Dimorfisme seksual merupakan perbedaan ciri fisik atau karakteristik lainnya antara jantan dan betina dalam satu spesies. Pada sejumlah gurita, perbedaan itu tampak sangat jelas dari ukuran tubuh. Betina dapat tumbuh jauh lebih besar, sedangkan jantannya hanya berukuran kecil atau kerdil.
4 Spesies Gurita dengan Dimorfisme Seksual yang Ekstrem

- Empat gurita pelagis Argonautoidea menunjukkan dimorfisme seksual ekstrem: betina jauh lebih besar, sementara jantan berukuran kecil dan memakai hektokotilus yang dapat dipindahkan saat kawin.
- Argonauta argo betina mencapai 72,6 sentimeter, hingga 48 kali jantan, serta membentuk wadah telur berpilin dari lengannya untuk mengeram telur dan mengatur daya apung.
- Tremoctopus violaceus memiliki rasio ukuran hingga 40.000:1; Ocythoe tuberculata betina punya gelembung renang; Haliphron atlanticus betina mencapai 4 meter dan 75 kilogram.
Nah, keempat spesies di bawah ini tergabung dalam superfamili Argonautoidea, kelompok gurita pelagis yang hidup di perairan lepas. Kendati berasal dari famili berbeda, yakni Argonautidae, Tremoctopodidae, Ocythoidae, dan Alloposidae, mereka mempunyai pola reproduksi yang khas, lho!
Jantan Argonautidae sama-sama memiliki lengan reproduksi termodifikasi bernama hektokotilus alias "penis" yang dapat terlepas dan dipindahkan ke betina saat kawin. Selain ciri tersebut, kira-kira apa lagi yang membedakan individu betina dan jantan pada keempat spesies gurita dengan dimorfisme seksual yang ekstrem ini? Yuk, disimak artikelnya!
1. Argonaut besar (Argonauta argo)

dimorfisme seksual yang ekstrem pada argonaut besar (commons.wikimedia.org/Daderot) Spesies argonaut besar (Argonauta argo) punya selisih lumayan jauh antara jantan dan betina. SeaLifeBase mencatat panjang tubuh total betina dapat mencapai 72,6 sentimeter, sedangkan jantan hanya sekitar 1,5 hingga 2 sentimeter. Yang artinya, betina dapat tumbuh sekitar 36–48 kali lebih panjang ketimbang jantan.
Betina argonaut punya struktur yang gak dimiliki jantan, yakni wadah telur mirip cangkang (egg case). Dilansir dari Natural History Museum, struktur berpilin ini bukanlah cangkang sejati dari mantel sebagaimana moluska pada umumnya, melainkan dibentuk oleh lengan sang betina. Selain menjadi ruang pengeraman bagi telur yang belum menetas, "cangkang" ini juga membantu betina mengatur daya apung tubuhnya.
2. Gurita selimut biasa (Tremoctopus violaceus)

individu betina gurita selimut biasa (commons.wikimedia.org/toffner) Gurita selimut biasa atau gurita selimut violet (Tremoctopus violaceus) menunjukkan perbedaan ukuran jantan dan betina yang paling ekstrem di antara yang lain. Penelitian dalam New Zealand Journal of Marine and Freshwater Research pada 2002 melaporkan bahwa jantan dewasa yang diamati hanya memiliki panjang 2,4 sentimeter dan berat 0,25 gram.
Sebagai perbandingan, peneliti juga memeriksa seekor betina belum dewasa sepanjang 80 sentimeter dengan bobot 2,9 kilogram. Namun, ukuran itu belum yang terbesar. Betina Tremoctopus violaceus masih dapat tumbuh hingga 2 meter dan diperkirakan berbobot mendekati 10 kilogram. Yang artinya, dimorfisme seksual pada ukuran spesies ini bisa mencapai skala 40.000:1. Fantastis!
3. Gurita sepak bola (Ocythoe tuberculata)

ilustrasi individu jantan gurita sepak bola (commons.wikimedia.org/Comingio Merculiano in Jatta Giuseppe) Gurita sepak bola (Ocythoe tuberculata) juga memiliki perbedaan ukuran jantan dan betina yang mencolok. Laman SeaLifeBase mencatat panjang tubuh total betina dapat mencapai 96 sentimeter, sedangkan jantan hanya mencapai 6,9 sentimeter. Dengan demikian, betina berukuran nyaris 14 kali lebih panjang daripada jantan.
Betina O. tuberculata bukan hanya lebih besar, melainkan juga punya gelembung renang untuk mengatur daya apung tubuhnya. Menurut studi dalam jurnal Marine Biodiversity Records yang dipublikasikan tahun 2009, betina spesies ini merupakan satu-satunya sefalopoda yang diketahui mempunyai struktur tersebut.
4. Gurita tujuh lengan (Haliphron atlanticus)

individu betina gurita tujuh lengan (commons.wikimedia.org/João Manuel Gonçalves Cabral) Gurita tujuh lengan (Haliphron atlanticus) merupakan anggota Argonautoidea terbesar. Temuan dalam Journal of Molluscan Studies yang terbit pada 2024 mencatat bahwa betina dapat tumbuh hingga 4 meter dengan berat mencapai 75 kilogram. Di sisi lain, jantan hanya mencapai ukuran 21 sentimeter dan berat sekitar 600 gram. Dengan perbandingan tersebut, jantan hanya berkisar 5–15 persen dari ukuran maksimum betina.
Perbedaan keduanya juga tampak pada lengan ketiga di sisi kanan jantan. Lengan tersebut termodifikasi menjadi hektokotilus alias lengan reproduksi khusus yang kemudian berkembang dalam kantung di depan mata kanan.
Lantaran lengan itu tersembunyi, jantan terlihat seolah cuma punya tujuh lengan. Penampilan inilah yang menjadi asal-usul nama gurita tujuh lengan. Seperti Argonautoidea lainnya, jantan H. atlanticus melepaskan hektokotilusnya selama proses kawin. Lengan tersebut lalu ditransfer ke betina untuk menyalurkan sperma.
Nah, itu tadi beberapa spesies gurita dengan dimorfisme seksual yang ekstrem. Sekarang, kamu mengetahui bahwa terdapat gurita dengan anatomi yang cukup unik. Semoga artikel ini menambah wawasanmu, ya!





















