Ilustrasi gerombolan ikan (unsplash.com/Johnny Africa)
Menurut NOAA, saat El Niño berlangsung, upwelling atau naiknya air dingin dari dasar laut dapat melemah bahkan berhenti. Air yang biasanya kaya nutrien jadi berkurang di permukaan, sehingga fitoplankton menurun. Rantai ini penting karena fitoplankton menjadi dasar makanan bagi banyak organisme laut, lalu berdampak ke ikan dan hewan lain yang bergantung padanya.
NOAA juga mencatat bahwa perubahan ini bisa menggeser distribusi ikan, bahkan membawa spesies tropis ke wilayah yang biasanya terlalu dingin bagi mereka. Bagi manusia, dampaknya terasa pada sektor perikanan, ketersediaan hasil laut, dan mata pencaharian masyarakat pesisir. Dengan kata lain, perubahan kecil di laut bisa ikut memengaruhi isi meja makan.
El Niño memperlihatkan bahwa perubahan di Samudra Pasifik bisa menjalar ke banyak sisi kehidupan manusia, dari hujan, panas, kesehatan, pangan, hingga laut. Karena dampaknya bisa diprediksi lebih awal, WMO menekankan pentingnya prakiraan musiman untuk peringatan dini dan langkah antisipasi, sehingga masyarakat dan sektor terkait dapat bersiap sebelum gangguan terjadi.
Apakah El Niño selalu membawa dampak buruk berupa kekeringan di seluruh dunia? | Tidak. El Niño adalah fenomena global yang memiliki dampak bertolak belakang tergantung wilayah geografisnya. Sementara Indonesia, Australia, dan Asia Tenggara mengalami kekeringan ekstrem, wilayah lain seperti pantai barat Amerika Selatan (Peru dan Ekuador) serta wilayah selatan Amerika Serikat justru mengalami peningkatan curah hujan yang sangat tinggi hingga memicu banjir bandang dan tanah longsor. |
Bagaimana dampak El Niño terhadap industri perikanan tangkap di wilayah Amerika Selatan? | El Niño melemahkan angin pasat yang biasanya mendorong air hangat ke barat. Akibatnya, proses upwelling (naiknya air laut dingin yang kaya nutrisi dari dasar laut ke permukaan) di pantai barat Amerika Selatan terhenti. Tanpa nutrisi ini, plankton mati, menyebabkan populasi ikan—terutama ikan teri (anchovy) yang menjadi komoditas utama Peru—bermigrasi atau mati massal, sehingga memukul telak industri perikanan setempat. |
Apakah ada dampak positif dari fenomena El Niño bagi sektor tertentu? | Ya, ada beberapa dampak positif yang spesifik, antara lain:Sektor Perikanan Indonesia: Di beberapa wilayah perairan Indonesia, penurunan suhu permukaan laut justru memicu upwelling lokal yang meningkatkan tangkapan jenis ikan tertentu seperti tuna.Pengurangan Badai: El Niño cenderung meningkatkan geseran angin (wind shear) di Samudra Atlantik, yang secara alami menekan dan mengurangi intensitas terbentuknya badai tropis (hurricane) di wilayah Amerika Utara.Industri Garam: Kemarau panjang dan terik matahari yang stabil di Indonesia justru meningkatkan produktivitas ladang garam tradisional karena proses penguapan air laut menjadi lebih cepat. |
Bagaimana El Niño dapat memicu inflasi ekonomi secara global? | El Niño memicu lonjakan harga pangan global (agriflation). Kekeringan di negara-negara produsen utama menyebabkan gagal panen komoditas penting seperti kopi dan tebu di Brasil, serta beras dan kelapa sawit di Asia Tenggara. Penurunan suplai ini otomatis mendongkrak harga komoditas di pasar internasional, meningkatkan biaya hidup, dan memaksa bank sentral di berbagai negara menghadapi tekanan inflasi. |