Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apa Itu Awan Noctilucent? Hiasi Langit Sepanjang Juni 2026
ilustrasi awan noctilucent (pexels.com/Michael Ertelt)

  • Fenomena awan noctilucent kembali muncul pada Juni 2026, pertama kali terlihat di Kennewick, Washington, dan diperkirakan menghiasi langit sepanjang bulan.
  • Awan noctilucent terbentuk dari kristal es di lapisan mesosfer sekitar 80 km di atas Bumi, memantulkan cahaya Matahari meski malam telah tiba.
  • Waktu terbaik mengamati awan ini adalah 1–2 jam setelah Matahari terbenam atau sebelum terbit, dengan pandangan ke arah barat atau timur laut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Fenomena awan noctilucent kembali mencuri perhatian para pengamat astronomi pada Juni 2026. Musim kemunculan awan bercahaya ini telah resmi dimulai dengan penampakan awal yang diabadikan pada 2 Juni 2026 di Kennewick, Washington, Amerika Serikat. Awan langka tersebut disebut berpotensi muncul sepanjang bulan dan menjadi salah satu fenomena langit yang menarik untuk diamati.

Lantas, apa itu awan noctilucent? Fenomena ini merupakan awan yang terbentuk sangat tinggi di atmosfer Bumi dan tampak bercahaya saat malam hari karena masih memantulkan sinar Matahari. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!

1. Apa itu awan noctilucent?

Awan noctilucent adalah awan tipis dan berwarna kebiruan atau keperakan yang tampak bercahaya di langit malam. Fenomena ini terjadi karena awan tersebut masih terkena sinar Matahari meskipun Matahari sudah berada di bawah cakrawala dan permukaan Bumi telah gelap. Terlihat bersinar pada malam hari, awan ini sering disebut sebagai night-shining clouds atau awan yang bercahaya di malam hari.

Awan noctilucent juga dikenal sebagai awan tertinggi di atmosfer Bumi. Awan ini terbentuk di lapisan mesosfer pada ketinggian sekitar 80 kilometer di atas permukaan Bumi, jauh lebih tinggi dibandingkan awan yang biasanya terlihat sehari-hari.

Kemunculannya umumnya hanya terjadi pada musim panas di wilayah lintang tinggi, ketika posisi Matahari tidak terlalu jauh di bawah cakrawala setelah terbenam. Kondisi tersebut memungkinkan sinar Matahari tetap menerangi awan dari bawah sehingga menciptakan pemandangan langit yang tampak berkilau dengan warna biru atau perak yang khas.

2. Bagaimana awan noctilucent terbentuk?

ilustrasi awan noctilucent tampak bersinar di saat malam tiba (vecteezy.com/Nataliia Vintonyak)

Awan noctilucent terbentuk dari kristal es yang sangat kecil di lapisan mesosfer, sekitar 80 kilometer di atas permukaan Bumi. Pada musim panas, suhu di lapisan atmosfer ini bisa turun hingga sekitar -100 derajat Celsius, cukup dingin untuk membuat uap air membeku. Uap air tersebut kemudian menempel pada partikel debu mikroskopis yang melayang di atmosfer dan berubah menjadi kristal es.

Partikel debu yang menjadi inti pembentukan awan ini dapat berasal dari berbagai sumber. Salah satunya mikrometeorit yang masuk ke atmosfer Bumi dan meninggalkan partikel halus saat terbakar. Selain itu, debu dari letusan gunung berapi juga dapat berkontribusi. Dalam beberapa kasus, aktivitas manusia seperti peluncuran roket turut menyumbangkan partikel dan uap air ke atmosfer atas yang kemudian membantu proses pembentukan awan noctilucent.

Ketika Matahari berada tepat di bawah cakrawala, kristal-kristal es tersebut masih dapat memantulkan cahaya Matahari meskipun langit di permukaan Bumi sudah gelap. Pantulan cahaya inilah yang membuat awan noctilucent tampak bercahaya dengan warna biru atau keperakan yang khas. Tersusun dari kristal es yang sangat kecil, awan ini terlihat tipis, halus, dan berkilau saat diamati pada malam hari.

3. Cara melihat awan noctilucent

Melihat awan noctilucent membutuhkan waktu dan lokasi yang tepat karena kemunculannya cukup sulit diprediksi. Guna meningkatkan peluang, carilah tempat dengan cakrawala yang luas dan minim penghalang seperti gedung atau pepohonan. Waktu terbaik untuk mengamatinya adalah sekitar 1 hingga 2 jam setelah Matahari terbenam atau sebelum Matahari terbit, saat langit masih cukup gelap tetapi awan di lapisan atmosfer yang sangat tinggi masih dapat diterangi sinar Matahari.

Jika mengamati pada malam hari, arahkan pandangan ke langit bagian barat sekitar 40 menit setelah Matahari terbenam. Sementara itu, sebelum fajar, awan noctilucent biasanya lebih mudah terlihat di arah timur laut, yaitu lokasi Matahari akan segera terbit.

Fenomena ini sering kali hanya dapat diperkirakan beberapa jam sebelumnya sehingga kamu juga bisa memantau laporan pengamat langit atau unggahan di media sosial. Tujuannya, untuk mengetahui apakah ada penampakan awan noctilucent di wilayah tertentu.

Itulah penjelasan mengenai apa itu awan noctilucent, fenomena langit unik yang tampak bercahaya pada malam hari. Meski jarang muncul dan sulit diprediksi, awan ini selalu menarik perhatian para pengamat langit. Tertarik menyaksikannya?

FAQ seputar apa itu awan noctilucent

Apa itu awan noctilucent?

Awan noctilucent adalah awan tipis yang tampak bercahaya berwarna biru atau keperakan pada malam hari karena memantulkan sinar Matahari dari bawah cakrawala.

Kapan awan noctilucent biasanya muncul?

Awan noctilucent umumnya terlihat pada musim panas di wilayah lintang tinggi, terutama setelah Matahari terbenam atau sebelum Matahari terbit.

Apakah awan noctilucent bisa dilihat dari Indonesia?

Awan noctilucent sangat jarang terlihat dari Indonesia karena fenomena ini biasanya muncul di wilayah yang berada pada lintang lebih tinggi, jauh dari garis khatulistiwa.

Referensi

"Understanding the Glow of Noctilucent Clouds". ThoughtCo. Diakses Juni 2026.
"What Are Noctilucent Clouds?". Royal Museums Greenwich. Diakses Juni 2026.
"Noctilucent Clouds: A Complete Guide to the Rare 'Night-shining' Clouds". SPACE. Diakses Juni 2026.

Editorial Team

Related Article