Karena El Nino berkaitan erat dengan perubahan suhu laut, para ilmuwan terus memantau kondisi Samudra Pasifik. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Nino 3.4, yaitu kawasan di bagian tengah Pasifik tropis. Suhu permukaan laut di wilayah ini menjadi salah satu indikator penting untuk mengidentifikasi perkembangan El Nino.
Namun, ilmuwan tidak hanya melihat suhu laut. Mereka juga memperhatikan perubahan angin, tekanan udara, curah hujan, serta kondisi atmosfer lainnya.
Secara umum, El Nino ditandai oleh suhu permukaan laut yang lebih hangat dari rata-rata di wilayah Pasifik tengah dan timur, disertai perubahan atmosfer yang sesuai. Jadi, kenaikan suhu laut saja belum tentu berarti El Nino sedang terjadi.
Jadi, ketika mendengar istilah El Nino, jangan hanya membayangkan cuaca panas atau kemarau panjang. Di balik fenomena tersebut, ada proses yang jauh lebih besar di Samudra Pasifik—mulai dari pergerakan air laut, perubahan angin, hingga interaksi kompleks antara lautan dan atmosfer. Dengan kata lain, Samudra Pasifik adalah salah satu kunci penting untuk memahami bagaimana El Nino terbentuk dan mengapa dampaknya bisa terasa hingga jauh dari wilayah asalnya.
Referensi
Britannica. Diakses pada Agustus 2026. El Nino
Climate.gov. Diakses pada Agustus 2026. El Nino and La Nina: Frequently Asked Questions
NASA. Diakses pada Agustus 2026. El Nino
National Geographic. Diakses pada Agustus 2026. El Nino
National Oceanic and Atmospheric Administration. Diakses pada Agustus 2026. Understanding El Nino & ENSO
National Oceanic and Atmospheric Administration. Diakses pada Agustus 2026. What are El Nino and La Nina?