Belalang (pexels.com/🇻🇳🇻🇳Nguyễn)
Keberadaan serangga sangat dibutuhkan bagi pertanian, kesehatan manusia, dan sumber daya hayati karena mereka memainkan peran penting dalam semua ekosistem darat. Serangga mendaur ulang nutrisi, menyebar benih, menyerbuki tanaman, menjaga struktur tanah, meningkatkan kesuburan tanah, dan mengendalikan populasi organisme lain. Serangga berada di dasar rantai makanan, oleh karena itu pemulihan mereka merupakan prasyarat untuk pemulihan spesies lain.
Serangga predator berperan memakan hama yang menyerang tanaman, sehingga berperan sebagai pestisida alami. Hal ini tentu mengurangi biaya pengendalian hama dan meningkatkan hasil panen, sekaligus mengurangi residu pestisida.
Serangga juga berkontribusi pada penguraian bahan organik seperti serasah yang jatuh, bangkai, dan kotoran hewan. Hal ini penting karena serangga mendaur ulang nutrisi, sehingga nutrisi tersebut tersedia untuk aeresi tanah.
Beberapa tumbuhan mampu menghasilkan buah dan biji yang dimakan dan dikumpulkan oleh semut. Semut membawa biji-bijian ke sarangnya untuk dimakan, dan kemungkinan di sepanjang jalan ada beberapa biji yang tejatuh dan mungkin tersimpan di dalam tanah. Biji-bijian ini dapat berkecambah dan menumbuhkan tanaman di lokasi baru. Oleh karena itu, semut memainkan peran penting dalam penyebaran buah dan biji dari tumbuhan. Diketahui terdapat lebih dari 150 spesies tumbuhan yang bergantung pada serangga untuk penyebarannya.
Begitupun dengan lebah madu yang turut berkontribusi melakukan penyerbukan dan membantu tanaman tumbuh, berkembang biak, serta menghasilkan makanan. Demi menjaga siklus hidup tetap berjalan, lebah madu memindahkan serbuk sari antar tanaman berbunga. Sebagian besar makanan yang kita konsumsi bergantung pada penyerbukan lebah madu. Lebih dari itu, manusia juga bergantung pada serangga yang mampu menghasilkan sutra, pewarna, madu, lilin, serta penelitian medis dan genetika.
Peran serangga bagi kehidupan manusia juga didukung dengan adanya studi yang dipimpin oleh para ahli, di mana pada studi tersebut mengungkap bahwa larva kumbang gelap yang berasal dari Asia Timur termasuk Semenanjung Korea mampu menguraikan komponen plastik dengan memecahnya pada tingkat molekuler. Para peneliti menemukan bahwa larva kumbang dapat menguraikan polistirena, yang sebelumnya sulit diuraikan karena struktur molekulnya yang unik.
Dalam hal ini, serangga merupakan bagian penting dari ekosistem kita, tetapi jumlah dan keanekaragaman serangga menurun akibat hilangnya habitat, polusi, dan perubahan iklim. Pelestarian dan restorasi habitat yang mendukung keanekaragaman serangga sangat penting untuk konservasi mereka, jika tidak, banyak spesies ini akan punah.