ilustrasi burung (unsplash.com/Steve Harvey)
Di alam bebas, beberapa jenis burung memiliki kebiasaan berkicau pagi hari atau yang disebut dengan dawn chorus. Kicauan burung di pagi hari ini berkaitan dengan kebiasaan alami mereka untuk berkomunikasi dengan sesama. Mengutip dari Forest Preserves of Cook County, fenomena dawn chorus biasanya terjadi saat fajar ketika banyak burung berkicau hampir bersamaan.
Burung, terutama yang jantan, menggunakan kicauan tersebut untuk menandai wilayah sekaligus menarik perhatian pasangan. Waktu pagi dipilih karena kondisi lingkungan masih relatif tenang sehingga suara kicauan dapat terdengar lebih jauh. Karena itu, kicauan burung pada pagi hari pada dasarnya merupakan bagian dari perilaku alami mereka di alam. Selain itu, fenomena burung berkicau pada pagi hari ini umumnya dipengaruhi oleh cahaya Matahari, suhu udara, dan kondisi lingkungan di sekitar. Jika lingkungan terasa lebih tenang atau minim gangguan, suara kicauan burung justru bisa terdengar lebih jelas atau sebaliknya terasa lebih jarang terdengar.
Dengan demikian, anggapan bahwa burung tidak berkicau saat Lebaran tidak dapat dibuktikan secara ilmiah. Kepercayaan tersebut lebih mungkin berkaitan dengan persepsi suasana yang dianggap sakral, yang dalam psikologi dapat memengaruhi cara seseorang merasakan dan menafsirkan lingkungan di sekitarnya. Kondisi psikologis ini sangat mungkin terjadi karena Lebaran merupakan momen yang sarat makna spiritual bagi umat Islam.