Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Emosi Manusiawi yang Juga Bisa Diluapkan oleh Hewan

5 Emosi Manusiawi yang Juga Bisa Diluapkan oleh Hewan
canopytower.com

Luapan emosi-emosi yang sering kita pikir sangat manusiawi nyatanya bukan hanya milik manusia. Para Ilmuwan biologi evolusi menemukan bahwa sistem saraf manusia punya kesamaan yang mencolok dengan sejumlah hewan, terutama mamalia.

Dikutip dari buku The Emotional Intelligence of Animals, yang ditulis oleh Pablo Herreros. Berikut lima contoh emosi hewan yang tampak manusiawi.

1. Kasih Ibu

scpr.org
scpr.org

Manusia punya kecenderungan menyayangi dan melindungi keturunannya. Begitu pun hewan juga memiliki kecenderungan yang sama dengan menunjukkan kasih sayang seorang ibu.

Peneliti primata dari Universitas Tokyo mengamati Christina, seekor simpanse asal Tanzania, yang merawat dengan penuh kasih sayang anaknya yang lahir dengan menderita down syndrome dan hernia.

Sang ibu simpanse tak membiarkan simpanse lain menggendong anaknya, seolah ia tahu tak ada simpanse lain yang bisa melakukannya lebih baik dari pada dirinya. Hingga akhirnya sang anak mati saat berusia dua tahun.

2. Empati dan pelipur lara

sciencemag.org
sciencemag.org

Layaknya manusia menghibur manusia lainnya dan merasa berempati dan iba terhadap suatu kejadian pedih. Hasil riset menemukan bahwa simpanse menghibur simpanse lain yang menjadi korban penyerangan, selain itu lumba-lumba, gajah dan anjing juga melakukan hal serupa.

Riset pada tahun 2016 yang dipublikasikan dalam jurnal Science menemukan bahwa tikus padang rumput akan menghibur tikus lain yang tengah merasa tertekan atau terkejut. Tikus-tikus lain akan mencoba untuk menghapus rasa tidak nyaman tikus yang terkejut dengan cara menjilati mereka lebih lama.

Menurut para peneliti, perilaku penuh kasih sayang tersebut memicu pelepasan oksitosin atau biasa disebut 'hormon cinta' dari otak tikus yang terkejut yang kemudian meningkatkan rasa baik-baik saja dalam dirinya.

3. Patah hati

thehill.com
thehill.com

Putus cinta dan kehilangan pasangan dapat membuat seseorang menderita. Ada burung yang menjadi amat lemah dan tak mampu bertengger pada tepi tebing di mana mereka bersarang, lalu jatuh ke bebatuan. Apakah ini bentuk bunuh diri hewan karena cinta?

Burung makaw yang sangat setia terhadap pasangan mereka seumur hidup, juga merasakan patah hati.

Jika pasangan mereka mati secara tiba-tiba, mereka tak bisa menahan rasa sedih yang dirasakan. Akibatnya mereka seringkali melemah karena tak mau makan.

4. Rasa keadilan

canopytower.com
canopytower.com

Kebanyakan orang dapat membedakan keadilan dan ketimpangan. Begitu juga primata seperti monyet capuchin. Pada riset yang dilakukan Yerkes Primate Center di Atlanta, mamalia tersebut menolak bekerjasama ketika mereka merasa telah diperlakukan secara tidak adil.

Para peneliti memberikan makanan yang berbeda kepada sekelompok monyet capuchin. Salah satu monyet diberi potongan mentimun, tapi yang lain justru diberi anggur, makanan yang lebih mereka sukai ketimbang mentimun. Tak lama kemudian, monyet-monyet yang lain menolak bekerjasama dalam riset itu. Beberapa monyet bahkan melempar potongan mentimun tadi ke arah para peneliti.

5. Hasrat balas dendam

livescience.com
livescience.com

Hampir semua manusia pernah merasakan keinginan untuk balas dendam pada waktu tertentu. Apakah hal itu juga berlaku dengan hewan? Hewan dapat menunjukkan amarah dan rasa dendam mereka terhadap para pawang yang bertindak agresif.

Pada tahun 2016, sekawanan gajah menyerbu Ranchi, kota di timur India, di mana warga harus lari terbirit-birit untuk menyelamatkan diri. Mamalia-mamalia besar tersebut tengah mencari mayat salah seekor gajah betina yang mati akibat terperosok ke dalam saluran irigasi.

Jadi siapa bilang kalau hewan tidak bisa merasakan emosi dan tidak bisa berpikir? Ini lho buktinya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Tania Stephanie
EditorTania Stephanie
Follow Us

Latest in Science

See More

4 Rutinitas Kucing yang Bisa Memicu Obesitas, Jangan Disepelekan

17 Apr 2026, 20:05 WIBScience