Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Warna Telur Burung Berbeda-beda? Ternyata Ada Fungsinya

Kenapa Warna Telur Burung Berbeda-beda? Ternyata Ada Fungsinya
ilustrasi telur burung (commons.wikimedia.org/Pedro del Valle)
  • Warna telur burung terbentuk dari pigmen biliverdin dan protoporfirin, yang menghasilkan kombinasi biru, hijau, cokelat, serta bintik dengan pola khas tiap spesies.

  • Cangkang berwarna dan bercorak membantu telur berkamuflase dari predator; telur di sarang tertutup sering putih agar mudah dilihat induk dalam kondisi minim cahaya.

  • Warna gelap dapat melindungi embrio dari radiasi ultraviolet, sedangkan endapan pigmen pada bintik memperkuat bagian cangkang yang tipis dan rentan retak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Telur burung tidak selalu berwarna putih seperti yang sering dijumpai di pasaran. Di alam liar, telur burung memiliki warna yang sangat beragam, mulai dari biru, hijau, krem, cokelat, hingga dihiasi bintik-bintik atau corak yang unik. Perbedaan tersebut bukan sekadar membuat telur terlihat menarik, tetapi berkaitan dengan cara setiap spesies bertahan hidup.

Warna telur dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari pigmen alami hingga lingkungan tempat burung bertelur. Bahkan, warna cangkang juga bisa membantu melindungi embrio yang berkembang di dalamnya. Lantas, kenapa warna telur burung bisa berbeda-beda? Berikut penjelasannya.

  1. 1. Warna telur berasal dari dua pigmen alami

    ilustrasi telur burung
    ilustrasi telur burung (commons.wikimedia.org/Petro Stelte)

    Pada dasarnya, hampir semua warna telur burung terbentuk dari dua pigmen utama, yaitu biliverdin dan protoporfirin. Biliverdin menghasilkan warna biru hingga hijau, sedangkan protoporfirin memberikan warna cokelat kemerahan atau bintik-bintik pada permukaan cangkang. Perpaduan kedua pigmen tersebut menghasilkan warna telur yang sangat beragam pada setiap spesies burung.

    Pigmen mulai melapisi cangkang ketika telur masih berada di bagian akhir saluran reproduksi induk betina sebelum dikeluarkan. Jumlah pigmen yang berbeda membuat warna telur satu spesies tidak selalu sama dengan spesies lainnya. Itulah sebabnya telur burung robin berwarna biru cerah, sementara telur puyuh memiliki corak cokelat yang khas.

  2. 2. Warna telur membantu menyamarkan sarang dari predator

    ilustrasi telur burung
    ilustrasi telur burung (commons.wikimedia.org/USFWS Mountain-Prairie)

    Banyak burung membuat sarang di tanah, semak, atau tebing terbuka yang mudah terlihat oleh pemangsa. Agar telur tidak mencolok, cangkangnya berkembang dengan warna yang menyerupai lingkungan sekitar. Telur burung yang bersarang di tanah umumnya berwarna cokelat, krem, atau abu-abu dengan bintik-bintik yang membantu menyamarkan bentuknya di antara pasir, daun kering, atau bebatuan.

    Sebaliknya, burung yang bersarang di dalam lubang pohon atau rongga batu sering menghasilkan telur berwarna putih polos. Karena sarangnya sudah terlindungi dari pandangan luar, telur tidak memerlukan kamuflase tambahan. Warna putih juga memudahkan induk melihat telur di tempat yang minim cahaya.

  3. 3. Warna cangkang dapat melindungi embrio dari sinar matahari

    ilustrasi telur burung
    ilustrasi telur burung (commons.wikimedia.org/USFWS Pacific Southwest Region)

    Selain berfungsi sebagai kamuflase, warna telur juga berperan mengatur jumlah panas yang diserap cangkang. Telur yang berada di area terbuka dan terkena sinar matahari terus-menerus cenderung memiliki warna yang lebih gelap. Warna tersebut membantu melindungi embrio dari paparan radiasi ultraviolet sekaligus menjaga kestabilan kondisi di dalam telur.

    Sementara itu, telur yang berada di tempat teduh atau di dalam sarang tertutup umumnya memiliki warna lebih terang. Perbedaan ini menunjukkan bahwa warna telur juga dipengaruhi oleh lingkungan tempat burung berkembang biak. Para peneliti bahkan menemukan pola bahwa spesies yang hidup di daerah dengan intensitas sinar matahari tinggi, cenderung memiliki cangkang yang lebih gelap.

  4. 4. Corak pada telur juga memperkuat cangkangnya

    ilustrasi telur burung
    ilustrasi telur burung (commons.wikimedia.org/NPGallery)

    Bintik-bintik yang terlihat pada telur burung ternyata bukan sekadar hiasan alami. Corak tersebut terbentuk dari endapan pigmen protoporfirin yang biasanya terkumpul pada bagian cangkang yang lebih tipis. Kehadiran pigmen ini membantu memperkuat area tertentu sehingga cangkang menjadi lebih tahan terhadap retakan.

    Fungsi tersebut sangat penting bagi burung yang bertelur di tempat berbatu atau di tepi tebing, karena telurnya lebih berisiko mengalami benturan. Pada beberapa spesies, bintik-bintik bahkan lebih banyak ditemukan di bagian ujung telur yang paling rentan mengalami tekanan. Dengan kata lain, pola bintik pada telur tidak hanya membuat tampilannya berbeda, tetapi juga meningkatkan peluang telur tetap utuh hingga menetas.

  5. 5. Setiap spesies memiliki pola warna telur yang khas

    ilustrasi telur burung
    ilustrasi telur burung (commons.wikimedia.org/USFWS Midwest Region)

    Setiap spesies burung umumnya menghasilkan warna dan pola telur yang relatif konsisten. Burung jalak, misalnya, dikenal memiliki telur berwarna biru muda, sedangkan burung puyuh menghasilkan telur berwarna krem dengan bintik cokelat gelap. Ciri tersebut membantu para peneliti maupun pengamat burung mengenali spesies meski induknya tidak terlihat.

    Keunikan ini juga berperan dalam kehidupan beberapa burung yang mengalami parasitisme sarang, seperti burung kukuk. Burung kukuk meletakkan telurnya di sarang spesies lain dan telur tersebut sering memiliki warna yang sangat mirip dengan telur induk aslinya. Kemiripan itu membuat peluang telurnya diterima dan dierami oleh burung lain menjadi lebih besar.

    Perbedaan warna telur burung bukanlah kebetulan, melainkan hasil adaptasi yang berlangsung selama jutaan tahun. Mulai dari melindungi embrio, menyamarkan sarang, hingga memperkuat cangkang, setiap warna memiliki fungsi tersendiri. Jadi, saat melihat telur burung dengan warna atau corak yang berbeda, kamu sebenarnya sedang menyaksikan salah satu strategi unik yang membantu spesies tersebut bertahan hidup.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More