Comscore Tracker

Apa yang Dimaksud dengan Gaya? Ini Penjelasan dan Contohnya

Sama-sama menarik benda, apa beda gravitasi dan magnet?

Secara singkat, fisika bisa diartikan sebagai ilmu sains yang mempelajari tentang alam, baik itu interaksinya maupun rumusan bagaimana alam semesta bekerja. Nah, sudah menjadi pengetahuan luas bahwa fisika juga mempelajari tentang gaya atau force. Tentu gaya di sini bukanlah merujuk pada pengertian umum, seperti model, desain, atau langgam.

Jadi, apa yang dimaksud dengan gaya dalam fisika? Apa saja contohnya? Bagaimana mereka bisa berinteraksi dengan kehidupan kita? Kalau penasaran, kamu bisa simak dan baca pelan-pelan artikel ini biar gak tambah bingung.

1. Pengertian gaya

Apa yang Dimaksud dengan Gaya? Ini Penjelasan dan Contohnyailustrasi gaya gravitasi (techexplorist.com)

Apa yang dimaksud dengan gaya? Secara sederhana, gaya atau force pada fisika diartikan sebagai segala bentuk interaksi partikel dan objek bermassa di alam semesta yang mampu memberikan perubahan bagi objek yang terlibat. Dengan kata lain, gaya bisa ditemukan dalam berbagai benda bermassa di alam semesta ini.

Nah, mempelajari tentang gaya, kamu juga harus paham apa itu massa? Dalam sains, massa tidak sama dengan berat. Massa adalah sifat, karakter, dan jumlah materi yang ada di sebuah objek tertentu. Sementara itu, berat adalah satuan ukuran dari benda bermassa yang dipengaruhi oleh gaya tarik tertentu, misalnya gravitasi.

Kenapa gaya juga disebut force dalam bahasa Inggris? Yup, itu karena memang gaya merujuk pada kekuatan alam yang menjadi variabel dari interaksi antarbenda di alam semesta. Ini artinya, gaya atau force di alam semesta memiliki jenis, sifat, dan karakter yang berbeda satu sama lain.

Baca Juga: 10 Kontribusi Besar Michael Faraday untuk Pengembangan Sains

2. Beberapa macam gaya dalam fisika

Apa yang Dimaksud dengan Gaya? Ini Penjelasan dan Contohnyailustrasi gambar dari jenis gaya dalam fisika (freepik.com/brgfx)

Setelah mengetahui pengertian gaya dan kaitannya dengan massa benda, kita juga bisa mempelajari berbagai jenis gaya yang ada di alam semesta. Beberapa di antaranya:

  1. Gaya normal: interaksi yang ditimbulkan dari objek yang diletakkan tegak lurus di atas permukaan datar, contohnya, semua benda dalam keadaan diam yang diletakkan di atas permukaan lantai.
  2. Gaya berat: interaksi benda yang jatuh ke Bumi. Dengan kata lain, gaya berat merujuk pada gaya tarik atau gravitasi itu sendiri. Buah yang jatuh dari pohon adalah contoh sederhana dari gaya ini.
  3. Gaya gesek: interaksi antarobjek yang saling bertemu dan bergesekan satu sama lain.
  4. Gaya sentripetal: interaksi atau gaya yang terjadi pada objek dengan gerakan melingkar dan ia bergerak menuju ke pusat lingkaran.
  5. Gaya sentrifugal: interaksi yang berkebalikan dari sentripetal, yakni pergerakan benda ke arah luar lingkaran. Uniknya, sentrifugal termasuk sebagai gaya fiktif atau semu sehingga keberadaannya pun dianggap tidak pernah ada.
  6. Gaya magnet: interaksi tarik dan tolak dari benda yang memiliki kandungan khusus, misalnya logam.

Ada beberapa jenis gaya yang lain, misalnya gaya listrik statis, gaya otot, gaya pegas, gaya kontak, dan gaya tegangan. Semuanya memiliki karakter masing-masing dan membuat interaksi di alam semesta makin berwarna sesuai dengan hukum fisika.

3. Beda gravitasi dan magnet

Apa yang Dimaksud dengan Gaya? Ini Penjelasan dan Contohnyailustrasi tarikan magnet (unsplash.com/Dan Cristian Paduret)

Seperti dilansir Force in Physics, meski punya sifat saling tarik-menarik, ternyata gravitasi sangat berbeda dengan gaya magnet. Gravitasi bisa diartikan sebagai interaksi tarik-menarik dari semua objek di alam semesta yang memiliki massa. Artinya, gravitasi pasti ada di semua benda bermassa, bahkan butiran pasir pun punya gravitasinya sendiri.

Di sisi lain, gaya magnet juga bersifat tarik-menarik, tapi hanya bisa terjadi pada objek yang memiliki kandungan magnet di dalamnya. Magnet bukan hanya menarik benda logam, melainkan juga menolaknya jika kutub yang sejenis saling didekatkan. Lalu, perbedaan selanjutnya ada pada karakter alaminya.

Gravitasi bekerja pada setiap benda yang memiliki massa, makin besar nilai massa benda, makin masif pula kekuatan gravitasinya. Sementara itu, magnet hanya akan saling tarik-menarik jika kutub yang berlawanan didekatkan, misalnya kutub positif dan negatif atau pada Planet Bumi dinamakan selatan dan utara.

Mempelajari gaya atau force dalam fisika ternyata gampang-gampang susah. Untuk mendalaminya, kamu memang harus belajar dan mengambil studi lanjutan di bidang fisika. Semoga artikel ini dapat menambah wawasanmu di bidang sains, ya.

Baca Juga: Belajar Sains: Bunyi Hukum Newton 1, 2, 3 Lengkap dengan Contoh

Dahli Anggara Photo Verified Writer Dahli Anggara

Age quod agis...

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Yudha

Berita Terkini Lainnya