Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa yang Terjadi pada Oksigen saat Kebakaran Hutan Meluas?

Apa yang Terjadi pada Oksigen saat Kebakaran Hutan Meluas?
ilustrasi kebakaran hutan (commons.wikimedia.org/Cameron Strandberg)
  • Kebakaran hutan mengonsumsi oksigen saat vegetasi terbakar, tetapi udara dari wilayah lain terus bergerak masuk sehingga pasokan oksigen di atmosfer terbuka tetap tersedia.
  • Penurunan oksigen paling terasa di dekat api aktif dan area berasap, yang juga mengandung karbon monoksida, partikel halus, serta gas pembakaran berbahaya.
  • Dampak utama kebakaran besar bukan habisnya oksigen atmosfer, melainkan perubahan kualitas udara akibat karbon dioksida, nitrogen oksida, dan asap yang dapat terbawa jauh oleh angin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ketika kebakaran hutan meluas, perhatian biasanya tertuju pada api, asap, dan luas kawasan yang terbakar. Padahal, kebakaran dalam skala besar juga mengubah komposisi udara di sekitar lokasi, termasuk jumlah oksigen yang tersedia.

Perubahannya tidak sesederhana anggapan bahwa api akan membuat oksigen di seluruh kawasan langsung habis. Lalu, seberapa besar oksigen benar-benar berkurang ketika kebakaran hutan terus membesar?

  1. 1. Api memakai oksigen untuk membakar vegetasi

    ilustrasi kebakaran hutan
    ilustrasi kebakaran hutan (commons.wikimedia.org/Salam2009)

    Setiap kali kayu, daun, semak, atau bahan organik lain terbakar, oksigen di udara ikut digunakan dalam proses pembakaran. Molekul oksigen bereaksi dengan berbagai senyawa yang terdapat pada bahan bakar, kemudian menghasilkan panas serta sejumlah gas seperti karbon dioksida dan uap air. Semakin banyak material yang terbakar dalam waktu bersamaan, semakin besar pula kebutuhan oksigen di sekitar sumber api.

    Namun, udara di atmosfer tidak hanya berada di satu tempat. Ketika api menarik oksigen dari lingkungan sekitarnya, udara dari wilayah lain terus bergerak masuk untuk menggantikannya. Gerakan udara ini menjadi sangat kuat pada kebakaran besar karena perbedaan suhu antara area yang terbakar dan udara di sekitarnya. Meskipun api memang mengonsumsi oksigen dalam jumlah besar, kondisi atmosfer terbuka membuat oksigen terus tersedia dari udara yang bergerak menuju kawasan kebakaran.

  2. 2. Kekurangan oksigen lebih terasa di dekat sumber api

    ilustrasi kebakaran hutan
    ilustrasi kebakaran hutan (commons.wikimedia.org/Penitentes)

    Penurunan oksigen paling mungkin terjadi di sekitar bagian kebakaran yang sangat panas dan aktif, bukan langsung di seluruh kawasan hutan. Udara panas di atas api bergerak naik dengan cepat, sementara udara dari sekelilingnya masuk menggantikan udara tersebut. Akibatnya, terbentuk arus udara yang dapat membuat kebakaran memperoleh pasokan oksigen baru secara terus-menerus.

    Kondisinya berbeda ketika seseorang berada sangat dekat dengan sumber kebakaran atau di area yang dipenuhi asap. Udara di sana bukan hanya mengandung lebih sedikit oksigen dibandingkan udara bersih, tetapi juga dipenuhi gas hasil pembakaran dan partikel asap. Karena itu, bahaya menghirup udara di sekitar kebakaran bukan semata-mata karena oksigennya berkurang, melainkan juga karena adanya karbon monoksida, partikel halus, dan berbagai hasil pembakaran lain yang dapat masuk ke saluran pernapasan.

  3. 3. Kebakaran besar mengubah udara, tetapi bukan membuat oksigen atmosfer habis

    ilustrasi kebakaran hutan
    ilustrasi kebakaran hutan (commons.wikimedia.org/U.S. Forest Service- Pacific Northwest Region)

    Kebakaran hutan dalam skala besar memang menghabiskan oksigen dan menghasilkan karbon dioksida dalam jumlah sangat besar. Meski begitu, pembakaran tidak membuat kadar oksigen atmosfer turun drastis hingga seluruh wilayah di sekitarnya kekurangan oksigen. Atmosfer memiliki volume udara yang sangat besar, sementara angin dan pergerakan udara terus mencampurkan udara dari berbagai wilayah.

    Hal yang jauh lebih penting dari perubahan oksigen adalah gas dan partikel yang dilepaskan selama kebakaran. Karbon dioksida, karbon monoksida, nitrogen oksida, serta partikel asap dapat terbawa angin jauh dari lokasi kebakaran dan memengaruhi kualitas udara di wilayah lain. Ketika kebakaran hutan meluas, persoalan udaranya bukan sekadar “oksigen habis karena dimakan api”, tetapi perubahan komposisi udara dan kualitas atmosfer yang dapat menjangkau kawasan yang jauh dari titik kebakaran.

    Kebakaran hutan memang menggunakan oksigen dalam jumlah besar, tetapi bukan berarti oksigen di udara sekitar langsung habis ketika api membesar. Udara terus bergerak dan membawa pasokan oksigen baru ke area yang terbakar, sementara hasil pembakaran seperti asap dan berbagai gas justru menjadi persoalan yang lebih luas. Jadi, yang berubah bukan sekadar jumlah oksigen di sekitar api, melainkan juga kondisi udara yang ikut terdampak selama kebakaran berlangsung.

    Referensi

    "Increased fire activity under high atmospheric oxygen concentrations is compatible with the presence of forests." Nature Communications. Diakses pada Agustus 2026.

    "Interactions of Earth's atmospheric oxygen and fuel moisture in smouldering wildfires." Science of The Total Environment. Diakses pada Agustus 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More