Konsentrasi ozon total di atas Antarktika untuk minggu tanggal 7 September 2014 (commons.wikimedia.org/NOAA, Public domain)
Dampak terhadap ozon tampak jelas dalam kasus kebakaran Australia 2019–2020. Analisis yang diterbitkan Nature memperkirakan kimia aerosol dari kebakaran berkontribusi pada peningkatan luas lubang ozon serta menghasilkan penurunan sekitar 3–5 persen pada total kolom ozon di wilayah lintang menengah belahan Bumi selatan. Angka tersebut memberi gambaran bahwa pengaruh kebakaran terhadap ozon bukan sekadar dugaan teoritis, tetapi telah ditopang pengamatan atmosfer dan pemodelan kimia.
Kendati demikian, NASA menekankan perubahan kimia akibat asap kebakaran Australia menghasilkan perubahan ozon yang relatif kecil dibanding proses yang terjadi di pusaran kutub Antarktika. Pengaruh asap tersebut diperkirakan turut memperluas lubang ozon, namun tidak menjelaskan seluruh durasi ekstrem lubang ozon Antarktika tahun 2020. Jadi, kebakaran hutan pada umumnya tidak lantas ‘mengoyak’ lapisan ozon, sebab dampaknya bergantung pada intensitas api, ketinggian injeksi asap, komposisi aerosol, serta kondisi atmosfer yang menyertainya.
Memahami bagaimana kebakaran berskala besar memengaruhi lapisan ozon merupakan hal penting untuk mengantisipasi perubahan kimia atmosfer. Dengan pemahaman tersebut, dampak kebakaran terhadap kesehatan atmosfer dan sistem iklim global dapat dikaji secara lebih menyeluruh.
Referensi:
Khaykin, S., Legras, B., Bucci, S., Sellitto, P., Isaksen, L., Tencé, F., ... & Godin-Beekmann, S. (2020). The 2019/20 Australian wildfires generated a persistent smoke-charged vortex rising up to 35 km altitude. Communications Earth & Environment, 1(1), 22.
Solomon, S., Stone, K., Yu, P., Murphy, D. M., Kinnison, D., Ravishankara, A. R., & Wang, P. (2023). Chlorine activation and enhanced ozone depletion induced by wildfire aerosol. Nature, 615(7951), 259-264.