Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Khiva, Kota Tua di Uzbekistan yang Masih Utuh

5 Fakta Khiva, Kota Tua di Uzbekistan yang Masih Utuh
Khiva, Uzbekistan (unsplash.com/Farkhod Saydullaev)
Intinya Sih
  • Khiva di Uzbekistan dikenal sebagai kota tua yang masih utuh, dengan kawasan Itchan Kala yang dilindungi UNESCO karena mempertahankan arsitektur dan tata kota kuno sejak berabad-abad lalu.
  • Dulunya menjadi titik penting Jalur Sutra, Khiva berperan besar dalam perdagangan dan pertukaran budaya antarperadaban, menjadikannya pusat sejarah penting di Asia Tengah.
  • Terletak di antara gurun Karakum dan Kyzylkum, Khiva tetap autentik dengan ikon menara Kalta-Minor serta kuliner khas Shivit Oshi yang mencerminkan warisan budaya lokal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Khiva adalah kota bersejarah di Asia Tengah yang terletak di barat Uzbekistan. Berbeda dari banyak kota kuno lain, Khiva masih mempertahankan bentuk aslinya sejak ratusan tahun lalu, terutama di kawasan Itchan Kala. Suasananya membuat kota ini terasa seperti kembali ke masa lalu, dengan bangunan tua yang tetap berdiri di tengah lingkungan gurun yang ekstrem.

Khiva merupakan kota pertama di Asia Tengah yang diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Dahulu, kota ini berperan penting sebagai titik perdagangan dan pusat budaya di Jalur Sutra. Hingga kini, keasliannya tetap terjaga sehingga Khiva kerap dijuluki sebagai “museum hidup”. Untuk mengenal lebih jauh, yuk simak fakta-fakta menariknya.

1. Kota tua yang masih utuh sejak zaman dulu

tembok kota tua Khiva yang masih berdiri kokoh sejak ratusan tahun lalu.
tembok kota tua Khiva yang masih berdiri kokoh sejak ratusan tahun lalu. (commons.wikimedia.org/Bgag)

Pusat sejarah Khiva terletak di Itchan Kala, kawasan kota tua yang berada di dalam benteng. Kawasan ini dikelilingi tembok bata setinggi 10 meter yang kokoh terjaga selama ratusan tahun. Di dalamnya, tata kota kuno berbentuk persegi panjang masih terlihat jelas dengan 51 bangunan bersejarah dan sekitar 250 rumah penduduk yang mencerminkan kehidupan masa lalu.

Keistimewaan Itchan Kala bukan hanya pada bangunannya, tetapi juga pada suasana kota yang tetap asli. Di sana terdapat berbagai bangunan penting, seperti Masjid Juma yang memiliki 212 kolom kayu ukir, serta istana dan madrasah. Semua bangunan ini dirawat menggunakan bahan tradisional seperti bata bakar, kayu, dan batu. Karena keasliannya, kawasan ini ditetapkan sebagai situs Warisan Dunia oleh UNESCO sejak tahun 1990.

2. Titik penting di jalur perdagangan dunia

panorama kota tua Khiva yang menjadi bagian dari jalur perdagangan dunia.
panorama kota tua Khiva yang menjadi bagian dari jalur perdagangan dunia. (commons.wikimedia.org/U.S. Embassy in Tashkent)

Selama lebih dari 1.500 tahun, Khiva memegang peran krusial sebagai salah satu kota utama dalam jaringan Jalur Sutra yang menghubungkan Tiongkok hingga Eropa. Lokasinya yang strategis menjadikan kota ini sebuah oase penting bagi para pedagang yang membawa komoditas berharga seperti sutra dan rempah-rempah. Di sini, para pengelana yang baru melintasi Gurun Kyzylkum akan berhenti untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan jauh menuju Persia.

Selain menjadi tempat transaksi barang, Khiva juga berkembang menjadi pusat pertukaran ide, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan antarperadaban. Pada masa kejayaannya di sekitar tahun 1600-an, kota ini bahkan tumbuh menjadi ibu kota kerajaan yang sangat berpengaruh di wilayah Asia Tengah. Meskipun jalur perdagangan dunia kini telah beralih ke rute laut, warisan Khiva sebagai titik temu berbagai bangsa tetap menjadikannya salah satu pilar sejarah yang penting.

