7 Fakta Ibis Keramat Afrika, Kenapa Jadi Burung Keramat Orang Mesir Kuno?

- Ibis keramat afrika adalah burung asli Afrika dan Asia Barat yang dulu dianggap suci oleh orang Mesir Kuno sebagai perwujudan dewa Thoth.
- Burung ini mudah dikenali lewat tubuh putih, kepala hitam botak, serta paruh tebal melengkung; hidup berkelompok dan beradaptasi di berbagai habitat termasuk dekat manusia.
- Dulu ibis keramat afrika dibiakkan massal di Mesir karena peran religius dan ekologisnya, namun kini telah punah di wilayah tersebut meski jejaknya masih terlihat dalam artefak kuno.
Sepintas, burung ini layaknya burung ibis pada umumnya. Tubuh besar. Paruhnya melengkung. Kakinya panjang. Kamu gak akan menyangka kalau burung ini punya peran religius penting dalam peradaban Mesir Kuno. Ia adalah ibis keramat afrika.
Ibis keramat afrika atau African sacred ibis merupakan jenis burung ibis asli Afrika dan Asia Barat. Burung ini dikenal karena dikeramatkan oleh orang Mesir Kuno. Kenapa ibis keramat afrika dikeramatkan? Yuk, cari tahu lewat 7 fakta unik ibis keramat afrika atau African sacred ibis berikut ini!
1. Apa itu ibis keramat afrika?

Ibis keramat afrika atau African sacred ibis (Threskiornis aethiopicus) merupakan jenis burung ibis asli Afrika dan Asia Barat. Burung ini banyak dikenal orang karena jadi salah satu hewan yang paling dianggap keramat oleh orang Mesir Kuno selain babun. Meskipun begitu, kini ibis keramat afrika sudah punah di Mesir.
2. Ibis dengan paruh paling tebal

Ibis keramat afrika termasu ibis yang sangat mencolok dan mudah dikenali. Ukurannya besar, sekitar 65—75 sentimeter menurut laman Animal Diversity. Tubuhnya berwarna putih yang kontras dengan kepala dan leher botaknya yang berwarna hitam. Ada bulu-bulu seperti rumbai berwarna hitam di bagian punggung.
Fitur paling menarik dari ibis keramat afrika adalah paruhnya. Burung ini punya paruh hitam tebal yang melengkung ke bawah. Menurut laman Birds of the World, ibis keramat afrika punya paruh paling tebal di antara semua saudaranya di genus Threskiornis.
3. Jenis ibis yang paling umum dijumpai di Afrika

Ibis keramat merupakan salah satu jenis burung ibis yang paling umum dijumpai di Afrika selain ibis hadada (Bostrychia hagedash) dan ibis roko-roko atau glossy ibis (Plegadis falcinellus). Burung ini tersebar di sebagian besar wilayah Afrika sub-Sahara dan tenggara Irak. Ibis keramat afrika mendiami berbagai habitat, meski umumnya suka berada di dekat sungai, aliran air, dan garis pantai. Ia juga sudah beradaptasi untuk bisa hidup di perkotaan dan pedesaan.
4. Makan serangga sampai telur buaya!

Ibis keramat afrika bukan burung yang suka pilih-pilih makanan. Ia makan serangga, ikan, kadal, katak, mamalia kecil, sampai telur buaya. Ia mencari makan bersama kelompoknya dengan menusuk-nusukkan paruhnya ke lumpur atau air dangkal.
Menurut informasi dari Datazone Birdlife, ibis keramat afrika biasa terbang lebih dari 30 kilometer dari koloninya untuk mencari makan. Burung ini mudah beradaptasi dan gak segan-segan mencari makan di dekat manusia. Ia sering mencari makan di ladang pertanian, peternakan sapi perah, kandang babi, rumah potong hewan, sampai tempat pembuangan sampah.
5. Suka berkumpul ramai-ramai
Ibis keramat afrika merupakan burung sosial yang sangat suka berkelompok. Ia sering mencari makan di siang hari bersama kelompoknya. Burung ini sering terlihat sendirian atau berdua, tapi aslinya kelompoknya bisa berjumlah ratusan ekor. Tiap malam, burung ini bertengger ramai-ramai di satu pohon besar untuk beristirahat bersama.
6. Gak masalah bersarang dengan burung lain

Dalam urusan berbiak sekalipun, ibis keramat afrika gak masalah dengan keberadaan burung lain. Burung ini berbiak dalam koloni campuran bersama berbagai jenis burung lain, seperti pecuk padi, pecuk ular, cangak, kuntul, sampai pelikan. Sarangnya besar terbuat dari ranting dan cabang yang dibangun di atas pohon atau semak-semak. Sarangnya terkadang diletakkan sangat dekat dengan satu sama lain, tapi tetap jarang bersentuhan.
7. Dianggap keramat oleh orang Mesir Kuno, kenapa?

Ibis keramat afrika merupakan sosok penting dalam kepercayaan orang Mesir Kuno. Burung ini dianggap sebagai perwujudan dewa Thoth. Ibis keramat afrika sering dimumikan sebagai persembahan pada dewa Thoth. Di beberapa situs kota kuno di sepanjang Sungai Nil, para arkeolog telah menemukan begitu banyak mumi burung ibis, misalnya 1,75 juta mumi di Saqqara dan 4 juta lagi di Tunah al-Jabal.
Lalu, kenapa ibis keramat afrika yang dikeramatkan? Dulu, burung ini sangat umum di sepanjang Sungai Nil. Menurut informasi dari laman resmi American Ornithology Society, burung ini sangat berharga pada zaman itu karena memakan siput yang membawa penyakit dan memakan segala macam sampah manusia. Oleh karena itu, burung ini dianggap keramat.
Dikarenakan peran keagamaannya yang begitu penting, ibis keramat afrika banyak dibiakkan dan dipelihara dalam penangkaran. Populasi ibis keramat afrika melimpah di Mesir sampai abad ke 19. Sayangnya, sebagian besar hilang dari Mesir pada tahun 1850 hingga kini.
Sungguh menarik, ya? Meski telah punah dari Mesir, bukti peran ibis keramat afrika dalam peradaban Mesir Kuno masih terlihat dalam artefak-artefak yang ada. Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang burung ibis keramat afrika atau African sacred ibis?


















