Topan Champi tengah menjadi sorotan publik setelah beredar video yang memperlihatkan dahsyatnya terjangan badai tersebut di Taiwan. Angin kencang dan hujan deras menerjang sejumlah wilayah, merobohkan pohon, merusak infrastruktur, hingga mengganggu aktivitas warga. Menurut laporan Focus Taiwan, hingga Sabtu (24/10/2026) sore, bencana ini telah menyebabkan satu orang meninggal dunia dan 616 orang terluka.
Dampaknya juga meluas ke sektor transportasi, di mana ratusan penerbangan terpaksa harus dibatalkan. Di tengah perhatian terhadap kekuatan topan Champi, muncul pula perbincangan mengenai kemungkinan siklon tropis ini memengaruhi pergerakan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Hubungan antara badai dan asap karhutla seketika menarik untuk ditelusuri, mengingat keduanya berkaitan dengan pergerakan udara di atmosfer.
Bayangkan saja, asap karhutla yang menyelimuti beberapa wilayah Indonesia disebut-sebut bisa hilang begitu saja apabila terkena topan Champi. Lalu, apakah klaim tersebut benar? Yuk, kita simak penjelasan dan fakta-faktanya di bawah ini agar tidak keliru!
