Luar angkasa adalah tempat yang tidak memiliki gravitasi. Perpipaan di luar angkasa bergantung pada penyedotan vakum. Sistem ini tidak akan membuat limbah manusia mengambang bebas. Dua toilet di ISS dirancang untuk secara aktif menyedot urine dan feses.
Toilet ini memiliki selang panjang yang dipasang di samping kursi astronot. Setelah memilih corong yang sesuai jenis kelamin, mereka memasangnya ke selang, kemudian menekan tombol untuk mengaktifkan kipas internal yang menarik urine ke wadah penyimpanan.
Para penjelajah luar angkasa harus mengarahkannya ke lubang vakum kecil yang lebarnya hanya 4 inci (10,16 sentimeter). Tentu ini menjadi tantangan karena di Bumi, toilet setidaknya lebih lebar 3x lipat dari ukuran tersebut.
Menjadi astronot bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga sebuah pencapaian luar biasa yang menggabungkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan ketahanan manusia. Dari pelatihan yang ketat hingga tantangan hidup di luar angkasa, para astronot terus mendorong batas eksplorasi dan membuka jalan bagi masa depan umat manusia di luar Bumi.
Fakta-fakta menarik tentang kehidupan mereka tidak hanya menginspirasi, tetapi juga mengingatkan kita akan betapa luasnya alam semesta dan potensi yang masih bisa dijelajahi.
Apakah benar astronot tidak bisa menangis di luar angkasa? | Astronot sebenarnya tetap bisa memproduksi air mata, namun air mata tersebut tidak bisa jatuh atau mengalir seperti di Bumi. Tanpa gravitasi, air mata akan berkumpul membentuk gelembung air yang menempel di sekitar bola mata, yang bisa terasa sangat perih. |
Apa yang terjadi pada indra perasa (lidah) astronot saat di orbit? | Indra perasa mereka cenderung berkurang ketajamannya. Hal ini disebabkan oleh perpindahan cairan tubuh ke arah kepala yang membuat hidung tersumbat (mirip saat sedang flu), sehingga rasa makanan terasa hambar. Itulah sebabnya astronot sangat menyukai makanan pedas atau berbumbu kuat. |
Bagaimana astronot tidur agar tidak melayang-layang menabrak dinding? | Mereka tidur di dalam kantong tidur (sleeping bag) yang diikatkan ke dinding kabin kru. Hal ini dilakukan agar mereka tetap diam di satu tempat dan tidak berisiko melayang ke arah peralatan sensitif saat sedang terlelap. |