7 Fakta Black Footed Cats, Kucing Kecil tapi Paling Mematikan

Black-footed cats sekilas memang hampir mirip dengan kucing peliharaan. Apalagi melihat bentuknya yang kecil, mungil, dan mata bulat tentu membuatmu gemas ingin segera memelihara kucing ini. Tapi tunggu dulu, balck-footed cats atau yang lebih dikenal dengan kucing berkaki hitam ini bukan kucing peliharaan. Kucing ini adalah jenis kucing liar yang punya insting predator yang sangat tajam dan mematikan.
Mereka dikenal sebagai kucing pemburu yang sangat luar biasa. Dalam satu malam mereka bisa melakukan banyak pembunuhan. Bahkan selama enam bulan black-food cats lebih banyak melakukan pembunuhan daripada macan tutul. Nah, kali ini kita akan membahas tentang fakta black footed cats secara mendalam yang wajib kamu ketahui.
1.Kucing terkecil di dunia

Black-footed cats masuk dalam jajaran kucing terkecil di Afrika sekaligus terkecil di dunia. Kucing dengan nama ilmiah Felis nigripes ini adalah spesies Felis Afrika terkecil. Bulunya berwarna cokelat muda dengan bintik-bintik hitam hingga cokelat tua yang menutupi bagian punggung, samping, dan perut. Ciri khasnya terletak pada telapak kakinya yang berwarna hitam.
Dilansir Fossil Rim, black footed cats adalah salah satu spesies kucing terkecil di dunia, sekaligus kucing terkecil di Afrika. Bila kucing rumahan beratnya sekitar 10 pon atau 4,5 kilogram, black footed cats berat badannya hanya 2-5 pon atau tidak sampai tiga kilogram dengan panjangnya hanya 14-20 inci. Meskipun berukuran kecil, mereka cukup ulet dan dikenal mampu mempertahankan diri dari serigala yang ukurannya delapan kali lebih besar dari kucing ini.
2.Kucing paling mematikan

Kucing berkaki hitam ini memiliki metabolisme tinggi yang artinya mereka selalu lapar. Oleh karena itu mereka harus terus berburu untuk memenuhi kebutuhannya. Dilansir Live Science, dalam satu malam, setiap 50 menit sekali mereka mampu membunuh antara 10-14 tikus atau burung kecil. Dengan keberhasilan sekitar 60%, mereka memiliki kesempatan sekitar tiga kali lebih berhasil daripada singa dalam berburu. Karena singa rata-rata hanya mampu memangsa sekitar 20% hingga 25% dari waktunya. Tingkat keberhasilan inilah yang membuat black-footed cats dianggap sebagai kucing kecil paling mematikan.
3.Komunikasi dengan menyemprotkan urine

Balck-footed cats adalah hewan soliter yang hanya ditemukan bersama individu lain selama masa perkawinan. Sebagai spesies yang nokturnal mereka juga sangat jarang dijumpai. Saat siang hari mereka akan bersembunyi di liang hewan lain, di semak belukar yang lebat, di gua atau celah. Wilayah jelajahannya ditandai dengan penyemprotan urine baik jantan maupun betina.
Dilansir Animal Diversity, karena kucing ini adalah hewan soliter mereka kebanyakan berkomunikasi dengan penandaan aroma terutama dengan menyemprotkan urine. Fungsinya ada dua yaitu sebagai tanda betina untuk kawin dan untuk menentukan batas wilayah. Sedangkan induk kucing dan anak kucing akan berkomunikasi secara vokal. Umumnya betina paling banyak menandai aroma selama masa mereka sedang reseptif secara seksual untuk menarik perhatian jantan.
4.Mampu menyerang hewan besar

Black-footed cats di malam hari akan berburu tikus, burung, dan kelinci. Mereka sangat mahir berburu di malam hari karena memiliki kemampuan pendengaran dan penglihatan yang luar biasa. Selama berburu mereka bisa saja menempuh jarak hingga 32 km. Kucing berkaki hitam juga bisa menyerang hewan yang lebih besar seperti kambing atau jerapah dengan menggigit arteri karotid mangsanya.
5.Tidak minum air

Black-footed cats hanya bisa ditemukan di tiga negara yaitu Botswana, Namibia, dan Afrika Selatan. Mereka sering berada di savana kering atau bahkan di lubang-lubang yang mereka ambil paksa dari hewan lain. Tak hanya itu saja, mereka juga tinggal di tumpukan rayap yang ditinggalkan dan berlindung sementara di semak belukar yang lebat. Dengan kondisi tempat tinggalnya yang kering membuat mereka tidak banyak minum, bahkan diklaim bahwa kucing hitam yang sehat tidak minum air. Karena ginjal mereka sangat mampu mendaur ulang cairan di daerah beriklim semi kering.
6.Perkawinan poligami

Black-footed cats melakukan perkawinan poligami. Sebelum melakukan perkawinan, betina akan menyemprotkan urine untuk menunjukkan kesiapannya pada jantan sekitarnya. Perkawinan adalah salah satu waktu mereka untuk bergaul satu sama lain. Jantan dan betina hanya bergaul sekitar lima sampai sepuluh jam.
Biasanya kucing ini akan kawin pada bulan Agustus dan September di musim gugur. Kemudian betina akan melahirkan anaknya di bulan November hingga Desember di sarang bawah tanah. Rata-rata kehamilan berlangsung selama 59 hingga 68 hari dengan jumlah satu hingga tiga anak dalam setiap kelahiran.
7.Terancam punah

Saat ini black-footed cats masuk dalam status terancam punah pada daftar IUCN Red List of Endangered Species, dengan status rentan di tahun 2016. Penyebabnya karena habitat aslinya mengalami penurunan akibat aktivitas manusia. Selain itu adanya perangkap dan racun yang dipasang untuk hewan lain dan ancaman perburuan liar yang membuat populasi mereka berkurang.
Duh, sayang sekali, ya. Padahal sangat penting melestarikan spesies di alam liar karena bisa menciptakan populasi yang berkelanjutan dalam jangka panjang.



















