jorok, yang cenderung dilakukan orang miskin. Namun faktanya, orang kaya juga bisa jatuh sakit dan meninggal karena kolera. 

Jadi, orang-orang Victoria memiliki cara sendiri untuk mencegah kolera. Beberapa diantaranya sangat membantu - seperti menjaga kebersihan. Sementara beberapa cara lain justru tidak membantu sama sekali, salah satunya mengikat sepotong kain flanel ke perut, dianggap sebagai metode "pencegahan" yang populer saat itu, seperti yang dicatat oleh Arsip Nasional Inggris. 

7. Pengobatan aneh untuk mengobati kolera

Memiliki Sejarah Mematikan, Begini 11 Fakta Tentang Kolerainitial.co.uk

Pengobatan kolera selama bertahun-tahun berkisar dari minuman herbal. Diantaranya kecap dan mustard, yang merupakan zat emetik atau zat yang akan membuat seseorang muntah jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup banyak. Tetapi biasanya pengobatan ini tidak berhasil.

Dalam pengobatan ekstrem, dokter  mungkin akan memberikan kejutan listrik atau mengeluarkan darah pasien dengan lintah. Namun, seperti yang ditulis Norman Howard-Jones dalam Journal of the History of Medicine and Allied Sciences, perdarahan adalah salah satu solusi paling populer. Tidak heran jika orang-orang pada masa itu lebih memilih merawat diri di rumah daripada pergi ke rumah sakit. 

8. Kolera dan Great Stink of London

https://www.youtube.com/embed/YzwlM52hxQ4

Mengingat bahwa wabah kolera besar di Eropa terjadi sebelum teori kuman benar-benar diterima, ada banyak teori tentang bagaimana penyakit itu menyebar dan apa yang dapat dilakukan untuk menghindarinya. Namun,  kebanyakan orang akan melarikan diri setiap kali kasus kolera dikonfirmasi.

Wabah kolera terburuk di London disebabkan oleh "miasma" atau "udara buruk", teori penyakit ini sangat diyakini, seperti yang dijelaskan MedicineNet. Mereka menduga bahwa seseorang bisa sakit karena menghirup udara kotor yang tercemar, seperti bau busuk di London sekitar tahun 1800-an, di mana tumpukan kotoran (manusia dan hewan) tercecer di jalanan. Itu sebabnya, pada tahun 1850-an, Sungai Thames disebut sebagai Great Stink of London, menurut Five Minute History.

Seperti yang dicatat dalam artikel BMJ, sebagian besar sarjana terkemuka di Inggris zaman Victoria yakin bahwa bau tak sedap yang disebabkan oleh selokan terbuka dan kotoran di sepanjang jalan membuat orang sakit. Bukan kontaminan bakteri di kotoran yang masuk ke air minum. 

9. John Snow pahlawan penyelamat 

https://www.youtube.com/embed/VJ86D_DtyWg

Dokter Inggris bernama John Snow melakukan penelitian terkait wabah kolera. Pada tahun 1849, menurut situs web Departemen Epidemiologi UCLA, Snow menerbitkan penelitiannya tentang penyebaran kolera. Bertentangan dengan teori udara tercemar, seperti yang dicatat oleh sejarawan Ajesh Kannadan, Snow adalah orang yang pro akan "teori kuman", ia percaya bahwa penyakit ditularkan melalui partikel kecil di udara atau air.  

Tetapi pada saat itu, gagasan tersebut dianggap gila, lho. Sekalipun adanya bukti yang dikumpulkan dari para peneliti seperti Snow, Ignaz Semmelweis, dan lainnya. Dr. Snow mencari tahu sumber wabah di dekat lingkungan Soho di London pada tahun 1854. Dia mewawancarai penduduk setempat dan membuat peta yang terkena dampak, seperti yang dijelaskan oleh Royal College of Surgeons of England. Dia akhirnya menelusuri sumbernya ke satu pompa air, yakni pompa Broad Street.

Snow meyakinkan pihak berwenang untuk menutup pompa tersebut, agar masyarakat setempat tidak bisa mengakses air yang telah terkontaminasi. Wabahnya langsung berhenti. Sayangnya, meskipun Snow berhasil menghentikan wabah kolera, teorinya belum diterima sampai tahun 1860-an, seperti yang diberitakan BBC

10. Kolera berkontribusi dalam penciptaan sistem sanitasi modern

Memiliki Sejarah Mematikan, Begini 11 Fakta Tentang Kolerafiveminutehistory.com

Meskipun ahli epidemiologi dan otoritas terkemuka pada saat itu tidak percaya teori kuman selama beberapa dekade, namun mereka telah menerapkan beberapa tindakan untuk menghentikan penyebaran kolera yang sebenarnya dianggap berhasil. Teori udara tercemar dan teori kuman memiliki keterkaitan dengan masalah kolera: kedua teori ini berpendapat bahwa bersentuhan dengan limbah, seperti bau busuk atau kuman bisa menyebabkan wabah penyakit. 

Itu disebabnya, pemerintah mengampanyekan untuk membersihkan London dan Undang-undang Kesehatan Masyarakat dan Dewan Kesehatan pertama dilaksanakan pada akhir 1840-an, menurut Science Museum of London. Pada tahun 1875, menurut BBC, sistem saluran pembuangan yang baik mulai dikerjakan dan dewan lokal mempekerjakan pengawas untuk memastikan bahwa pasokan air bersih dan aman. 

Pengembangan saluran pembuangan modern dan sistem sanitasi dibuat oleh Joseph Bazalgette di London pada tahun 1850-an, sebagaimana dirinci oleh Museum London. Sangat penting untuk mengakhiri The Great Stink, dan dengan begitu, penyebaran dari kolera dapat diatasi. 

11. Kolera hari ini

https://www.youtube.com/embed/hj95IZMlZWw

Meskipun sanitasi modern dan sistem saluran pembuangan yang aman telah mengurangi wabah secara signifikan, kolera masih menjadi masalah serius di seluruh dunia pada saat ini. Vaksin tidak 100% efektif, menurut WHO, dan hanya direkomendasikan untuk orang-orang yang rentan seperti anak-anak di wilayah yang memiliki sanitasi buruk. Meskipun antibiotik membantu, pengobatan kolera masih sebatas menjaga pasien tetap terhidrasi dan diberi elektrolit, seperti catatan CDC.

Bahkan saat ini, cara terbaik untuk mencegah kolera adalah menghindari kontak dengan air yang terkontaminasi atau cairan tubuh dari seseorang yang menderita kolera. Sebuah artikel di Journal of Emerging Infectious Diseases mencatat bahwa epidemi kolera modern biasanya terkait dengan bencana alam. Misalnya, wabah kolera pertama di Haiti setelah lebih dari satu abad yang disebabkan oleh sanitasi yang buruk karena bencana gempa bumi yang menghancurkan wilayah itu, menurut CDC.

Kolera menginfeksi hingga 4 juta orang per tahun dan membunuh 21.000 hingga 143.000 orang setiap tahunnya, menurut WHO. Oleh sebab itu, selalu cuci tangan, dan jangan minum air sembarangan, yang mungkin terkontaminasi bakteri. 

Baca Juga: Amuk El-Tor 1961: Pandemik Kolera yang Berasal dari Pulau Sulawesi

Amelia Solekha Photo Verified Writer Amelia Solekha

Killing my time with arts, literature, phraseology, visualization, and manipulate. https://ameliasolekha.blogspot.com/

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Agustin Fatimah

Berita Terkini Lainnya