ilustrasi kebakaran hutan (commons.wikimedia.org/U.S. Forest Service- Pacific Northwest Region)
Kebakaran hutan dalam skala besar memang menghabiskan oksigen dan menghasilkan karbon dioksida dalam jumlah sangat besar. Meski begitu, pembakaran tidak membuat kadar oksigen atmosfer turun drastis hingga seluruh wilayah di sekitarnya kekurangan oksigen. Atmosfer memiliki volume udara yang sangat besar, sementara angin dan pergerakan udara terus mencampurkan udara dari berbagai wilayah.
Hal yang jauh lebih penting dari perubahan oksigen adalah gas dan partikel yang dilepaskan selama kebakaran. Karbon dioksida, karbon monoksida, nitrogen oksida, serta partikel asap dapat terbawa angin jauh dari lokasi kebakaran dan memengaruhi kualitas udara di wilayah lain. Ketika kebakaran hutan meluas, persoalan udaranya bukan sekadar “oksigen habis karena dimakan api”, tetapi perubahan komposisi udara dan kualitas atmosfer yang dapat menjangkau kawasan yang jauh dari titik kebakaran.
Kebakaran hutan memang menggunakan oksigen dalam jumlah besar, tetapi bukan berarti oksigen di udara sekitar langsung habis ketika api membesar. Udara terus bergerak dan membawa pasokan oksigen baru ke area yang terbakar, sementara hasil pembakaran seperti asap dan berbagai gas justru menjadi persoalan yang lebih luas. Jadi, yang berubah bukan sekadar jumlah oksigen di sekitar api, melainkan juga kondisi udara yang ikut terdampak selama kebakaran berlangsung.
Referensi
"Increased fire activity under high atmospheric oxygen concentrations is compatible with the presence of forests." Nature Communications. Diakses pada Agustus 2026.
"Interactions of Earth's atmospheric oxygen and fuel moisture in smouldering wildfires." Science of The Total Environment. Diakses pada Agustus 2026.