3. Terletak di tengah lanskap gurun yang ekstrem

suasana kota Khiva yang berada di tengah lanskap gurun yang ekstrem
suasana kota Khiva yang berada di tengah lanskap gurun yang ekstrem (pexels.com/Sergey Guk)

Khiva terletak di wilayah barat Uzbekistan yang terjepit di antara dua gurun besar, yaitu Karakum dan Kyzylkum. Posisi geografis ini membuat Khiva memiliki iklim sangat ekstrem, dengan musim panas yang membara dan musim dingin yang membeku. Kondisi alam yang menantang tersebut secara historis membuat Khiva sulit dijangkau karena jaraknya yang sangat jauh dari oase terdekat di jalur perdagangan masa lalu.

Namun, letaknya yang terpencil justru membantu menjaga keaslian kota ini selama ratusan tahun. Karena tidak banyak pengaruh dari luar, banyak bagian Khiva yang tetap terjaga dengan baik hingga sekarang. Meski saat ini akses menuju kota sudah lebih mudah dengan transportasi modern, suasana gurun di sekitarnya masih sangat terasa dan menjadi ciri khas Khiva.

4. Memiliki menara ikonik yang tidak selesai dibangun

menara Kalta Minor, ikon Khiva yang tidak pernah selesai dibangun.
menara Kalta Minor, ikon Khiva yang tidak pernah selesai dibangun. (commons.wikimedia.org/Bgag)

Salah satu bangunan paling mencolok di Khiva adalah Kalta-Minor, yaitu menara dengan bentuk yang lebar namun terpotong. Awalnya, menara ini direncanakan menjadi yang tertinggi di dunia Islam, dengan tinggi sekitar 70 hingga 110 meter. Namun, pembangunannya berhenti pada tahun 1855 setelah penguasanya, Khan Muhammad Amin, meninggal dalam pertempuran. Karena tingginya hanya sekitar 29 meter, menara ini kemudian disebut “Kalta Minor” yang berarti menara pendek.

Meski tidak selesai, Kalta Minor tetap menjadi ikon Khiva karena tampilannya yang sangat menarik. Permukaannya dihiasi ubin keramik berwarna biru toska dan hijau yang mencolok, membuatnya terlihat berbeda dari menara lain di Asia Tengah. Bentuknya yang unik dan warnanya yang cerah membuat menara ini menjadi simbol kota, sekaligus melahirkan berbagai legenda menarik tentang ambisi dan persaingan antar penguasa di masa lalu.

5. Terkenal dengan hidangan mie berwarna hijau

Shivit Oshi, hidangan mie hijau khas Khiva dengan warna alami dari dill.
Shivit Oshi, hidangan mie hijau khas Khiva dengan warna alami dari dill. (commons.wikimedia.org/Jamshid Nurkulov)

Khiva memiliki kuliner yang sedikit berbeda dari daerah lain di Uzbekistan karena lebih banyak menggunakan rempah dan sayuran segar. Salah satu hidangan khasnya adalah Shivit Oshi, yaitu mie buatan tangan yang berwarna hijau cerah. Warna hijau ini didapat dari tanaman adas sowa atau dill yang dicampurkan ke dalam adonan, sehingga memberi aroma dan rasa yang khas.

Biasanya, mie ini disajikan dengan potongan daging sapi dan sayuran, lalu ditambah saus yogurt agar rasanya lebih seimbang. Hidangan ini juga menunjukkan pengaruh kondisi alam Khiva sebagai daerah oase yang subur di tengah kepungan gurun. Sebagai bagian dari warisan budaya, shivit oshi menjadi identitas penting yang membedakan Khiva dengan kota-kota bersejarah lainnya di sepanjang Jalur Sutra.

Dari lima fakta di atas, Khiva menunjukkan bagaimana sebuah kota bisa tetap bertahan dan menjaga identitasnya di tengah kondisi alam yang keras. Dari bangunan yang masih asli, jejak Jalur Sutra, hingga kuliner khasnya, semuanya menggambarkan kekayaan sejarah yang masih terasa hingga sekarang. Khiva bukan hanya tentang masa lalu, tapi juga tentang bagaimana cerita itu tetap hidup di setiap sudut kotanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us

Latest in Science

See More