Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Benarkah Ayam Memiliki Penglihatan Lebih Baik dari Manusia?

Benarkah Ayam Memiliki Penglihatan Lebih Baik dari Manusia?
Ayam (unsplash.com/Zachrain)
Intinya Sih
  • Ayam memiliki kelopak mata ketiga bernama selaput niktitasi yang transparan, berfungsi melindungi dan melembapkan mata tanpa menghalangi penglihatan.
  • Mata ayam berukuran besar dengan sudut pandang hingga 300 derajat serta sistem penglihatan tetrakromatik yang mampu menangkap cahaya ultraviolet.
  • Meski unggul dalam melihat warna, ayam memiliki kemampuan penglihatan malam yang buruk karena kekurangan sel batang dan kerucut sensitif terhadap cahaya redup.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Siapa sangka ayam yang biasa kita lihat ternyata memiliki penglihatan jauh lebih unggul dibandingkan manusia? Yup, kamu tidak salah baca, dalam dunia hewan ada satu hal menarik dari ayam yang jarang diketahui.

Kali ini soal bagaimana ayam melihat warna-warna di sekitarnya dan apa yang bisa ayam lihat sedangkan manusia tidak mampu melakukannya? Dalam artikel ini, akan dibahas lebih dalam struktur mata ayam dan mengungkap fakta menakjubkan tentang seberapa hebat penglihatan ayam. Yuk, simak!

Memahami bagian-bagian dari mata ayam

Ayam
Ayam (pexels.com/Alexas)

Kelopak mata atas dan bawah ayam tidak dirancang untuk berkedip. Sebagai gantinya, ayam memiliki kelopak mata ketiga, yakni selaput niktitasi. Saat tidak digunakan, kelopak mata ketiga disimpan di sudut mata yang paling dekat dengan paruh.

Selaput niktitasi memiliki beberapa fungsi, yakni untuk melembabkan, membersihkan, dan melindungi mata.

Ayam secara refleks menarik kelopak mata ketiga ke atas menutupi mata setiap kali ia perlu membersihkan kotoran mata atau menghindari serpihan yang berterbangan. Saat ayam tidur, kelopak mata bawah ditarik ke atas untuk menutup mata.

Selaput niktitasi ini bekerja dengan cara bergeser secara horizontal (menyamping) yang telah dilengkapi saluran pelumas agar tetap lembap.

Menariknya lagi, selaput ini bersifat transparan atau tembus pandang. Artinya, meskipun selaput niktitasi sedang menutup mata, ayam tetap bisa melihat keadaan di sekitar dengan jelas. Keunggulan ini sangat berguna sebagai sistem perlindungan otomatis.

Seberapa hebat penglihatan ayam?

Ayam
Ayam (unsplash.com/Zesio)

Mata ayam memiliki keunikan luar biasa karena ukurannya mencakup sekitar 10% dari total massa kepalanya dan terletak di bagian samping, hal ini memberikan sudut pandang luas hingga 300 derajat.

Ayam adalah hewan tetrakromatik, yang mana mereka mampu melihat spektrum warna yang jauh lebih kaya daripada manusia, salah satunya mampu menangkap cahaya ultraviolet. Hal ini dikarenakan ayam memiliki empat jenis sel kerucut serta struktur kerucut ganda tambahan yang peka terhadap gerakan.

Adanya sensitivitas yang tinggi inilah ayam mampu merasakan fluktuasi cahaya halus yang tidak tertangkap mata manusia.

Penglihatan ayam yang luar biasa ini sebenarnya sudah dimulai sejak mereka berada dalam telur, di mana posisi tubuh yang melengkung mengakibatkan mata kanan terpapar cahaya sementara mata kirinya terhalang. Hal ini berujung pada kondisi mata kanan yang rabun dekat dan mata kiri rabun jauh.

Adanya perbedaan tersebut memungkinkan mereka untuk menggunakan setiap matanya secara independen untuk melakukan tugas yang berbeda secara bersamaan, didukung oleh kelopak mata ketiga atau selaput niktitasi yang melindungi mata dari debu secara horizontal. Menariknya lagi, ayam mampu merasakan perubahan musim melalui kelenjar pineal di kepala mereka sekalipun dalam kondisi buta.

Apakah ayam bisa melihat dalam gelap?

Ayam
Ayam (unsplash.com/Erwin)

Dilansir A-Z Animals, ayam tidak dapat melihat dengan baik di malam hari. Meskipun memiliki penglihatan tetrakromatik yang kuat, yang memungkinkan mereka melihatnya cahaya ultraviolet, penglihatan malam mereka justru sangatlah buruk. Hal ini disebabkan oleh jumlah sel kerucut yang sangat sedikit dan kurang berkembang di mata mereka yang tidak terlalu sensitif terhadap penglihatan dalam cahaya hidup.

Perlu diketahui, bahwa sel batang dan sel kerucut pada mata hewan sebagian besar bertanggung jawab atas persepsi warna dan diferensiasi cahaya. Sel-sel ini bertindak sebagai fotoreseptor, menangkap cahaya dan mengubahnya menjadi sinyal listrik melalui proses yang disebut fototransduksi.

Sel kerucut bekerja dengan cara merespons perubahan intensitas cahaya dan dapat meningkatkan ketajaman visual hewan secara keseluruhan. Dalam hal ini, ayam kekurangan sel kerucut yang mengakibatkan mereka kurang merasakan perubahan antara terang dan gelap.

Sebagai penutup, penglihatan ayam jauh lebih unggul dibandingkan manusia. Hal ini dikarenakan ayam memiliki penglihatan tetrakromatik, yang mana mereka dapat melihat warna lebih banyak termasuk sinar ultraviolet. Sayangnya, saat malam hari ayam kesulitan untuk melihat sekitarnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More