Papila filiform: Jenis papila yang paling umum dengan jumlah yang banyak. Lidah cenderung bertekstur seperti amplas dengan fungsi untuk membersihkan diri dan mencengkeram makanan. Papila filiform ini terdapat di bagian depan lidah kucing.
Papila fungiformis: Papila yang lebih kecil dan berbentuk seperti jamur. Letaknya di dekat ujung dan sisi lidah, yang berisi kuncup untuk mengoreksi rasa.
Papila berdaun: Jenis papila terbesar di lidah kucing, mengandung kuncup pengecap serta membantu proses menelan makanan. Papila ini sering ditemukan di sisi depan papila vallata.
Papila vallata: Papila ini terletak di bagian belakang dan berbentuk kubah, fungsinya sebagai pusat sensor rasa karena dipenuhi kuncup pengecap.
Pernah Dijilat Kucing? Ini Alasan Mengapa Rasanya seperti Sikat

Kucing sering kali memberikan sentuhan berupa jilatan hangat di kulit pemiliknya. Sayangnya, jilatan kulit terasa tidak selembut bulunya, melainkan justru terasa seperti sikat atau amplas yang sengaja digosokkan ke kulit. Rasanya sungguh kasar. Tekstur inilah yang membuat kita penasaran apa sebenarnya yang ada di lidah kucing?
Jangan salah, meskipun teksturnya terasa kasar, lidah kucing ternyata punya peran vital selain untuk merasakan makanan. Kira-kira kenapa, ya, dijilat kucing rasanya seperti disikat, dan sebenarnya apa fungsi dari lidah kucing yang memiliki tekstur kasar itu? Yuk, simak penjelasan ilmiahnya di bawah ini!
1. Mengenal lebih dekat anatomi lidah kucing

Kalau kamu pernah dijilat kucing, kamu mungkin merasakan teksturnya yang sangat kasar, terasa seperti sikat atau amplas karena saking kasarnya. Lidah kucing sendiri merupakan organ kompleks dan multifungsi yang beradaptasi sempurna demi memenuhi kebutuhan makhluk yang satu ini.
Lidah kucing didesain dengan banyak pembuluh darah. Adanya pembuluh darah inilah yang menyebabkan lidah menjadi responsif. Ciri paling menonjol dari lidah kucing adalah teksturnya yang kasar. Nah, tekstur yang terasa seperti sikat ini berasal dari ratusan duri kecil yang menghadap ke belakang atau biasa disebut papila.
Struktur keratin pada papila berfungsi meningkatkan ketahanan dan kekuatan mekanis lidah, yang memungkinkan kucing melakukan aktivitas pembersihan diri, menyantap makanan, dan keperluan lainnya. Setiap papila memiliki kegunaan yang berbeda-beda, hal ini bergantung di mana papila tersebut berada dan masuk dalam jenis apa. Berikut penjelasannya:
2. Lidah kucing memiliki banyak fungsi

Yang kita tahu, lidah berfungsi untuk merasakan berbagai rasa makanan. Tetapi, tahukah kamu bahwa lidah kucing punya keistimewaan lebih dari itu? Bisa dibilang lidah kucing adalah alat serbaguna yang menyediakan berbagai fungsi, antara lain:
Perawatan diri: Struktur khusus pada lidah kucing memungkinkannya berperan sebagai perangkat grooming mandiri. Berkat papila yang khas menghadap ke belakang layaknya sisir, memudahkan kucing untuk membersihkan bulu yang rontok, menggumpal, hingga menyapu bersih kotoran yang menempel pada tubuhnya. Jika kamu pernah memperhatikan kucing yang sedang menjilati tubuhnya, itulah momen saat kucing melakukan perawatan mandiri.
Membantu pemberian makan: Papila filiform pada lidah kucing merupakan bagian yang bertanggung jawab untuk mencengkeram dan mengoyak makanan. Duri-duri di lidahnya membantu membawa makanan ke dalam mulut, sehingga lebih mudah dikunyah.
Persepsi sensorik: Lidah kucing berperan sebagai alat pendeteksi apakah makanan yang ada di depannya aman untuk dimakan atau tidak. Mereka mendeteksi berdasarkan tekstur dan suhu, itulah mengapa kucing seringkali terlihat pilih-pilih makanan, di mana mungkin mereka menolak hidangan karena teksturnya yang tidak sesuai dengan preferensi mereka.
Ikatan sosial: Kucing sering kali terlihat saling merawat satu sama lain dengan cara saling menjilati. Perilaku ini, yang dikenal sebagai perawatan bersama, membantu memperkuat ikatan sosial dalam suatu kelompok. Kucing juga cenderung menjilati pemiliknya sebagai tanda kepercayaan dan kasih sayang mereka.
3. Adakah dampak negatif dari jilatan lidah berduri kucing pada manusia?

Bagi pencinta kucing, momen di mana kucing menjilati pemiliknya adalah hal yang biasa. Meskipun memiliki tekstur yang kasar seperti sikat, pada umumnya jilatan kucing tidaklah berbahaya. Tetapi perlu diperhatikan bahwa mulut mereka sama seperti mulut hewan lainnya, yakni mengandung berbagai bakteri yang mungkin berbahaya.
Secara umum, risiko tertular penyakit melalui air liur kucing ke manusia sangatlah rendah. Namun, sangat disarankan untuk tetap berhati-hati, khususnya jika kamu memiliki luka terbuka, goresan, atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Ketika kamu dijilat kucing dan rasanya kasar seperti sikat atau amplas, ini dikarenakan ada ribuan duri kecil bernama papila. Lidah ini memainkan peran vital seperti halnya untuk membersihkan diri, merasakan makanan, dan ikatan sosial.













![[QUIZ] Dari Kebiasaan Saat Lebaran, Ini Hewan Peliharaan yang Mirip Denganmu](https://image.idntimes.com/post/20231221/pexels-marian-havenga-17551547-1-2c8f1bbcaa89d9b6228fec9cc7e8026d-83aaed906f83efff9a3fa5a38e5bd6b3.jpg)




