Matahari (pexels.com/Christo)
Matahari menyebarkan cahayanya ke seluruh rentang panjang gelombang atau warna. Ini terjadi di semua bagian spektrum elektromagnetik selain sinar gamma. Titik paling terang dari spektrum inilah yang berguna untuk mengukur suhu permukaanya, yakni sekitar 5.500 derajat celcius.
Panjang gelombang puncak pada spektrum juga menentukan warna semu sebuah objek. Misalnya, bintang yang terlihat dingin akan tampak berwarna merah dan yang panas berwarna biru. Sedangkan, bintang oranye, kuning, dan putih memiliki suhu diantara bintang merah dan biru. Bagi matahari, spektrum yang sebenarnya memuncak pada panjang gelombang yang biasa digambarkan sebagai warna hijau.
Dalam hal ini, meski matahari memancarkan banyak warna, jumlah tiap warnanya itu sebenarnya hampir sama. Uniknya penglihatan manusia punya keterbatasan, artinya kita tidak punya kemampuan untuk memisahkan satu per satu warnanya bergabung.
Jadi, meskipun ada sedikit warna hijau yang lebih dominan, mata manusia akan tetap menangkap gabungannya sebagai warna putih bersih. Singkatnya, matahari baru akan terlihat hijau jika hanya mengirimkan warna hijau saja tanpa gabungan warna lain. Artinya, warna matahari yang sesungguhnya adalah putih.
Alasan warna matahari terlihat kuning karena atmosfer bumi menyebarkan cahaya biru lebih efisien daripada cahaya merah. Defisit kecil dalam cahaya biru ini menyebabkan mata memandang warna Matahari sebagai kuning.