Pada Juli lalu, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan fenomena benda jatuh dari langit yang melintas dengan warna hijau terang dan disertai suara dentuman keras di sekitar wilayah utara Pulau Jawa. Peneliti ahli utama bidang astronomi dan astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, mengonfirmasi kalau benda tersebut adalah meteor berukuran besar yang masuk ke atmosfer Bumi dan melintasi langit Indonesia.
Dalam rilis resmi BRIN, Thomas Djamaluddin menyebut kalau meteor tersebut pertama kali terdeteksi melintas di atas Laut Jawa sebelum terdeteksi di wilayah lain, semisal Bekasi, Cirebon, hingga Kuningan. Terdengar suara dentuman yang semula dikira sebagai suara hantaman meteor, namun Thomas Djamaluddin mengklarifikasi kalau suara itu adalah gelombang kejut (sonic boom) yang muncul ketika meteor melintasi atmosfer bagian bawah.
Nah, berbicara soal meteor dan atmosfer bagian bawah, kamu pernah terpikirkan, gak, soal potensi sebuah meteor menghantam pesawat terbang di udara? Soalnya, kebanyakan meteor yang masuk ke atmosfer Bumi itu tidak benar-benar mencapai permukaan Bumi, melainkan terbakar habis di lapisan atmosfer. Namun, pada objek yang berada di langit, semisal pesawat, pasti ada pertanyaan sekaligus kekhawatiran soal potensi benda langit tersebut menabraknya.
Eits, jangan berpikir yang aneh-aneh dulu. Soalnya, potensi memang ada, tapi ada sederet fakta menarik lain terkait hubungan meteor dan pesawat yang sedang terbang di udara. Penasaran dengan ulasan lengkapnya? Langsung gulir layar ke bawah, ya!
