Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengapa Kebakaran Hutan Bisa Memunculkan Petir di Langit?

Mengapa Kebakaran Hutan Bisa Memunculkan Petir di Langit?
ilustrasi kebakaran hutan (commons.wikimedia.org/Salam2009)
  • Kebakaran hutan besar menghasilkan panas, asap, abu, dan uap air yang naik kuat, lalu membentuk awan pyrocumulus yang dapat berkembang menjadi pyrocumulonimbus (PyroCb).
  • Pasokan panas berkelanjutan membuat PyroCb tumbuh hingga sekitar 10–15 kilometer; tumbukan tetesan air dan es memisahkan muatan listrik hingga memicu petir.
  • Petir PyroCb dapat menyulut api baru di vegetasi kering, sementara angin kuat berpotensi mengubah arah api, mempercepat pembakaran, dan membawa bara lebih jauh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kebakaran hutan bisa menghasilkan pemandangan langit yang tidak biasa. Di tengah kepulan asap, kadang muncul awan besar yang terus tumbuh dan disusul kilatan petir, seolah-olah kebakaran di bawahnya ikut mengubah cuaca.

Kejadian seperti ini bukan sekadar kebakaran yang kebetulan berlangsung saat badai datang. Lantas, kenapa api di hutan bisa berkaitan dengan munculnya petir?

  1. 1. Api besar membuat udara di atasnya bergerak naik

    ilustrasi kebakaran hutan
    ilustrasi kebakaran hutan (commons.wikimedia.org/U.S. Forest Service- Pacific Northwest Region)

    Kebakaran hutan yang sangat besar menghasilkan panas dalam jumlah besar. Panas tersebut membuat udara di sekitar api menjadi lebih ringan sehingga bergerak naik dengan kuat, sambil membawa asap, abu, dan uap air dari area yang terbakar. Kalau api terus menyala dengan intensitas tinggi, aliran udara ke atas ini juga terus berlangsung dan membentuk kolom panas yang membawa material kebakaran semakin tinggi.

    Uap air yang ikut terbawa bukan hanya berasal dari udara di sekitar kebakaran. Tumbuhan yang terbakar juga melepaskan air yang tersimpan di dalam jaringan tanaman, sehingga udara di atas api bisa membawa cukup banyak kelembapan. Ketika udara panas dan lembap itu naik ke tempat yang suhunya lebih rendah, uap air mulai berubah menjadi titik-titik air dan membentuk awan. Pada tahap ini, awannya dapat berupa pyrocumulus, tetapi jika pertumbuhannya terus berlanjut dan mencapai kondisi badai, awan tersebut bisa berkembang menjadi pyrocumulonimbus (PyroCb).

  2. 2. PyroCb terbentuk karena api terus memasok panas

    Pyrocumulonimbus
    Pyrocumulonimbus (commons.wikimedia.org/Eric Neitzel)

    Begitu PyroCb terbentuk, kebakaran tidak lagi sekadar berada di bawah sebuah awan. Panas dari api terus memasok energi untuk gerakan udara ke atas, sehingga awan dapat tumbuh semakin tinggi. Di dalamnya terjadi arus udara yang bergerak naik dan turun dengan kuat, membawa air, butiran es, dan partikel lain ke berbagai bagian awan.

    Pertumbuhan PyroCb dapat berlangsung sangat tinggi di atmosfer. Pada beberapa kebakaran besar, puncak awan ini dapat mencapai sekitar 10–15 kilometer dan dalam kondisi tertentu menyuntikkan asap hingga ke stratosfer. Semakin tinggi awan berkembang, semakin banyak bagian di dalamnya yang memiliki suhu sangat rendah sehingga air berubah menjadi es. Kondisi inilah yang kemudian penting untuk pembentukan listrik di dalam awan.

  3. 3. Gerakan air dan es di dalam awan menghasilkan pemisahan muatan

    Pyrocumulonimbus
    Pyrocumulonimbus (commons.wikimedia.org/Merrin Macleod)

    Di dalam awan badai terdapat berbagai bentuk air, mulai dari tetesan kecil sampai kristal es dan butiran es yang lebih besar. Semuanya bergerak mengikuti arus udara yang berbeda-beda, sehingga saling bertumbukan dan bergesekan. Dalam proses tersebut, terjadi perpindahan muatan listrik antara partikel-partikel tersebut.

    Arus udara yang kuat membuat partikel bermuatan tidak tersebar secara acak. Sebagian muatan cenderung terkumpul di bagian tertentu dalam awan, sementara muatan berlawanan terkumpul di bagian lain. Akibatnya, perbedaan muatan di dalam awan semakin besar dan membentuk medan listrik yang kuat. Ketika perbedaannya sudah cukup besar, listrik dapat menembus udara dan terbentuklah sambaran petir.

  4. 4. Petirnya bisa menyambar area di luar kebakaran

    ilustrasi petir
    ilustrasi petir (commons.wikimedia.org/Rollingskyphoto)

    Petir yang terbentuk dari PyroCb tidak selalu hanya terjadi di dalam awan. Sebagian sambaran dapat bergerak dari awan menuju permukaan, termasuk ke wilayah yang berada di sekitar sumber kebakaran. Jika sambaran mengenai vegetasi yang kering, panas dari petir dapat menyalakan titik api baru.

    Inilah salah satu alasan PyroCb menjadi persoalan serius dalam kebakaran hutan. Api yang awalnya berada di satu kawasan bisa berkembang menjadi beberapa titik kebakaran akibat sambaran yang muncul dari awan di atasnya. Namun, bukan berarti setiap petir dari PyroCb pasti menghasilkan api baru karena sebagian besar sambaran dapat terjadi di dalam awan atau antarsesama awan, bukan menuju tanah.

  5. 5. PyroCb juga bisa membawa angin yang membuat api makin sulit dikendalikan

    ilustrasi kebakaran hutan
    ilustrasi kebakaran hutan (commons.wikimedia.org/Penitentes)

    Kemunculan petir bukan satu-satunya hal yang membuat PyroCb berbahaya. Awan ini dapat menghasilkan angin yang kuat karena pergerakan udara di dalam dan di sekitar badai sangat aktif. Hembusan tersebut bisa mengubah arah penyebaran api, mempercepat pembakaran vegetasi, atau membawa bara api ke lokasi yang lebih jauh.

    PyroCb juga dapat menghasilkan hujan, tetapi turunnya hujan tidak otomatis membuat kebakaran berhenti. Di udara yang sangat panas dan kering, sebagian air dapat menguap sebelum mencapai permukaan. Bahkan ketika hujan sampai ke tanah, angin kuat yang menyertai badai tetap dapat membuat kondisi kebakaran menjadi sulit diprediksi.

    Jadi, ketika petir terlihat muncul dari atas kebakaran hutan, yang sedang terjadi bukanlah api yang tiba-tiba menghasilkan listrik. Kebakaran besar menghasilkan panas dan uap air yang cukup untuk membentuk pyrocumulonimbus (PyroCb), lalu proses yang berlangsung di dalam awan tersebut memungkinkan terbentuknya petir. Fenomena ini juga menjelaskan mengapa kebakaran hutan ekstrem bisa berkembang menjadi kejadian atmosfer yang jauh lebih kompleks daripada sekadar api yang menyebar di permukaan.

    Referensi

    "Wildfire science." Environment and Climate Change. Diakses pada Agustus 2026

    "How fires make thunderstorms." The Bureau of Meteorology. Diakses pada Agustus 2026

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More